MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 05 Agustus 2021 11:10
Jutaan UMKM Bangkrut, Kalsel Belum Terdata

BANJARBARU - Pandemi Covid-19 yang diiringi dengan berbagai pembatasan kegiatan membuat sejumlah usaha semakin terpuruk. Sektor UMKM termasuk salah satu yang menerima imbas paling parah. Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan, dari 64,2 juta pelaku UMKM di Indonesia, ada sekitar 32,1 juta yang bangkrut.

Khusus di Banua, kemungkinan juga ada banyak pelaku UMKM yang gulung tikar selama pandemi virus corona. Namun, berapa jumlahnya hingga kini belum terdata.

"Kami belum mendatanya. Tapi, situasi begini memang hampir semua (UMKM) sama (kesulitan)," kata Ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) Kalsel, Yeni Mulyani.

Namun, dia mengungkapkan, meski gulung tikar biasanya pelaku UMKM akan kembali membuka usahanya apabila kondisi kembali normal. "Biasanya kuliner tetap jalan, tetapi sesuai sikon pandemi," ungkapnya.

Selain Hipmikindo Kalsel, ternyata Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel juga tidak mendata berapa UMKM yang tutup selama pandemi. "Karena kami lebih fokus ke program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)," beber Kabid Usaha dan Pemasaran Produk pada Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel, Refiansyah.

Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sejak awal diluncurkan pada 24 Agustus 2020, program ini ditargetkan menyasar 12 Juta pelaku usaha.

Refiansyah menyampaikan, program BPUM tahun ini dilanjutkan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. "Berdasarkan data sampel yang kami kumpulkan pada awal pandemi tahun lalu, ada sekitar 3 ribuan UMKM yang terdampak covid," ucapnya.

Lalu bantuan apa yang akan diberikan Pemprov Kalsel untuk UMKM? Dia mengungkapkan, bantuan dana hanya dari pemerintah pusat. Sementara daerah memberikan dukungan dengan memperkuat pengetahuan dan keterampilan UMKM.

"Jadi tugas kita menggelar pelatihan untuk UMKM. Bagaimana cara memasarkan, menjual dan mempromosikan produk," ungkapnya.

Tahun ini kata dia, Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel juga masih akan terus menggelar pelatihan. Salah satunya, terkait pemanfaatan dunia digital. "Mau tidak mau UMKM harus melek digital untuk memasarkan dan menjual produk secara online," kata Refiansyah.

Selain menggelar pelatihan, dia menuturkan, Pemprov Kalsel juga membantu para UMKM mempromosikan produk mereka. "Rencananya kami nanti akan membuka gerai di bandara untuk mempromosikan produk UMKM," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, perpanjangan PPKM membuat 50 persen dari 64,2 juta atau sekitar 32,1 juta pelaku UMKM menutup usahanya.

Selain itu, pandemi Covid-19 dan pembatasan mobilitas membuat 88 persen usaha mikro tidak memiliki kas atau tabungan. Akibatnya, mereka kehabisan pembiayaan keuangan. ’’Sekitar 60 persen usaha mikro tercatat juga mengurangi tenaga kerjanya,” ungkapnya.

Padahal, data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menunjukkan, 64,2 juta UMKM tersebut memiliki kontribusi terhadap perekonomian sebesar 61,07 persen. Atau senilai Rp 8.573,89 triliun.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun juga menuturkan bahwa 30-an juta UMKM bangkrut. Dari jumlah tersebut, pembiayaan 25 juta UMKM berakhir dengan status NPL (non-performing loan) alias tidak mampu membayar kredit. Sebab, omzet mereka kini hanya 10–20 persen dari kondisi normal.

Dia mendorong pemerintah mempercepat penyaluran bantuan presiden produktif usaha mikro (BPUM) sebesar Rp 1,2 juta. Bantuan tersebut setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. ’’Karena sebenarnya momennya sudah telat. Apalagi PPKM level 4 juga sudah diperpanjang lagi,” tegasnya.

Lantas, apakah BPUM Rp 1,2 juta cukup? ’’Ya kalau untuk tukang bakso atau jualan gado-gado itu sudah sangat cukup,” celetuknya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers