MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 20 Agustus 2021 10:35
Minyak Ajaib itu Minyak Biasa, Pelaku: Otak Penipuan Masih Buron
SALING PAPAH: Edi Simatupang yang tak sanggup berjalan karena kakinya ditembak polisi, dipapah oleh tersangka lainnya. Satu tersangka masih buron. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Lima penipu dengan modus janji ajaib menggandakan uang dihadirkan Polsek Banjarmasin Selatan dalam rilis perkara, Rabu (18/8).

Empat pelaku ditembak. Salah satunya otak kasus ini, Edi Simatupang.

Dengan terpincang-pincang pria 54 tahun itu berjalan dari sel tahanan menuju aula mapolsek.
Karena tak kuat berjalan, ia dipapah rekan-rekannya Marhat (50), Muhammad Rizal (41), Adri Junaidi (43) dan Khairul Anwar (53).

Edi menyangkal habis-habisan bahwa ialah otak penipuan tersebut. Ia menyebutkan nama Fahrudin, pelaku yang masih buron sebagai pemilik ide penipuan ini.

“Dalang sebenarnya dia. Kami sudah lama saling kenal. Saya kebetulan berbisnis barang antik. Karena pekerjaan itulah maka Fahrudin menghubungi dan mengajak saya,” dalihnya.

Edi sendiri baru sepekan tiba di Kalsel. Ia orang Sulawesi Selatan.

“Tugas saya hanya memerankan ritual. Minyak itu memang minyak biasa,” tambahnya.

Penyangkalan itu berbanding terbalik dengan fakta bahwa Edi lah yang menerima bagian terbanyak disbanding pelaku lainnya. Edi mengambil sebanyak Rp32 juta.

“Pembagian itu bukan karena saya yang lebih banyak bekerja. Tapi karena operasionalnya menggunakan uang saya,” sangkalnya.

Yang hebat, mereka dengan mudah membuat korbannya terperdaya.

Terungkap, sebelum penyerahan uang Rp100 juta di Hotel Kharisma di Jalan KS Tubun, Banjarmasin Selatan pada Rabu (11/8) sore, sudah ada pertemuan pembuka sepekan sebelumnya.

Di sana, korban menyerahkan uang Rp100 ribu. Diolesi minyak, disulap menjadi Rp200 ribu. Tentu saja, penggandaan uang itu trik sederhana. Ketika lengah, Junaidi menyelipkan lagi selembar uang lainnya.

Dari sana, korban meyakini bisa mendapat keuntungan berlipat-lipat dari kawanan ini.

“Korban bisa diyakinkan. Kami lalu merencanakan ritual dengan jumlah uang yang lebih besar,” tutup Edi.

Korbannya adalah Misrudin Noor (53) warga Sungai Paring, Martapura, Kabupaten Banjar. Duit Rp100 juta yang dibawa kabur penipu itu merupakan hasilnya menjual emas. Janjinya, uang itu bakal digandakan 10 kali lebih banyak.

“Mereka beraksi lintas provinsi. Semuanya pernah masuk penjara karena kasus penipuan. Semuanya pemain,” tegas Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Yopie Andri Haryono yang didampingi Kanit Reskrim, AKP Sunarto.

“Terpaksa kami lumpuhkan dengan peluru karena melawan saat hendak ditangkap,” tambahnya.

“Uang mereka tukar dengan potongan kertas kosong. Agar ritual tak gagal, korban diberi syarat hanya membuka bungkusan uangnya setiba di rumah. Begitulah triknya,” jelas Yopie.

Para tersangka dikenakan pasal 378 jo 372 KUHP. “Fahrudin masih DPO, dia warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Soal waktu saja sampai ia tertangkap,” tutupnya yakin.

Kawanan ini ditangkap Kamis (12/8) lalu di tiga tempat berbeda. Yakni di Gambut, Rantau dan Banjarbaru. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers