MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 20 Agustus 2021 10:47
Mural Sindiran Dihapus Satpol PP, Pengacara: Ini Bukti Pemerintah Semakin Anti Kritik
PEMBERSIHAN: Anggota Satpol PP Banjarmasin menghapus mural di Jalan RE Martadinata dengan mengecat ulang tembok eks Pelabuhan Marla tersebut, Rabu (18/8) malam. Satpol PP menyebut mural itu rawan memicu tafsir yang macam-macam. | FOTO: SATPOL PP BANJARMASIN FOR RADAR BANJARMASIN

Latah. Setelah penghapusan mural mirip Pak Jokowi di Tangerang, mural sindiran penanganan pandemi di Banjarmasin dihapus Satpol PP.

***

BANJARMASIN – Mural yang menyindir penanganan pandemi di pagar eks Pelabuhan Marla di Jalan RE Martadinata itu dihapus Satpol PP.

Padahal, mural berwarna kuning cerah dengan tulisan “wabah sebenarnya adalah kelaparan” itu baru terpampang beberapa hari.

Dilapis dengan cat warna cokelat muda, penghapusan pada Rabu (18/8) malam itu ditonton warga sekitar dan pengendara.

“Kami sikapi dengan pengecatan ulang,” kata Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin kemarin (19/8).

Apa alasannya? Dia menyebut nada mural itu mudah ditafsirkan ke mana-mana.

“Ke depan, kami berharap kepedulian warga sekitar. Termasuk RT. Kalau ada indikasi (pelukisan mural) ditindak, agar tak terulang,” tambah mantan Camat Banjarmasin Timur tersebut.

SEBELUM DIHAPUS: Mural sindiran pandemi di Jalan RE Martadinata sebelum dihapus pemko. Foto diambil pada tanggal 17 Agustus kemarin. Foto: Endang S/Radar Banjarmasin

Terpisah, bagi Direktur Borneo Law Firm, Muhammad Pazri, penghapusan mural ini merupakan bukti bahwa ruang kebebasan berpendapat dan berekspresi semakin menyempit.

“Hanya menguatkan dugaan bahwa pemerintah semakin anti kritik,” ujar pengacara muda itu.

Menurutnya, mural atau grafiti merupakan bentuk kritik, ekspektasi dan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kesenian urban.

Penghapusan hanya akan mengarah pada pembungkaman.

Diingatkannya, kebebasan berekspresi dilindungi UUD 1945, UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Hak Sipil dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Selain itu, masyarakat juga memiliki hak berpatisipasi dalam kehidupan kebudayaan. Hak itu, sama pentingnya dengan hak atas pendidikan, hak hidup layak dan hak pelayanan kesehatan.

Hak-hak tersebut diatur dalam ICESCR (kovenan internasional hak ekonomi, sosial dan budaya) yang telah disepakati PBB.

“Bagi saya, mural dan grafiti adalah murni kritik. Bukan hinaan, hasutan, pencemaran nama baik dan tindakan tercela lainnya. Jadi dijamin aman dari jeratan hukum,” tegasnya.

Artinya, tidak boleh ada kriminalisasi terhadap pelukis mural. “Karena kritik adalah bentuk kontrol sosial,” tutup Pazri.

Pembelaan dari Netizen

PENGHAPUSAN mural sindiran itu jelas menuai tanggapan miring dari netizen.

Komentarnya macam-macam. Dari yang pedas hingga yang kocak. Seperti yang bisa dibaca di unggahan akun publik @wargabanua.

“Padahal bagus untuk menghiasi jalan,” kata akun @fitrian_niy.

“Ini cara penyampaian aspirasi. Kalau Anda menghapus, sama saja dengan membungkamnya,” cecar akun @abdulghifari.

“Coba tulisannya tiga periode atau kepak sayap kebhinekaan, pasti kada dihapus (aman),” tulis akun @rifatofficial.
Atau sentilan dari akun @r.sidik51, “Kaya itu ja baperan (terbawa perasaan).”

Ketika berita ini ditulis, postingan itu memperoleh 28 ribu like dan seribu komentar lebih.

Semoga saja, kabar bahwa pelukis mural yang beredar di medsos itu diburu Satpol PP tidak benar adanya. (gmp/fud/ema)  


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 20:37

Sindikat Penagihan Online Dibongkar Polisi

KOTABARU- Sindikat kantor penagihan di Desa Semayap, Kotabaru, digulung polisi,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:22

Nenek Tanpa Identitas Tewas Ditabrak, Sehari Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Rantau

RANTAU – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi lagi di Tapin,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:17

Yaa Allah..! Pengendara Masuk Kolong Mini Bus

BARABAI - Seorang pengendara motor bernama Misransyah (54) mengalami kecelakaan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:09

1.640,14 gram Sabu Dilarutkan ke Drainase, Hasil Tangkapan Dua Bulan

BANJARMASIN - Barang bukti hasil tangkapan Satres Narkoba Polresta Banjarmasin…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:41

Dipukul, Balas Menikam Hingga Tewas, Satu Persatu Pelaku Dicokok

BANJARMASIN - Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir…

Senin, 18 Oktober 2021 21:50

Heboh..! Fortuner Remuk Ditimpa Kontainer

  BANJARBARU - Warga Banjarbaru dibuat heboh. Pasalnya, satu unit…

Senin, 18 Oktober 2021 16:11

Mayat Bayi Ditemukan di Tepi Laut

KOTABARU -  Temuan mayat bayi di pinggir laut Desa Hilir…

Senin, 18 Oktober 2021 16:10

Ditinggal Pergi, Rumah Ludes Terbakar

PELAIHARI - Rumah yang dihuni Rafi'i di Jalan Lok Serapang…

Senin, 18 Oktober 2021 15:47

Mahasiswi Korban Jambret Luka di Pipi, Tiga Hari Pelaku dan Penadah Berhasil Diringkus

BANJARBARU - Sepekan silam, tepatnya Ahad (10/10) dinihari, Gang Purnama…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:52

Puluhan Kasus Narkoba Diungkap Polres Kotabaru

KOTABARU- Dalam lima bulan terakhir, jajaran Polres Kotabaru gencar memerangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers