MANAGED BY:
SABTU
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 25 Agustus 2021 13:39
PPKM STORY
Bikin Spot Wisata Pribadi Selama PPKM
DARIPADA LOWONG: Bushcraft Camp yang dibuka Narwanto di sebuah lahan kebun di Landasan Ulin Utara. | Foto: Ist

Nama saya Narwanto. Selain sebagai pedagang produk eceran di Banjarbaru, saya juga menjadi pengrajin paruh waktu. Namun, kerajinan yang saya buat ini justru beberapa kali membawa saya keluar kota untuk diikutkan pameran oleh pemerintah, lembaga, instansi ke Jakarta, Jogjakarta dan Surabaya. Mengikuti kompetisi ini dan itu. Hasilnya, cukup menarik jika dibanding pameran lokal di Kalimantan Selatan dimana pernah kerajinan saya tidak terjual sama sekali saat pameran.

Namun, sejak muncul Covid 19, aktifitas pameran keluar kota dihentikan, ditunda dan dirubah menjadi pameran virtual. Sejak saat itu, saya memilih untuk berhenti menjadi pengrajin paruh waktu. Kembali fokus pada produk dagangan saya yang lebih bisa menyesuaikan dengan keadaan.

Salah satu penyesuaiannya dengan kondisi pandemi adalah seperti halnya harus jaga jarak, mengurangi kontak fisik secara langsung dan tidak banyak beraktifitas diluar dengan banyak kerumunan.

Saya siapkan ide dan langsung mengeksekusinya, ya, "Kios Kejujuran" seperti itu kebanyakan orang menyebutnya. Saya gunakan konsep tersebut untuk menjual produk saya. Buka 24 jam tanpa ada pintu dan penjaganya. Transaksinya tinggal pilih paket produk, siapkan uang pas dan masukkan pembayaran ke lubang kasir yang mirip kotak amal. Alhamdulillah jalan, sesuai dengan kondisi pandemi hingga tulisan ini saya buat.

Dari sisi usaha, sudah ada solusi. Kini dari sisi psikologis, saya termasuk manusia yang perlu hiburan tiap Minggu. Baik sendiri maupun bersama keluarga. Tidak perlu mewah, cukup ada taman bermain, wahana gemericik air mengalir, ada pohon rindang dan tempat untuk buka Hammock, matras atau tenda sudah cukup.

Namun, kita tahu, sudah beberapa kali tempat wisata bahkan taman-taman umum sempat ditutup, dibuka, ditutup kembali karena adanya PPKM. Jadi, ketika akhirnya Banjarbaru dan beberapa kota kabupaten di Kalimantan Selatan mulai diberlakukan PPKM, saya harus menyiapkan hiburan alternatif.

Ya, saya buka semacam Bushcraft Camp disebuah lahan kebun yang banyak ditumbuhi pohon entah milik siapa. Kebetulan sedang tidak diolah oleh petani sayur di Landasan Ulin Utara. Lahan-lahan seperti ini banyak tersedia di Banjarbaru. Tidak perlu area yang luas, tidak perlu banyak biaya, bahkan tanpa biaya sekalipun. Cukup siapkan tenaga, waktu dan ide kreatif saja.

Akhirnya, jiwa pengrajin saya bisa tersalurkan kembali, tentunya dengan produk yang berbeda pula. Sejak PPKM diberlakukan hingga entah sampai kapan, saya merasa sudah semakin siap. Paling tidak saya dan keluarga kini punya "spot wisata" buatan sendiri untuk "membunuh waktu" entah sampai kapan PPKM diberlakukan.

Jadi, terdampak PPKM atau tidak?

Relatif. Jika dari sudut pandang pendapatan usaha, sejak memulai usaha dagang dari Nol, saya sudah pernah melewati fase tanpa pendapatan sekalipun. Juga pernah merasakan pendapatan naik, datar-datar saja, turun bahkan terjun. Begitu juga dengan kondisi psikologis saya dan keluarga.

Intinya, cara kita menikmati saja. ()


Narwanto

Pandemi telah mengubah kehidupan. Banyak cerita sedih, inspiratif dan lucu yang beredar tentang cara orang-orang bertahan di tengah pembatasan. Mulai edisi ini, Radar Banjarmasin menerbitkan rubrik PPKM Story sebagai media berbagi kepada yang terdampak lain, sekaligus aspirasi bagi penentu kebijakan. Jika Anda punya cerita menarik dari pengalaman Anda dengan PPKM silahkan kirimkan ke email [email protected]


BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers