MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 04 Agustus 2021 14:53
Belajar Tatap Muka Semakin Tertunda, Perkuliahan Juga Batal Offline
SEDIH: Para siswi SMAN 2 Banjarbaru saat menyambangi sekolahnya beberapa hari lalu. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Banua semakin tertunda.

BANJARBARU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Banua semakin tertunda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel hingga kini masih menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19.

"Untuk menggelar PTM harus ada rekomendasi dari Satgas Covid-19. Sampai sekarang rekomendasi itu belum keluar," kata Kepada Disdikbud Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi.

Dia mengungkapkan, apabila rekomendasi dari Satgas Covid-19 keluar, maka akan menjadi landasan dasar bagi Gubernur Kalsel untuk mengambil keputusan terkait pelaksanaan PTM.

"Kalau pun nanti PPKM berakhir, pelaksanaan PTM juga tetap menunggu rekomendasi Satgas Covid-19," ungkapnya.

Untuk saat ini, Yusuf menyadari belum terbitnya rekomendasi dari Satgas Covid-19 dikarenakan masih meningkatnya kasus Covid-19. Serta, adanya PPKM level 4 di Banjarmasin dan Banjarbaru.

"Kami memahami dan memaklumi itu, rekomendasi belum keluar mungkin karena kasus masih tinggi dan adanya PPKM," ujarnya.

Pada prinsipnya kata Yusuf, keputusan pelaksanaan PTM harus hati-hati, karena kesehatan dan keselamatan peserta didik dan warga sekolah yang diutamakan.

Sebelumnya, Pemprov Kalsel sudah menyusun langkah-langkah persiapan PTM. Rencananya, dari semua sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB hanya sebagian yang melaksanakan PTM. Yakni cuma satu sekolah tiap jenjang tersebut di tiap kabupaten dan kota. Itu pun akan dilihat dulu kesiapan dari tiap-tiap sekolah.

“Rencananya ada sekolah piloting di tiap kabupaten dan kota, belum keputusan. Nanti sekolah yang ditunjuk itu pun akan dilakukan vetifikasi kembali. Apakah sudah benar-benar siap,” papar Yusuf.

Diungkapkannya, sejumlah sekolah yang rencana menjadi piloting untuk jenjang SMA meliputi, SMAN 5 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Martapura, SMAN 1 Rantau, SMAN 1 Daha Utara, SMAN 2 Barabai, SMAN 2 Amuntai, SMAN 1 Awayan, SMAN 1 Pelaihari, SMAN 1 Angsana, SMAN 1 Kotabaru dan SMAN 2 Tanjung.

Sedangkan SMK, meliputi SMKN 3 Banjarmasin, SMKN 2 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Rantau, SMKN 1 Daha Selatan, SMKN 1 Barabai, SMKN 2 Amuntai, SMKN 1 Batumandi, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 1 Simpang Empat, dan SMKN 1 Kotabaru.

“Kemudian SLB ada enam, yakni SLB 3 Martapura, SLB Negeri Pembina, SLB Kotabaru, SLB Kandangan, Balangan dan SLBN 2 Banjarmasin,” beber Yusuf.

Ditunjuknya semua sekolah tadi sebutnya, memang memenuhi kriteria yang dapat menggelar PTM dengan penerapan protokol kesehatan ketat. “Tapi tetap saja akan dilanjutkan verifikasi kembali. Jika nanti tak memenuhi syarat, akan dicoret,” katanya.

Sementara itu, berada di level 4 PPKM membuat Kota Banjarbaru tak diperbolehkan menggelar PTM jenjang TK, SD dan SMP. Meski sebelumnya, kota ini berencana menggelar PTM terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, M Aswan mengatakan pihaknya mengikuti aturan yang ada. Kini, semua sekolah masih melakukan pembelajaran secara daring.

"Jadi proses verifikasi oleh Satgas termasuk juga disampaikan ke Wali Kota bahwa sebenarnya kita siap akan memulai. Tapi saat ingin memulai, ternyata ada peningkatan status, akhirnya ditiadakan PTM nya," katanya.

Dari segala perangkat protokol kesehatan termasuk vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. Aswan menyebut jika sekolah-sekolah khususnya yang berstatus piloting sudah memenuhi semua.

Kendati sudah siap, tapi keselamatan dan kesehatan masyarakat khususnya anak-anak kata Aswan tak bisa membuat PTM nekat dilakukan. "Kita akan menunggu sampai kondisi benar-benar memungkinkan," ucapnya.

Soal parameter kondisi yang memungkinkan menggelar PTM. Dia menyebut standarnya adalah tingkatan level dari status PPKM tersebut.

Jika Kota Banjarbaru turun menjadi PPKM level 3, maka pihaknya tetap tidak ingin mengambil risiko menggelar PTM terbatas. Mengingat secara aturan, level 3 masih tak diperkenankan menggelar PTM.

"Mungkin ketika status level 2 baru mulai menggelar PTM terbatas. Nah soal kapan itu, kita tidak bisa memastikannya, ini kan melihat perkembangan situasi dan kondisi kasus," katanya seraya berharap kasus bisa segera melandai.

Aswan sendiri menyadari bahwa tak sedikit orang tua murid yang merasa kecewa karena dibatalkannya PTM terbatas. Namun, ditekankannya pembatalan ini demi kebaikan dan keselamatan bersama.

"Mohon bersabar, kami pun sebenarnya berharap PTM terbatas. Karena situasi seperti ini kita harus bisa memaklumi bersama. Jadi sekali lagi, kami mohon kesabarannya," tuntasnya.

Sementara itu, rencana perkuliahan tatap muka juga dipastikan batal dilaksanakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Padahal sejak jauh hari, kampus tertua di Kalimantan ini sudah ancang-ancang akan menggelar perkuliahan tatap muka di tahun ajaran baru pada 9 Agustus mendatang.

Wakil Rektor I ULM Bidang Akademik Aminuddin Prahatama Putra menuturkan, karena kasus Covid-19 di Kalsel tinggi, khususnya di Banjarmasin dan Banjabaru tempat kampus ULM, maka perkuliahan tatap muka dipastikan tak dilaksanakan sampai keadaan aman.

Terlebih sebutnya, di dua kota ini masih menerapkan kebijakan PPKM Level IV. Meski kebijakan tersebut sampai tanggal 8 Agustus mendatang, atau sehari sebelum perkualiahan tahun ini dimulai. Namun pihaknya tetap belum berani menggelar perkuliahan tatap muka. “Kami pastikan perkuliahan tetap online,” sebutnya.

Meski demikian, dia menyampaikan, ada beberapa fakultas yang akan tetap menggelar perkuliahan tatap muka. Seperti Fakultas Kedokteran yang harus menggelar praktik. “Namun pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Jumlah mahasiswanya pun dibatasi, tak lebih 50 persen,” terang Amin.

Lalu bagaimana kesiapan ULM menggelar perkuliahan secara online nanti? Amin menerangkan, aplikasi perkuliahan daring sudah diberikan pihaknya kepada semua dosen. Sehingga saat perkuliahan nanti, tak akan ada kendala.

Pengalaman perkuliahan online setahun belakangan sebutnya membuat pihaknya lebih matang menyiapkan perangkat. Khususnya aplikasi perkuliahan secara daring. “Semua dosen diberi aplikasinya. Dulu masih terbatas penggunaanya,” sebut Amin.

Tak bisa digelar perkuliahan tatap muka, harus dirasakan kembali oleh Fahmi. Mahasiswa Fakultas Hukum ULM itu mengaku sudah setahun dia hanya berkutat dengan perkuliahan online.

Menurutnya, tak hanya tak bisa mengenal dekat kawan-kawan seangkatannya, dia juga tak bisa leluasa bertemu dengan dosen. “Ke kampus juga buat apa. Tak ada kegiatan,” keluhnya.

Dia tak bisa membayangkan, jika perkuliahan online berlanjut sampai setahun kedepan, sama seperti dua semester lalu yang digelutinya. “Bosan, tapi mau bagaimana lagi,” imbuhnya.

Hal serupa dituturkan Winda, mahasiswi Fakultas Ekonomi ULM itu mengaku hanya bisa pasrah tak bisa kuliah dengan normal di saat pandemi sekarang. “Bagaimana mau mengenal teman kuliah seangkatan. Bertemu saja tak pernah. Terlebih yang berasal dari luar Banjarmasin,” ucapnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang belakangan kasusnya terus tinggi, ada sisi positif tak dilakukan perkuliahan tatap muka. Meski sudah divaksin, dia sendiri tetap takut tertular. Apalagi di rumah sebutnya, ada orang tua yang usianya sudah uzur. “Ada sisi positif dan negatifnya juga. Mau tak mau sabar aja dengan keadaan,” tuturnya. (ris/mof/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 08:32
Pemkab Tanah Laut

Bupati Terima Bantuan Korban Banjir

PELAIHARI - Kepedulian dari berbagai kalangan terhadap bencana banjir yang…

Jumat, 17 September 2021 08:31
Pemkab Tanah Laut

Atlet PON Resmi Dilepas

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta bersama Ketua Komite…

Jumat, 17 September 2021 08:25
Pemkab Tanah Bumbu

Ahli Waris Menerima Santunan

BATULICIN – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 17 September 2021 08:23
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Gunung Tinggi Gelar Syukuran

BATULICIN – Kelompok Tani Sejahtera di Kelurahan Gunung Tinggi menggelar…

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers