MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 03 Agustus 2021 10:32
Rumah Tak Layak Huni Akhirnya Makan Korban, Siti Aminah Terlelap lalu Terperangkap Selama 2 Jam
MERATAP: Siti Aminah (baju hitam kanan) mengamati rumah kontrakannya yang ambruk. Sekarang ia tidur di madrasah dekat rumahnya. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Saat Siti Aminah terlelap, rumah kayu di Jalan Jahri Saleh RT 11 Banjarmasin Utara itu ambruk. Ia dan kedua anaknya terus merintih sampai pertolongan tiba.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Radar Banjarmasin

Peristiwa itu terjadi Minggu (1/8) menjelang magrib. Beberapa jam sebelumnya, perempuan 25 tahun itu baru selesai memulung sampah. Kelelahan, ia beristirahat.

"Kejadiannya sangat cepat. Saya merasa, seperti ada hujan mengguyur dan angin kencang berembus yang merobohkan rumah ini," tuturnya kemarin (2/8) pagi.

Kepalanya terasa sakit dan matanya berkunang-kunang karena tubuhnya ditimpa tiang dan atap rumah.

Ketika peningnya mereda, ia teringat kepada kedua anaknya, Andre dan Aisyah. Tak jauh darinya, mereka juga terperangkap di bawah reruntuhan.

"Saya berteriak meminta tolong, tapi tak ada yang datang," kisahnya.

Ibu dan dua anak ini terperangkap di reruntuhan rumah kontrakan tersebut selama dua jam. Selama itu pula mereka hanya bisa merintih dan berteriak.

"Ketika ada warga datang, saya meminta mereka segera menghubungi orang tua saya,” tambahnya.
Di mana suaminya? Saat insiden, Udin Beter sedang tak berada di tempat.

"Kalau si Udin, ah sudah biasa ia kelayapan. Jarang pulang ke rumah," kata Rusdiana, ibu Aminah.
Rusdiana menuturkan, rumah itu milik orang Pasar Lama. Dikontrak Rp50 ribu per bulan, dihuni Aminah sejak tahun 2014 silam.

Perempuan 55 tahun itu mengaku kaget mendengar putri dan cucunya ditimpa musibah. Dari rumahnya di Jalan Ahmad Yani km 8 Kabupaten Banjar, ia bergegas datang.

"Saya tinggal di Manarap juga dengan bantuan orang. Setelah dikabari, saya meminta tolong kepada tetangga untuk dicarikan ojek. Syukur anak dan cucu saya selamat tanpa cedera," ujarnya terisak.

Sekarang, keluarga ini menumpang tidur di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kenanga, masih di kawasan Sungai Jingah.

"Mungkin mereka ikut saya saja ke Manarap,” tutup Rusdiana.

Pantauan Radar Banjarmasin, rumah itu memang sudah tak layak huni. Banyak bagian kayunya yang sudah lapuk. Maka wajar bisa disewa dengan harga Rp50 ribu saja.

Tak jauh dari reruntuhan, Aisyah tampak menangis tersedu-sedu. Ternyata monyet peliharaannya masih terjebak di antara reruntuhan.

Sementara itu Lurah Sungai Jingah, Jainuddin membenarkan bahwa Aminah dan keluarganya tergolong miskin.
Pernah terpikir untuk dibantu program bedah rumah, sayangnya, syaratnya adalah tanah dan bangunan harus milik pribadi. Bukan sewaan.

“Tapi untuk jaminan kesehatan dan bansos tunai sudah terdaftar,” jelasnya.

Ditanya solusi, kelurahan hanya bisa menawarkan tempat tinggal sementara di Rumah Singgah Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo.

“Tapi yang bersangkutan keberatan. Katanya terlalu juah dari tempatnya memulung,” tambahnya.

Soal menyewakan rumah, Jainuddin mengaku kelurahan tak memiliki anggaran. “Kami bukan desa yang memiliki dana tersendiri,” pungkasnya.

Paling Bagus Ditampung Rusunawa

KEPALA Dinas Sosial Banjarmasin, Iwan Ristianto sudah mengutus petugasnya untuk mengecek lokasi musibah bersama orang kecamatan.

“Kami akan lihat dulu, bantuan apa yang bisa diberikan atau yang cocok untuk mereka," ujarnya kemarin (2/8) di Balai Kota.

Yang paling memungkinkan memang menampungnya di Rumah Singgah di Lingkar Selatan.

"Pemko tidak bisa memberikan bantuan bedah rumah karena statusnya rumah sewa bukan rumah pribadi," imbuhnya.

Alternatif terbaik, menempatkan Siti Aminah dan keluarganya di rusunawa yang dikelola pemko.

"Kami bisa menawarkan tinggal di rumah susun sewa. Nanti Dinsos koordinasi dengan Disperkim. Sementara kami data dulu,” tutupnya. (war/fud/ema)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers