MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 11 Agustus 2021 10:45
Sidang Lanjutan Kasus Travelindo: Keraguan Jaksa Terbukti
SIDANG LANJUTAN: Sidang kasus PT Travelindo Lusyna di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

BANJARMASIN – Keraguan jaksa atas izin PT Travelindo Lusyna bisa memberangkatkan haji khusus, dibuktikan dengan menghadirkan saksi ahli dari Kanwil Kementerian Agama Kalsel, Hidayurrahman.

Di persidangan, saksi ahli menjelaskan terkait legalitas biro jasa haji dan umrah khusus non kuota milik Supriyadi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Mochamad Yuli Hadi.

“Keterangan saksi, sebelum adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 masih dikatakan illegal. Jadi haji khusus itu diperuntukkan kepada orang-orang yang diundang kedutaan Arab Saudi dan ditambah rekomendasi Menteri Agama,” ujar jaksa Radityo Wisnu Aji menirukan keterangan saksi ahli, (10/8).

Penjelasan ahli ditanggapi pengacara terdakwa Supriyadi, Isai Panantulu. Ia menilai saksi ahli tidak mengetahui legalitas PT Travelindo Lusyana. Karena saksi baru bertugas di bidang haji dan umrah sejak tahun 2019.

“Jadi dari mana ia bisa mengatakan itu ilegal,” sindirnya.

Isai pun menghadirkan dua saksi yang bisa meringankan Supriyadi, yaitu Aliansyah dan Hendrian. Keduanya merupakan mantan karyawan bagian keuangan dan pengurusan visa jamaah haji di PT Travelindo Lusyana.

Saksi membeberkan ada sejumlah aliran dana yang bukan berasal dari Supriyadi, melainkan oleh Agus yang tak lain adik kandung klien. Bahwa sejak manajemen perusahan dipegang Agus (buronan polisi), keuangan perusahaan menjadi kacau.

“Ini tidak benar. Harusnya klien kami dibebaskan tapi malah dihubung-hubungkannya kembali,” jelasnya.
Diwartakan sebelumnya, Supriadi diduga menipu yang menyebabkan kerugian Rp862 juta. Setidaknya, ada lima pengguna jasa biro itu yang melapor.

Akibat perbuataanya, terdakwa dijerat empat pasal, dua dari Undang-Undang Haji. Dua lagi pasal 378 dan 372 KUHP dengan rata-rata hukuman empat tahun penjara. (gmp/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 20:37

Sindikat Penagihan Online Dibongkar Polisi

KOTABARU- Sindikat kantor penagihan di Desa Semayap, Kotabaru, digulung polisi,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:22

Nenek Tanpa Identitas Tewas Ditabrak, Sehari Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Rantau

RANTAU – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi lagi di Tapin,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:17

Yaa Allah..! Pengendara Masuk Kolong Mini Bus

BARABAI - Seorang pengendara motor bernama Misransyah (54) mengalami kecelakaan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:09

1.640,14 gram Sabu Dilarutkan ke Drainase, Hasil Tangkapan Dua Bulan

BANJARMASIN - Barang bukti hasil tangkapan Satres Narkoba Polresta Banjarmasin…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:41

Dipukul, Balas Menikam Hingga Tewas, Satu Persatu Pelaku Dicokok

BANJARMASIN - Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir…

Senin, 18 Oktober 2021 21:50

Heboh..! Fortuner Remuk Ditimpa Kontainer

  BANJARBARU - Warga Banjarbaru dibuat heboh. Pasalnya, satu unit…

Senin, 18 Oktober 2021 16:11

Mayat Bayi Ditemukan di Tepi Laut

KOTABARU -  Temuan mayat bayi di pinggir laut Desa Hilir…

Senin, 18 Oktober 2021 16:10

Ditinggal Pergi, Rumah Ludes Terbakar

PELAIHARI - Rumah yang dihuni Rafi'i di Jalan Lok Serapang…

Senin, 18 Oktober 2021 15:47

Mahasiswi Korban Jambret Luka di Pipi, Tiga Hari Pelaku dan Penadah Berhasil Diringkus

BANJARBARU - Sepekan silam, tepatnya Ahad (10/10) dinihari, Gang Purnama…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:52

Puluhan Kasus Narkoba Diungkap Polres Kotabaru

KOTABARU- Dalam lima bulan terakhir, jajaran Polres Kotabaru gencar memerangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers