MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 10 Agustus 2021 11:35
Tak Pakai Masker Bakal Dicegat, Sanksi Menyesuaikan Kondisi
BAYAR DENDA: Begitu terjaring operasi yustisi, pelanggar prokes langsung disidang. Ada yang didenda hakim, ada pula yang divonis kerja sosial. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Ada yang disanksi kerja sosial, ada pula yang dikenai denda.

Itulah hasil operasi yustisi penegakan prokes di Jalan KS Tubun, depan markas Satpol PP Banjarmasin, kemarin (9/8) pagi.

Puluhan pengendara yang melintas, jika tak mengenakan masker akan dicegat.

Digiring ke dalam mako untuk didata, disidang dan dihukum. Maksimal, pelanggar prokes bisa didenda Rp100 ribu.
Pantauan Radar Banjarmasin, tak sedikit yang mengelak dan memprotes. Walaupun pada akhirnya mereka pasrah juga.

“Saya cuma ingin membeli pisang ke pasar, tapi lupa membawa masker. Disuruh memilih, kerja sosial berupa menyapu jalan atau membayar denda. Saya memilih menyapu," kata Ardiansyah, warga Kelurahan Pekauman.

Persidangan itu ditangani Pengadilan Negeri Banjarmasin. Sekalian saja, pemilik tempat usaha yang terjaring dalam razia sebelumnya juga disidangkan di sana.

Contoh Deden. Ia peracik kopi dari sebuah kafe di Banjarmasin Utara. Ia lebih memilih membayar denda. “Saya ingin lekas-lekas pulang untuk membuka kedai,” ujarnya.

Mengapa sampai terjaring? Deden mengaku sedang apes. Ia sebenarnya sudah menutup kedai, sesuai batasan jam PPKM. Tapi lantaran ada pelanggan yang masih duduk-duduk di kedainya, ia disangka masih menerima pesanan.

Lebih apes lagi, kala itu ia kedapatan tak mengenakan masker. “Iya, saya saat itu tak mengenakan masker,” akunya.

Hakim dari PN Banjarmasin, Putu Agus Wiranata mengatakan, denda mengikuti Perwali Nomor 68 Tahun 2020.
Paling kecil Rp25 ribu dan paling besar Rp100 ribu. Tapi bagi pelanggar yang sedang bokek atau menganggur, hakim memilih menjatuhkan sanksi kerja sosial.

"Kami sesuaikan dengan kondisi perekonomian warga. Apalagi pekerjaan warga yang terjaring rata-rata buruh," ungkapnya.

Sisi lain, bahkan ada bocah berumur 12 yang tahun terjaring. Ia diberikan masker dan disuruh menghafal Pancasila. Sesudah itu disuruh pulang.

Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Banjarmasin, Mulyadi menyebutkan, ada 28 orang yang terjaring. Rata-rata karena tak mengenakan masker.

Rinciannya, didenda ada 18 orang dan disuruh kerja sosial ada 10 orang.

Tapi, yang menjalani sidang ada 39 orang. Digabung dengan hasil operasi yustisi beberapa hari sebelumnya. Kebanyakan pemilik kedai kopi dan rumah makan.

“Pelanggaran mereka tidak mengupayakan menjaga jarak antar pembeli. Atau memicu terjadinya kerumunan,” jelasnya.

Denda yang terkumpul sebanyak Rp1.375.000, semuanya dimasukkan ke kas daerah.

“Terlepas nanti PPKM level 4 dilanjutkan atau tidak, penegakan prokes akan tetap berjalan. Ke depan, sidang di tempat seperti ini kami rencanakan minimal dua kali dalam sepekan," tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers