MANAGED BY:
KAMIS
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 03 Agustus 2021 14:04
Besar PPKM Dibanding Vaksin
TAHAP PERTAMA: Vaksinasi di Hulu Sungai Tengah beberapa waktu lalu. Daerah kesulitan melakukan vaksinasi lagi karena stok vaksin terbatas. | FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Vaksinasi menjadi satu-satunya harapan bagi penanganan virus corona. Sayangnya, di tengah tingginya minat masyarakat Kalimantan Selatan, Pemprov Kalsel tak mampu menghadirkan stok vaksin. Jika pun datang, tambahan vaksin tak sebanding dengan permintaan.

Di Banjarbaru yang daerahnya tak seluas wilayah lain, proses vaksinasi juga terkendala. Sejauh ini target 173.460 orang atau 70 persen dari seluruh populasi Banjarbaru tak kunjung tercapai. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan belum ada distribusi baru vaksin yang datang ke Banjarbaru. Sementara stok vaksin yang ada sudah terjadwal kepada calon penerima vaksin."Kita masih menunggu distribusi dari provinsi," ujarnya.

Total dosis vaksin yang telah disuntikkan ungkap Rizana berjumlah 76.554 suntikan. Angka ini katanya dibagi lagi menjadi dua klasifikasi. Untuk dosis 1 ada 46.743 orang sementara yang sudah dosis 2 atau lengkap ada 29.811 orang.

Pemerintah Kabupaten Banjar juga serba salah karena sampai hari ini, pemberian vaksin terhenti. Padahal, kebutuhan vaksin sangat mendesak. Sekurangnya, ada 6000 lebih warga yang mendaftar minta divaksin.

“Jumlah daftar tunggu dari masyarakat yang minta diberikan vaksin lebih 6 ribu orang. Kami berhenti membuka pendaftaran jadi jumlah itu masih terbatas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjar dr Diauddin, di Martapura, kemarin.

Menurut Diauddin, pemberian vaksin sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar sesuai permintaan pemerintah pusat yaitu kepada tenaga kesehatan dan pekerja bidang pelayanan. Juga untuk TNI dan Polri di daerah. Dari datanya, sekitar 4.155 tenaga kesehatan sudah menerima vaksin komplit.

Selanjutnya pekerja bidang pelayanan sebanyak 20.996 orang. Sedangkan lansia Cuma 608 orang dan masyarakat umum 6.873 orang serta remaja yang berusia lebih 12 – 17 tahun baru berkisar 210 orang saja.

Di Batola, per 31 Juli 2021 tadi vaksin hanya tersisa 13 dosis. Meski demikian, ada tambahan yang datang. "Sore ini direncanakan vaksin tambahan untuk Batola datang," ujar Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batola, Dwi Korawati kepada Radar Banjarmasin.

Dwi menambah, direncanakan Pemkab Batola akan menerima 155 vial vaksin. Bisa digunakan untuk 1.550 dosis atau orang. "Dinkes direncanakan menerima 90 vial, Polres Batola 20 vial, dan Kodim 1005 Barito Kuala 45 vial," ujarnya.

Sementara itu Sekdakab Batola Zulkipli Yadi Noor berharap droping vaksin dari pemerintah pusat bisa ditambah, karena vaksinasi selama ini tidak bisa memenuhi animo masyarakat. 

Di HSU, antrean warga yang akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 mencapai 10 ribu orang. Ini terbagi di semua fasilitas kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU Danu Fotohena mengatakan warga yang sudah divaksin yang mencapai 36.198 tertanggal 29 Juli 2021. Perluasan vaksin tersandung stok.

"Pemda tidak dapat membeli langsung ke pemerintah pusat terkait vaksin. Selama ini bila habis bersabar menunggu pasokan dari pusat melalui Dinkes Provinsi Kalsel," jawab Danu.

Sementara itu, sampai 31 Juli tadi dari sasaran vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang sudah digunakan sebanyak 47.092 atau 26,23 persen. Sementara Kotabaru mandek di belasan persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru Suprapti Tri Astuti mengatakan yang ditargetkan 251.832 vaksin sementara yang bisa terealisasi hanya sekitar 23.021 untuk vaksin yang pertama dan 12.453 vaksin yang kedua.

Tabalong juga baru mencapai 16,58 persen.Padahal menurut Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani minat masyarakat Tabalong untuk divaksin sangat tinggi. "Ini bisa kita lihat hampir di setiap desa dan kelurahan sudah ada daftar warga yang ingin divaksin. Namun alokasi dan distribusi vaksin ke Tabalong masih terbatas," katanya.

Di Tanah Laut, bahkan realisasi vaksin baru 8,5 persen dari target sasaran 265.763 orang. Bupati Tala Sukamta bahkan berkeinginan Pemkab diizinkan melakukan pengadaan vaksin sendiri agar daerah bisa cepat mencapai target. "Tentu pemerintah pusat memfasilitasi penyediaannya," ucapnya.

Sekda Hulu Sungai Tengah Muhammad Yani mengatakan meski sudah order vaksin ke Pemprov, tetapi hanya sedikit yang datang. Terbaru, dari orderan 9 ribu dosis yang diminta ke Pemprov Kalsel, HST hanya kebagian 3 ribu dosis saja.

Selama ini teknis permintaan vaksin memang melalui Pemprov Kalsel. Nantinya Pemprov akan mengusulkan ke pemerintah pusat. “Tapi ya itu jatahnya tidak selalu sesuai dengan jumlah orderan yang diminta,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar berharap vaksinasi bisa segera mencapai target. "Kami berharap ketersediaan vaksin cukup. Dan semua warga Tanah Bumbu yang masuk kriteria dapat menerima vaksin," ujarnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Bupati Balangan Abdul Hadi. Meski dia memahami semua daerah memang sedang berjuang untuk menambah vaksinasi. “Bukan hanya kiriman vaksin untuk Kabupaten Balangan saja yang terbatas, tapi juga daerah-daerah lain baik di Kalsel maupun di provinsi lainnya hampir di seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, dalam sepekan keperluan vaksin Covid-19 di Kalsel mencapai 126 ribu dosis. Namun, yang datang hanya berkisar antara 34.500 sampai 40.000 dosis.

"Masih tak sebanding, mungkin lebih diutamakan daerah dengan kondisi penularan tinggi di Jawa dan Bali," ujarnya.

Muslim menerangkan, kabar terbaru yang didapat pihaknya, pada bulan ini vaksin Covid-19 akan kembali didistribusikan. "Informasinya nanti vaksin akan lebih banyak yang datang ke Kalsel," terangnya.

Dia mengaku, selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait keperluan vaksin di Kalsel. "Kita sudah sampaikan ke pusat bahwa target kita sehari ada 18 ribu sampai 22 ribu. Jadi, kebutuhan ini selalu kita mintakan," ujarnya.

Realisasi vaksinasi Covid-19 di Kalsel sendiri saat ini paling tinggi baru di sasaran kelompok petugas kesehatan. Dengan capaian lebih 100 persen. Sementara untuk kelompok petugas publik 94,52 persen. Capaian rendah ada di kelompok lansia dan remaja.

"Lansia dan remaja masih rendah. Kelompok lansia masih 18,98 persen, sedangkan remaja baru 815 orang yang tervaksin atau 0,20 persen," terang Muslim.

Stok vaksin Covid-19 Kalsel sendiri saat ini sekitar 66 ribu dosis. Dari sebelumnya hanya 35.509 dosis.

Dengan adanya tambahan vaksin, Muslim berharap percepatan vaksinasi bisa dilakukan. Mengingat saat ini tak hanya dimasifkan tracking, namun juga diiringi dengan masifnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, terkait minimnya stok vaksin di Banua, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar juga sudah meminta langsung ke pusat saat mengikuti rapat terbatas dengan Gubernur dan Bupati/ Wali Kota di Provinsi Luar Jawa – Bali secara virtual, Minggu (1/8).

Dalam kesempatan tersebut, Roy berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi kemudahan distribusi oksigen ke Kalsel. "Serta menambah jumlah pemberian vaksin untuk masyarakat di 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel," harapnya. 

Sehari Perlu Oksigen 322 Ribu Tabung

SEMENTARA ITU, masih tingginya kasus Covid-19 di Kalsel membuat kebutuhan oksigen medis di Banua cukup tinggi. Dinas Kesehatan Kalsel mencatat, saban hari provinsi ini memerlukan oksigen hingga 322 ribu tabung.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim dalam rapat terbatas dengan Gubernur dan Bupati/ Wali Kota di Provinsi Luar Jawa – Bali secara virtual yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Minggu (1/8).

"Kebutuhan oksigen per hari 322 ribu tabung m3. Namun bersifat fluktuatif," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel tersebut.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini terus dilakukan upaya pengaturan penggunaan, agar tidak terjadi kekosongan di Kalsel. “Kendalanya memang suplai tidak cukup, sehingga kita atur saja. Semua se-Indonesia itu meminta tambahan oksigen,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi kemudahan distribusi oksigen ke Kalsel.

"Serta menambah jumlah pemberian vaksin untuk masyarakat di 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel," harapnya.

Dia menuturkan, kebutuhan oksigen di Kalsel beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan. Ini seiring adanya peningkatan jumlah pasien positif covid-19 di rumah sakit. "Di RSUD Ulin Banjarmasin misalnya, kebutuhan oksigen mencapai 800 tabung per hari," tuturnya.

RSUD Ulin Banjarmasin sendiri merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel yang tidak mampu lagi ditangani fasilitas kesehatan di daerah.

Roy mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat drastis, Pemprov Kalsel kini berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai daerah. Seperti Surabaya, Jakarta, Palembang dan Kabupaten Konawe.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas menyebutkan pemerintah pusat juga terus mencari jalan memenuhi kebutuhan oksigen yang melonjak untuk pasien Civid-19 di sejumlah provinsi. (mam/ibn/shn/bar/rvn/mar/zal/mr-155/mal/why/ris/ema)


BACA JUGA

Rabu, 22 September 2021 14:08

Beasiswa Beres Asalkan Dicium? Ada Dugaan Pelecehan Mahasiswi Uniska

  Tak semua korban pelecehan seksual mau membuka diri. Maka…

Rabu, 22 September 2021 13:47

Indikator Berganti Tanpa Dikabari, Masuk Level 4 Karena Vaksinasi Masih Rendah

BANJARMASIN - Rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin dan Banjarbaru…

Rabu, 22 September 2021 13:44

Demi Atmosfer Ilmiah Kampus, ULM Bakal Bangun Lab Senilai 50 Miliar

BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin berusia 63 tahun kemarin.…

Rabu, 22 September 2021 13:42

Harus Belanja, Jangan Sampai Ada Dana Mengendap

BANJARMASIN - Menggerakkan sektor ekonomi di tengah pandemi, Presiden Joko…

Rabu, 22 September 2021 13:03

Banjarmasin Masuk Level 4, Nasib PTM Ditentukan Sepekan Lagi

BANJARMASIN - Pemerintah pusat mengumumkan, Banjarmasin termasuk kota di luar…

Rabu, 22 September 2021 10:56

6 Orang Lapor Swab Antigen Positif, Sudah 117 yang Tak Ikut SKD di HSS

KANDANGAN – Selalu saja ada peserta yang tidak ikut ujian…

Rabu, 22 September 2021 10:55

Jalan Raya Sungai Buluh Rusak Lagi, Makin Bahaya karena Tak Ada Rambu Peringatan

BARABAI - Kondisi jalan raya di Sungai Buluh, Kecamatan Labuan…

Rabu, 22 September 2021 10:51

Indikator PPKM Ditambah Lagi, Wali Kota pun Bingung

BANJARBARU - Lagi, Kota Banjarbaru diberi harapan palsu (PHP) oleh…

Rabu, 22 September 2021 10:46

Karhutla di Jalur A Yani Arah Pelaihari: 300 Meter Lagi Sampai Rumah Warga

BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah…

Rabu, 22 September 2021 08:51
Pemkab Tanah Laut

10 Penyuluh KB Tala Terima Penghargaan dari Presiden

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta menyerahkan secara simbolis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers