MANAGED BY:
JUMAT
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 12 Agustus 2021 12:59
Cuma 25 Pengunjung per Jam, Duta Mall Babak Belur
BUKA TAPI SEPI: Suasana Duta Mall kemarin (11/8). Tampak kereta mainan anak masih beroperasi. Di tengah PPKM, tingkat kunjungan mal semakin menurun. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Selama PPKM level 4, tingkat kunjungan harian ke Duta Mall tak pernah melebihi 10 persen. Sudah ratusan karyawan mal yang dirumahkan.

---

BANJARMASIN – Dalam surat edaran Wali Kota Banjarmasin untuk penerapan PPKM level 4 sampai 23 Agustus nanti, sektor ekonomi masih diperketat.

Dari 18 poin yang dimuat edaran itu, salah satunya, mal wajib tutup. Terkecuali supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari atau apotik yang menjual obat-obatan.

Faktanya, kemarin (11/8) di Duta Mall, tenant di luar pengecualian tetap dibuka.

Seperti restoran yang seharusnya hanya melayani penjualan bungkusan, ternyata menerima pengunjung untuk makan di tempat.

Lalu, meski sepi, wahana bermain anak juga tetap beroperasi. Mainan kereta api tampak memutari atrium mal.
Salah seorang pengunjung, Iin mengetahui bahwa mal ditutup selama PPKM. Tapi di media sosial ia melihat cuplikan bahwa pusat perbelanjaan di Jalan Ahmad Yani km 2,5 itu tetap dibuka.

Iin pun memberanikan diri untuk berbelanja. “Ada beberapa barang yang dicari. Mau beli sabun muka, kebetulan hanya dijual di situ,” jelasnya.

Keadaannya Memprihatinkan

Ketika dikonfirmasi, Manajer Operasional Duta Mall Banjarmasin, Yenny Purnawati mengatakan, sejak PPKM level 4 diberlakukan, tingkat kunjungan harian mal tak pernah melebihi 10 persen.

“Sejak PPKM, per jam hanya ada 25 pengunjung yang masuk,” ujarnya kemarin (11/8).

Dia memperingatkan pemerintah, dampaknya semakin memprihatinkan. Angka PHK dan perumahan karyawan terus bertambah.

“Sudah 50 persen karyawan yang dirumahkan. Kalau kerugian selama dua pekan terakhir, mungkin sudah ratusan miliar rupiah. Karena banyak tenant yang tutup total,” klaimnya.

Dalam angka, yang dirumahkan hampir 500 karyawan. Sedangkan yang diputus hubungan kerja sudah 300 karyawan. “Dari total dua ribu karyawan kami,” sebutnya.

Yenny berharap, pemerintah bisa merenungkan kenyataan ini.

Sisi lain, Duta Mall sedang mengkaji usulan Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPI). Bahwa pengunjung yang sudah divaksin bisa leluasa memasuki mal.

Baginya, apapun program pemerintah untuk mengendalikan pandemi akan didukung. Karena ketika angka kasusnya melandai, pengusaha bisa fokus ke pemulihan perekonomian.

“Kami mendukung usulan itu. Sedang disiapkan dari aplikasi, sosialisasi, hingga training penjaga pintu masuk. Kami siapkan sejak jauh-jauh hari,” bebernya.

Secara teknis, pengunjung diminta menunjukkan surat atau kartu vaksinasi. Kalau tidak membawa, bisa dicek pada aplikasi yang terkoneksi ke data pemerintah.

Masalahnya tinggal, apakah laju vaksinasi di Banjarmasin sudah cukup cepat.

Faktanya, vaksinasi di ibu kota Kalimantan Selatan ini masih rendah. Warga masih sering mengeluhkan kekosongan stok vaksin di puskesmas-puskesmas.

Per 10 Agustus, capaian vaksinasi dosis kedua baru mencapai 2,83 persen. Atau hanya 9.592 orang dari total sasaran 333.815 jiwa.

“Kalau karyawan kami, alhamdulillah sudah 100 persen divaksin,” tutupnya.

Ongkos Pandemi Bisa Membengkak

WALI KOTA Banjarmasin, Ibnu Sina menegaskan, selama PPKM level 4 diberlakukan, mal harus ditutup. Walaupun ia mengakui ingin sekali memberikan relaksasi kepada dunia usaha.

“Tren penularannya mulai menurun. Kalau pas dievaluasi nanti bisa turun pada kriteria level 3, maka PPKM diturunkan ke level 3. Jadi sektor ekonomi bisa dilonggarkan,” ujarnya kemarin (11/8).

Sementara itu, anggota Tim Pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin kembali angkat bicara.

Ditegaskannya, membiarkan tempat yang menghimpun orang banyak berkumpul seperti mal dan pasar tradisional, akan menaikkan risiko penularan.

Diakuinya, kalau dilarang atau ditahan, akan menurunkan daya beli masyarakat dan menaikkan angka pengangguran.

“Ini memang dilema yang tidak mudah dihadapi,” ujarnya. “Tapi pemangku kebijakan bisa berhitung. Mana yang risikonya lebih rendah untuk masyarakat,” tambahnya.

Dalam konteks penanganan pandemi, artinya menyelamatkan nyawa manusia dari bahaya virus. Selain itu, lebih cepat pandemi terkendali, maka semakin lekas pula pemulihan ekonomi bisa dimulai.

Sebaliknya, jika terus dipenuhi keraguan dan terlalu longgar, maka keadaan akan begini-begini saja. Menjadi berlarut-larut.

Dampak terdekat, tingkat kesakitan dan angka kematian yang terus bertambah.

“Ongkos ekonomi yang ditanggung pemerintah, pengusaha dan masyarakat akan semakin besar akibat berlarutnya pandemi. Sementara ongkos kesehatan yang terburuk adalah kehilangan nyawa yang tidak bisa digantikan," tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers