MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 05 Agustus 2021 10:49
Menyambut 17 Agustus di Tengah Pandemi: Disebut PPKM, Wajah Pedagang Mendadak Muram
MERAH PUTIH: Kawasan kaki lima di Taman Sari, oprit Jembatan Antasari. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

Memasuki bulan kemerdekaan republik, pedagang bendera kembali meramaikan kawasan Taman Sari dan Pasar Baru.

-- Oleh: ENDANG S, Banjarmasin

Di kawasan perdagangan Banjarmasin Tengah dekat Jembatan Antasari itu, lapak kaki lima berjejer. Menjajakan bendera, umbul-umbul, dan pernak-pernik merah putih lainnya.

Salah seorang pedagang, Rita menuturkan, keluarganya selalu menantikan bulan Agustus.

“Kami menjual pernak-pernik 17 Agustusan ini sudah 20 tahun lebih,” kata perempuan 48 tahun itu, kemarin (4/8).
“Pada bulan-bulan biasa, berjualan stiker saja,” tambah warga Teluk Tiram itu.

Soal harga, bervariasi tergantung ukuran. Contoh bendera, dari Rp10 ribu sampai Rp75 ribu.

Sedangkan untuk umbul-umbul, paling murah Rp35 ribu. Yang terbesar, setengah lingkaran sepanjang lima meter dibanderol Rp150 ribu.

“Bisa lebih murah kalau beli partai, bukan satuan,” jelasnya.

Ketika disinggung soal PPKM level 4, muka Rita berubah muram. Diakuinya, penjualan menurun, ia menduga lantaran banyak warga yang enggan keluar rumah.

“Turun 50 persen lebih. Dibandingkan tahun lalu, sejak pertengahan Juli sudah ramai dicari pembeli. Apalagi sebelum ada pandemi,” kisahnya.

Apalagi, selama corona masih mewabah, kerumunan juga dilarang. Lomba-lomba untuk merayakan hari kemerdekaan di tengah kampung sudah pasti dilarang.

Sama seperti pedagang lainnya, Rita berharap pagebluk lekas berlalu. Dan kehidupan kembali normal.
"Semoga pandemi berakhir dan para pedagang seperti kami tak lagi menjerit," harapnya.

Bagaimana jika dagangannya banyak yang tak laku sampai Agustus berakhir? Dijawabnya, bendera-bendera itu akan disimpan dan dijual pada Agustus tahun depan.

"Kalau masih ada sisa, disimpan dan dikemas dengan plastik lalu diberi kapur barus untuk dijual lagi pada tahun depan," tutupnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…

Jumat, 03 September 2021 15:42

Kisah dari Tempat Pembuangan Akhir: Karena Tuhan Maha Adil

Gunungan sampah berarti gunungan rezeki. Hidung mereka sudah berhenti mengeluh.…

Selasa, 31 Agustus 2021 12:19

2.021 Nasi Bungkus Dimasak, PPKM yang Malah Disambut Gembira

PPKM yang satu ini memang beda. Singkatan dari Polisi, Pers…

Rabu, 18 Agustus 2021 08:26

Rayakan 17-an di Tengah PPKM, Remaja Kelayan: Tahun ini Lomba Bertahan Hidup

Kabar duka di tengah perayaan hari kemerdekaan. Data per tanggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers