MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 12 Agustus 2021 13:15
Disukai karena Isi Ceramah yang Mudah Dicerna, Begini Hidup Guru Kapuh dari Kacamata Banyak Orang
SALAT JENAZAH : Ribuan jemaah menyalatkan jasad almarhum KH Muhamamd Riduan Baseri di halaman ruang isolasi RSUD Brigjen H Hassan Basry Kandangan. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

KANDANGAN – Kabar duka menyelimuti Kalsel. Ulama kharismatik dari Desa Kapuh, KH Muhammad Riduan Baseri meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjen H Hassan Basry Kandangan, Rabu (11/8) pagi sekitar pukul 09.05 Wita.

Guru kapuh panggilan akrabnya, sebelum tutup usia di usia 55 tahun memang sudah dirawat di RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan sejak 30 Juli lalu.

Kabid Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Brigjen H Hassan Basry Kandangan, Ismayanti membenarkan KH Muhammad Riduan Baseri meninggal dunia di RSUD Brigjen H Hassan Basry Kandangan setelah menjalani sejumlah perawatan selama 13 hari."Beliau dirawat di rumah sakit karena sempat tidak nafsu makan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kabar meninggalnya Guru Kapuh dengan cepat menyebar. Banyak warga membagikan informasi di media sosial (Medsos), bahwa pengasuh majelis taklim Al-Hidayah, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Atthaillah dan Ketua MUI Kabupaten HSS ini tutup usia.

Jenazah Guru Kapuh dimakamkan di alkah keluarga kawasan Ponpes Ibnu Atthaillah Desa Kapuh, Kecamatan Simpur sekitar pukul 13.00 Wita atau setelah salat Dzuhur secara tertutup berdasarkan permintaan keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat. 

Sebelum dimakamkan, ribuan jemaah menyalatkan jasadnya di halaman ruang isolasi RSUD Brigjen H Hassan Basry Kandangan sekitar pukul 12.00 Wita. terlihat Bupati HSS Achmad Fikry, Wakil BupatiSyamsuri Arsyad, Sekda Muhammad Noor serta para Kepala OPD. Salat diimami oleh Habib Salam Al Kaff

Setelah di salatkan, jenazah almarhum Guru Kapuh dibawa menggunakan mobil ambulans ke Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, diiringi ribuan warga yang ingin mengantarkan almarhum untuk dimakamkan di kawasan Ponpes Ibnu Atthaillah. Sebelum dimakamkan, jenazah kembali disalatkan di Pendopo Guru Kapuh yang diimami KH Ahmad Syairazi.

Anak pertama KH Muhammad Riduan Baseri, Ahmad Fauzan mengucapkan terima kasihnya kepada para tenaga medis yang telah berjuang membantu kesembuhan almarhum. “Mewakili pihak keluarga kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wabup dan seluruh jajaran Pemkab HSS yang terus mendukung dan mendoakan kesembuhan Almarhum. Meski pada akhirnya takdir berkata lain,” ujarnya.

Dirinya berharap, meski almarhum sudah meninggal. Ilmu dan pelajaran yang sudah diberikan bisa terus diamalkan. “Yang paling penting itu, Abah sangat kooperatif dengan berbagai program pemerintah demi kemashalatan umat, termasuk dengan penerapan protokol Covid-19. Ini salah wasiat abah, mari kita dukung pemerintah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19,” katanya.

Kepergian pria yang lahir di Desa Kapuh 7 Januari 1965 itu memberikan duka yang mendalam bagi jemaahnya.Tak hanya sekitar Ponpes Ibnu Atthaillah saja, tapi jemaah dari luar daerah yang ikut berdatangan.

Aidi (61) warga Desa Sungai Pinang Kecamatan Daha Selatan juga datang bersama rombongan ke pemakaman Guru Kapuh. Ia mengaku jika ceramah yang diberikan Guru Kapuh lebih mudah dipahami. “Ceramah beliau mudah dipahami, sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia biasanya mengikuti majelis yang diadakan empat kali selama satu minggu setiap Kamis malam, Jumat sore, Minggu siang dan Rabu sore hari.“Tapi beberapa hari terakhir ini tidak ada pengajian karena beliau sakit,” tuturnya.

Dirinya ingat pesan yang disampaikan oleh Guru Kapuh yaitu supaya para jemaah menjaga kesehatan dan terus menjaga diri. Serta almarhum berpesan agar tidak mengejar dunia saja apalagi dunia semakin tua. “Kejar dunia seadanya. Akhirat paling penting. Dunia sudah tua. Harus ingat bagaimana nanti meninggal,” kenangnya.

Hal serupa juga dikatakan Firmansyah jemaah asal Kandangan Kecamatan HSS. Menurutnya Guru Kapuh merupakan ulama yang paling dihormati. “Kami merasa kehilangan beliau. Karena tidak ada yang seperti beliau,” ujarnya.

Bupati HSS Achmad Fikry menilai sosok Guru Kapuh merupakan ulama yang mendukung kebijakan umara. Khususnya, dalam penanganan covid-19.

“Kami sangat kehilangan guru kami,” ucapnya yang mengapresiasi masyarakat yang hadir mematuhi prokes sesuai dengan permintaan keluarga almarhum.

KH Muhammad Riduan Baseri lahir di Desa Kapuh pada t 7 Januari 1965. Ayahnya bernama H Hasan bin Baseri, ibunya bernama Hj Jauhar binti H Athaillah bin H Abdul Qadir bin H. Sa’duddin atau H Muhammad Tayyib Taniran yang dikenal dengan Datu Taniran bin H M Asad bin Puan Syarifah bin Syekh H Muhammad Arsyad Al Banjari.

Guru Kapuh memiliki istri bernama Hj Nailah. Dari pernikahannya ini ia dikaruniai lima orang anak, yakni Ahmad Fauzan, Khafifah, Khalilah, Rahel Maryam, dan Muhammad Ihsan Zaini.

Guru Kapuh, sudah sejak kecil mendapat pendidikan agama. Baik secara langsung oleh orang tuanya sendiri maupun melalui guru mengaji yang ada di desa tempat tinggalnya.

Orang tuanya dikenal masyarakat sekitar sebagai tokoh yang sering memberikan ceramah dan khutbah. Ayahnya lebih dikenal dengan nama Tuan Guru H Hasan Baseri.

Guru Kapuh merupakan murid dari Guru Hurairah atau yang dikenal dengan Guru Hurai bin KH Muhammad Aini Al Hafiz dari Desa Pandai Kecamatan Kandangan. Guru Hurai merupakan satu-satunya Qari yang fasih dalam membaca Al Quran dan menjadi rujukan Tajwid AlQuran bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan.

Guru Kapuh juga pernah mendapat pendidikan formal, usia 7 tahun di SDN Kandangan dan lulus pada tahun 1979. Kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Amawang dan lulus pada 1982. Kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Jawa Timur untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama, bahasa Arab dan bahasa Inggris selama empat tahun.

Pada tahun 1992 melanjutkan mengaji kitab ke Martapura kepada KH Muhammad Zaini Gani atau yang lebih dikenal Guru Sekumpul. Saat itu, Guru Sekumpul masih di Kampung Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Saat belajar di Martapura. Guru Kapuh mengajar di Sekolah Menengah Islam Hidayatullah (SMIH) Martapura dan Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Martapura sampai tahun 1998. Di Sekumpul ia mendapatkan bimbingan tasawuf dan menjalani suluk melalui tarekat dan amalan-amalan sufi dari Guru Sekumpul.

Setelah di Martapura selama enam tahun ia pulang ke kampung halaman dan mengajar di Pondok Pesantren Darul Ulum Amawang Kecamatan Kandangan dan membuka pengajian di Masjid Al Hidayah.

Selain itu Guru Kapuh pernah menjadi Wakil Ketua Karang Taruna Desa Kapuh, tahun 1990, Ketua Remaja Masjid Al Hidayah Desa Kapuh, tahun 1990, Ketua Dewan Penasehat Majeli Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2007-2012 dan 2012-2017, Ketua Dewan Penasehat Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Hulu Sungai Selatan, 2011-2016, Ketua Yayasan Al Baladul Amin, Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Athaillah, Pengasuh Majelis Taklim Al Hidayah, serta Ketua MUI Kabupaten HSS. (shn/ran/ema)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:38

Jembatan Basit Batal Diberi Nama Tokoh Kalsel

BANJARMASIN - Jembatan Basit yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:34

2022, TPA Banjarbakula Kenakan Tarif

BANJARBARU - Sejak diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Februari…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:32

Saatnya Buka Semua Sekolah Belajar Tatap Muka

BANJARBARU - Melihat semakin melandainya kasus Covid-19 di Banua, Dinas…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:41

Jokowi: Jembatan Alalak, Tahan Gempa dan Kuat Sampai 100 Tahun

BANJARMASIN - Presiden RI Joko Widodo, (21/10) akhirnya meresmikan Jembatan…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:39

Presiden Pantau Vaksinasi, Mahasiswa Demo

BANJARMASIN – Sebelum meresmikan Jembatan Basit Presiden RI Joko Widodo…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:35

Vaksinasi Lansia di Banjarbaru, Meski Tinggi Masih Ada yang Anti

BANJARBARU - Di tingkat Kalsel, cakupan vaksinasi untuk kategori lanjut…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:19

Menahan Dingin dan Hujan Demi Presiden

BANJARMASIN - Menuju Jembatan Sungai Alalak, Presiden Joko Widodo sempat…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:15

Kartu Merah untuk Jokowi-Ma’ruf, ke Banjarmasin Jokowi Disambut Demo Mahasiswa

BANJARMASIN – Mahasiswa dari berbagai kampus di Banjarmasin menggelar aksi…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:09

Vaksinasi Massal Pelajar Digelar

BATULICIN – Desa Persiapan Hidayah Makmur bersama Kodim 1022 TNB…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:08

Bupati Zairullah Bangga Investasi Lokal

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar ikut menghadiri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers