MANAGED BY:
SABTU
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 20 Agustus 2021 10:25
Rp 9,9 Miliar untuk PCR dan Oksigen, Terkendala karena Tim Pengadaan Masih Isoman
BELI ALAT PCR: Pemkab HST kembali menggeser anggaran untuk pembelian PCR dan oksigen dengan nilai Rp9,9 miliar. | FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN

BARABAI - Rumah Sakit Haji Damanhuri (RSHD) Barabai berencana membeli alat tes polymerase chain reaction (PCR) dan oksigen dengan nilai Rp9,9 miliar. Namun pembeliannya masih terkendala karena tim pengadaan sedang menjalani isolasi mandiri.

“Untuk pembelian ini sudah kami lakukan pergeseran anggaran dari sisa anggaran belanja tak terduga (BTT). Karena anggaran di RSHD tidak mencukupi,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah HST, Teddy Taufani, Senin (16/8) lalu.

Teddy menambahkan belanja besar-besaran ini sebagai persiapan jika Covid-19 di Hulu Sungai Tengah tak terkendali. “Takutnya kasus terus melonjak. Kalau demikian akan dilakukan refocusing lagi. Tapi belum tahu angkanya berapa,” jelasnya.

Padahal fakta di lapangan realisasi refocusing anggaran yang dilakukan sebelumnya masih minim. Dari anggaran Rp10,1 miliar, sampai bulan Juni tadi terealisasi hanya Rp1,2 miliar. Ini laporan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani Covid-19 seperti Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Sosial, kecamatan dan kelurahan.

“Realisasinya baru 12,5 persen. Kurang tahu kenapa realisasi di SKPD lambat. Tapi ini realisasi keuangan, kalau realisasi fisik mungkin lebih tinggi persentasenya. Contoh pengadaan alat Covid-19 dan obat-obatan,” bebernya.

Teddy berharap realisasi anggaran bisa segera ditingkatkan. Mengingat anggaran refocusing ini fokusnya kepada penanganan Covid-19. “Jadi kalau bisa laporan pertanggungjawaban jangan sampai lambat. Kawan-kawan di SKPD bisa memanfaatkan secara maksimal,” pesannya.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan HST, Hernawati menjelaskan pihaknya sudah berusaha memenuhi ketersediaan obat dan vaksin. Namun di lapangan menemui kendala. Contohnya suplai dari Pemprov Kalsel dan Pemerintah Pusat minim. “Jadi otomatis obat dan vaksin di puskesmas HST saat ini kosong,” katanya dalam rapat Satgas Covid-19 bersama DPRD HST belum lama ini. (mal/dye/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 17:41

Jokowi: Jembatan Alalak, Tahan Gempa dan Kuat Sampai 100 Tahun

BANJARMASIN - Presiden RI Joko Widodo, (21/10) akhirnya meresmikan Jembatan…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:39

Presiden Pantau Vaksinasi, Mahasiswa Demo

BANJARMASIN – Sebelum meresmikan Jembatan Basit Presiden RI Joko Widodo…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:35

Vaksinasi Lansia di Banjarbaru, Meski Tinggi Masih Ada yang Anti

BANJARBARU - Di tingkat Kalsel, cakupan vaksinasi untuk kategori lanjut…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:19

Menahan Dingin dan Hujan Demi Presiden

BANJARMASIN - Menuju Jembatan Sungai Alalak, Presiden Joko Widodo sempat…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:15

Kartu Merah untuk Jokowi-Ma’ruf, ke Banjarmasin Jokowi Disambut Demo Mahasiswa

BANJARMASIN – Mahasiswa dari berbagai kampus di Banjarmasin menggelar aksi…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:09

Vaksinasi Massal Pelajar Digelar

BATULICIN – Desa Persiapan Hidayah Makmur bersama Kodim 1022 TNB…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:08

Bupati Zairullah Bangga Investasi Lokal

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar ikut menghadiri…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:07

Perencanaan Titik Awal Keberhasilan Pembangunan

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta membuka secara…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:06

Bupati Tala Siap Mendukung Pembangunan Madrasah

TAKISUNG - Selain pengetahuan umum yang diajarkan di madrasah, pengetahuan…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:02

Awas, Kasus DBD di Banjarmasin Mulai Meningkat

BANJARMASIN - Belum bebas dari pandemi COVID-19, warga Kota Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers