MANAGED BY:
SABTU
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 19 Agustus 2021 13:19
Dipicu Uang Ratusan Ribu, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
24 ADEGAN: Rekonstruksi pembunuhan itu digelar di halaman Mapolsek Banjarmasin Selatan, kemarin (18/8). | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Kasus pembunuhan yang dipicu uang ratusan ribu rupiah direka ulang penyidik Polsek Banjarmasin Selatan, kemarin (18/8).

Insiden berdarah itu terjadi di Jalan Lingkar Dalam RT 12 Basirih Selatan pada akhir Juli lalu.

Tersangkanya adalah Muhammad Ridho (22) warga Jalan Merpati II, Banjarmasin Selatan dan Arbani (28) warga Tabukan, Kabupaten Barito Kuala.

Korbannya adalah Riduan (48) warga Tatah Makmur, Kabupaten Banjar.

Rekonstruksi di halaman mapolsek di Jalan Tembus Mantuil itu menghabiskan 24 adegan. Korban diperankan warga, sedangkan saksi diperankan anggota kepolisian.

Latar belakangnya adalah dendam yang dipicu perkara uang.

Ceritanya, Arbani bertemu Ridho di tempat kerjanya. Ia curhat soal korban yang menilep uang Rp400 ribu untuk upah bongkar muat kayu galam.

Ridho terkejut, ternyata bukan hanya ia yang pernah dikerjai korban. Karena Ridho mengetahui uangnya Rp800 ribu pernah dicuri korban.

Singkat cerita, mereka sepakat mendatangi korban untuk memberikan pelajaran. Mereka membekali diri dengan dua bilah sajam jenis belati.

Begitu bertemu korban, tanpa basa-basi, Arbani langsung menagih bayarannya. Riduan dengan santai meminta agar masalah itu jangan dibicarakan di rumahnya.

Ketiganya kemudian sepakat untuk mencari tempat lain untuk mencari solusi atas masalah itu. Mereka berboncengan bertiga dengan menaiki satu motor.

Merasa sudah lama saling kenal, korban rupanya tak menyadari bahaya yang sedang mengancam nyawanya.
Setiba di lokasi kejadian, baru turun dari motor, Ridho melepas tusukan ke arah perut. Tapi secara refleks, Riduan berhasil menghindar.

“Tega sekali kamu melihat kawan begini,” seru korban.

Pada serangan berikutnya, Ridho tak lagi meleset. Terluka, korban sempat berlari ke arah jalan raya untuk mencari pertolongan. Tapi kembali ditarik Ridho dengan mudah.

Dalam adegan-adegan ini, Arbani hanya duduk di atas motor melihat keadaan.

Dengan dingin Ridho menyayat kepala korban. Kesakitan dan melawan, hingga wajah Arbani terkena sikutan. Saat itulah, emosi Arbani tersulut.

Ia kemudian mengambil belati di boks motor dan menikam pinggang korban. Ia bukan lagi sekadar penonton.

Riduan sempat berjalan dengan terhuyung-huyung sampai akhirnya tersungkur. Kedua pelaku pun langsung kabur.

Keduanya kemudian menuju galangan penjualan kayu galam, tempat mereka bekerja. Menyalakan perahu kelotok dan kabur lewat sungai.

Yang menarik, sebelum menghilang dan menjadi buronan, Ridho sempat berpamitan dengan orang tuanya.

Pada akhirnya, 26 Juli lalu, Ridho ditangkap polisi di Kecamatan Kuripan, Batola. Disusul sehari kemudian, Arbani dibekuk saat bersembunyi di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

Lantaran melawan saat hendak ditangkap, tersangka kedua sempat ditembak untuk dilumpuhkan.

Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan AKP Sunarto mengungkap, keduanya disangkakan pembunuhan berencana. Yakni pasal 340 jo 338 KUHP.

“Kasus ini terungkap berkat keterangan saksi yang mengarahkan penyelidikan kepada Ridho dan Arbani,” jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, 24 Juli, warga menemukan tubuh pria bersimbah darah di sebuah lapangan kosong.

Setelah olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi, tak sampai sepekan, para tersangka sudah diringkus. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers