MANAGED BY:
KAMIS
02 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 19 Agustus 2021 14:17
Tentang Tarif Baru PCR: Bandara Masih Enggan Turunkan Harga, Rumah Sakit Mengaku Untung Tipis
Foto ilustrasi

BANJARBARU - Melalui surat edaran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta kebijakan biaya tertinggi tes polymerase chain reaction (PCR) mulai diterapkan, Selasa (17/8) tadi. Namun, hingga kemarin (18/8) di Kalsel masih ada penyedia layanan tes PCR yang mematok harga melebihi batas.

Salah satunya layanan tes PCR di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Kemarin, mereka masih memberlakukan biaya lama. Yakni, Rp777 ribu dengan hasil diketahui satu hari setelah tes. Serta, Rp888 ribu untuk hasil PCR keluar cepat lebih celat: langsung pada hari tes.

Padahal, Kemenkes telah mengumumkan, per Selasa (17/8) batas biaya tertinggi tes PCR di Jawa-Bali sebesar Rp495 ribu dan Rp525 ribu untuk di daerah lain. Termasuk di Kalimantan Selatan.

Terkait masih belum diturunkannya biaya tes PCR di bandara, Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan hal itu dikarenakan pihaknya masih merapatkan ketentuan harga tes PCR dengan unit stakeholder terkait. Yakni, pengelola, PT Angkasa Pura I dan pemerintah daerah.

Selain itu, dia menyampaikan, pihaknya juga masih menunggu arahan dari Kemenkes terkait implementasi kebijakan biaya tertinggi tes PCR di lapangan.

"Siang ini (kemarin) kita mau zoom meeting dengan Kemenkes terkait implementasi di lapangan," beber Zulfian.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim memastikan semua fasilitas kesehatan di Banua nantinya akan menerapkan aturan biaya tertinggi tes PCR. "Kebijakan itu otomatis berlaku di tiap daerah, termasuk di Kalsel," ujarnya.

Terkait masih adanya fasilitas kesehatan yang belum menurunkan biaya tes PCR, dia menuturkan pembinaan bakal dilakukan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota. "Ini untuk memastikan semua faskes mematuhi aturan biaya tertinggi tes PCR " papar Muslim.

Diungkapkannya, pelayanan tes PCR berbayar selama ini dibuka fasilitas kesehatan untuk masyarakat sebagai syarat bepergian ke luar provinsi. "Tapi kalau dalam rangka testing dan tracing disiapkan pemerintah secara gratis," ungkapnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menuturkan, seluruh fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan laboratorium harus menerapkan ketentuan harga tertinggi tes PCR yang telah ditetapkan.

Selain itu, hasil pemeriksaan PCR juga harus dikeluarkan dalam durasi 24 jam dari pengambilan swab. "Kami harap Dinkes provinsi dan kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan tarif tertinggi untuk pemeriksaan tes PCR sesuai kewenangan masing-masing. Evaluasi tarif tertinggi ini akan ditinjau ulang sesuai kebutuhan," ujar dia.

Abdul juga mengatakan, ketentuan tarif harga tertinggi ini mulai berlaku mulai Selasa (17/8). "Mulai Selasa pagi berlaku, akan dikeluarkan SE-nya," ucapnya. 

Rumah Sakit Mengaku Untung Tipis

SEMENTARA ITU, di Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin, kebijakan ini sudah terlihat diterapkan. Tarif tes PCR di rumah sakit ini tak lagi menerapkan harga lama. “Kami tetapkan harga baru sesuai edaran Kemenkes,” terang PJS Direktur Rumah Sakit Ciputra Mitra Hispotal Banjarmasin, dr Sony kemarin.

Dia mengatakan penyesuaian tarif ini akan menggerus laba, sehingga pihaknya perlu melakukan efisiensi dan pengendalian yang lebih ketat, juga berkoordinasi dengan penyedia reagen untuk meminta penurunan harga. “Kami sedang berkoordinasi dengan vendor untuk meminta penurunan harga,” katanya.

Dia memastikan, meski tarif tes PCR di tempatnya mengalami penurunan harga. Namun pelayanan tetap sama seperti sebelumnya. Hasilnya pun sebutnya akan bisa didapat keesokan hari setelah pemeriksaan. “Meski turun harga, pelayanan tetap sama seperti dulu,” tegasnya.

Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin sendiri menjadi alternatif masyarakat untuk pemeriksaan Covid-19. Di sini, dalam sehari rata-rata ada sekitar 100-300 warga yang datang untuk pemeriksaan.

Disampaikan Sony, turunnya tarif tes PCR yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, tentu saja sangat membantu masyarakat yang memiliki dana terbatas. “Dengan turunnya tarif ini, juga dapat mempercepat penelusuran kasus yang berujung dapat menekan angka kasus Covid-19,” tandasnya.

Sementara, Juru Satgas Covid-19 Kalsel, Muhammad Muslim menegaskan, pihaknya akan melakukan pantauan jika ada tempat fasilitas kesehatan swasta yang belum menurunkan harga tes PCR. Dia juga menyampaikan, surat edaran dari Kemenkes sudah diteruskan ke rumah sakit yang melayani pemeriksaan tes PCR. “Kami imbau jangan ada yang mematok tarif di atas harga yang sudah ditetapkan,” ucapnya.

Dia meminta, kepada semua masyarakat jika ada fasilitas kesehatan yang mematok tarif di atas harga Rp525 ribu. “Sampaikan ke kami, sangat mudah mengetahuinya, jika masyarakat bayar lebih,” kata Muslim kemarin.

Di sisi lain, Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kalsel yang saat ini menerima tes PCR mandiri juga melakukan penyesuaian tarif. Dari tarif sebelumnya Rp900 ribuan. Tarif baru menjadi Rp525 ribu. Dijelaskan Kepala UPT Labkes Kalsel, Susi Hermina, sejak Juli lalu pihaknya melayani tes PCR mandiri di luar dari tracing kontak konfirmasi positif Covid-19.

Dikatakannya, penyesuaian tarif ini tak bisa serta merta dilaksanakan pihaknya, sebab harus mengubah peraturan pungutan retribusi. Saat ini sebutnya, pihaknya sudah membuat telaahan ke Dinas Kesehatan untuk mengubah tarif. “Semoga payung hukum pungutan retribusi tersebut bisa selesai cepat,” katanya.

Susi mengaku tahun ini pihaknya ditarget pendapatan sebesar Rp5,5 miliar. Ia optimis bisa mencapai target karena sampai saat ini realisasi sudah berjumlah Rp2,1 miliar setelah ada payung hukum ini. Diungkapkannya, dalam sehari pihaknya bisa memproses 194 spesimen. Mesin PCR yang ada mempunyai 96 hole. Dalam sehari dilaksanakan 2 kali ekstraksi. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers