MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 26 Agustus 2021 10:16
Penghapusan Mural dapat Perlawanan, Ibnu Sina: Saya Tak Anti Kritik
URBAN: Eks Pelabuhan Marla di Jalan RE Martadinata. Kawasan ini sudah menjadi ruang favorit bagi seniman mural di Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku dirinya tak anti kritik. Baginya kritik sepedas apapun tak masalah. Termasuk kritik yang dicoretkan di tembok lewat mural atau grafiti. Tapi, benarkah demikian? Ayo kita lihat di lapangan.

***

BANJARMASIN – Dinyatakan ketika menanggapi penghapusan mural di Jalan RE Martadinata oleh Satpol PP. Mural bernada kritik tidak masalah. Asalkan bagus saja tak masalah. Saya tidak anti kritik. Orang demo yang teriak-teriak di sini saja dilayani," ujarnya (25/8) di Balai Kota.

"Pemko bahkan dahulu pernah menggelar lomba mural. Jadi sebenarnya seniman sudah diberikan ruang," tambahnya.

Kalau tak bisa melukis mural, kanal resmi untuk saran dan kritik juga tersedia. Contoh lewat aplikasi e-Lapor.
Soal ruang untuk berkarya, Ibnu menyarankan, seniman bisa bekerja sama dengan pemilik tempat usaha. Misalkan restoran dan kafe. Tembok mereka bisa dihiasi dengan mural.

"Bisa berekspresi di situ. Menuangkan pesan-pesan optimis. Saya kira itu bisa. Secara umum, kalau nadanya positif, pasti aman-aman saja. Takkan ada yang merasa bermasalah,” tukasnya.

Sebenarnya, pernah muncul ide untuk menjadikan Flyover Gatot Subroto untuk ruang melukis mural. Disinggung soal itu, Ibnu mengakui, gagasan itu keburu ramai didebatkan.

“Bagi yang mengkritik mural atau grafiti sebagai vandalisme, pasti akan bereaksi. Jadi saya kira, begitulah, di kota ini selalu ada pro dan kontra,” bebernya.

Masalahnya, pernyataan Ibnu berkebalikan dengan kenyataan di lapangan.

Pada 18 Agustus lalu, sebuah mural yang menyentil penanganan pandemi, bunyinya “Wabah sebenarnya adalah kelaparan” ditimpa Satpol PP Banjarmasin dengan cat hijau.

Mural di pagar eks Pelabuhan Marla itu baru mejeng beberapa hari.

Alasan penghapusannya pun tak tegas. “Nada mural itu mudah ditafsirkan ke mana-mana,” kata Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Beberapa hari berselang, muncul riak perlawanan. Di tembok yang sama ditempeli pamflet. Isinya, “Dilarang berkreasi di negara demokrasi. Mural dihapus paksa, koruptor dielus manja.”

Di bawahnya, muncul coretan lawas, “Wabah sebenarnya adalah kelaparan.”

Lagi-lagi tak bertahan lama. Tapi kali ini tak dihapus. Melainkan ditimpa mural baru yang estetis tapi tak kritis. 

Dihapus Masih Terdengar

KURATOR seni rupa di Banjarmasin, Hajriansyah menilai penghapusan mural itu terjadi lataran pemko kurang memahami mural sebagai ekspresi publik.

"Belum lagi menyangkut soal kebebasan bersuara. Dalam berdemokrasi, sah-sah saja. Bahkan mereka yang menyampaikan aspirasi justru mesti dilindungi," ucapnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (25/8).

Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin itu menambahkan, hanya karena tersindir lalu dihapus, artinya pemko telah bertindak berlebihan.

"Saya membaca tulisan itu netral saja. Bisa menjadi refleksi bagi siapa saja yang melihatnya. Dan mural itu tidak ditujukan khusus untuk pemerintah," tambahnya.

Hajriansyah lantas mempertanyakan, mengapa mural tak dilihat sebagai karya seni saja.

Selain itu, sebelum menghapus, pemko masih bisa berdiskusi. "Kan bisa bertanya kepada para seniman. Toh di Banjarmasin sudah ada dewan kesenian," sarannya.

Hajriansyah kembali menekankan. Mural atau grafiti adalah bagian dari kesadaran masyarakat. "Memahami bahwa seni adalah konstribusi kami terhadap pembangunan kota ini,” tutupnya.

Senada dengan dosen filsafat dan seni di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sumasno Hadi.

Baginya, tren mural kritik merupakan bukti kepedulian pegiat seni urban terhadap keadaan politik dan sosial.
“Bukti bahwa publik masih cukup peduli,” ujarnya. Jika ternyata dihapus aparat pemko, diingatkannya, kebebasan berpendapat itu dilindungi.

“Pendapat atau pikiran warga yang diekspresikan dilindungi undang-undang. Tinggal pilihan medianya. Apakah dituangkan pada medium yang menabrak hukum atau tidak,” jelas Sumasno.

Intinya, fenomena ini lumrah dalam masyarakat yang sedang belajar demokrasi.

“Meski dihapus, masih terdengar jelas. Tinggal kualitas suaranya saja yang ditelusuri. Apakah suara itu jujur, merdu, atau latah,” tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:38

Jembatan Basit Batal Diberi Nama Tokoh Kalsel

BANJARMASIN - Jembatan Basit yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:34

2022, TPA Banjarbakula Kenakan Tarif

BANJARBARU - Sejak diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Februari…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:32

Saatnya Buka Semua Sekolah Belajar Tatap Muka

BANJARBARU - Melihat semakin melandainya kasus Covid-19 di Banua, Dinas…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:41

Jokowi: Jembatan Alalak, Tahan Gempa dan Kuat Sampai 100 Tahun

BANJARMASIN - Presiden RI Joko Widodo, (21/10) akhirnya meresmikan Jembatan…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:39

Presiden Pantau Vaksinasi, Mahasiswa Demo

BANJARMASIN – Sebelum meresmikan Jembatan Basit Presiden RI Joko Widodo…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:35

Vaksinasi Lansia di Banjarbaru, Meski Tinggi Masih Ada yang Anti

BANJARBARU - Di tingkat Kalsel, cakupan vaksinasi untuk kategori lanjut…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:19

Menahan Dingin dan Hujan Demi Presiden

BANJARMASIN - Menuju Jembatan Sungai Alalak, Presiden Joko Widodo sempat…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:15

Kartu Merah untuk Jokowi-Ma’ruf, ke Banjarmasin Jokowi Disambut Demo Mahasiswa

BANJARMASIN – Mahasiswa dari berbagai kampus di Banjarmasin menggelar aksi…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:09

Vaksinasi Massal Pelajar Digelar

BATULICIN – Desa Persiapan Hidayah Makmur bersama Kodim 1022 TNB…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:08

Bupati Zairullah Bangga Investasi Lokal

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar ikut menghadiri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers