MANAGED BY:
SABTU
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 27 Agustus 2021 17:34
PPKM STORY
Kecewa Tak Bisa Masuk Mall
MASIH SEPI: Suasana QMall Banjarbaru saat awal PPKM 4 lalu. Pengunjung keluhkan persyaratan masuk ke mall yang harus memperlihatkan sertifikat vaksin. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN

Saya Sri Suhartini. Rabu Sore kemarin, saya ke mall sekeluarga. Dari Mentaos Banjarbaru kami naik mobil dan tiba di Qmall sekitar pukul 16.00. Keluarga saya senang karena akan belanja atau sekadar jalan -jalan di mall.

Tapi kebahagiaan kami langsung buyar begitu tiba di pintu masuk. Ada aparat yang berjaga memeriksa setiap orang yang masuk. Tak seperti biasanya, bukan hanya satpam tetapi juga tentara.

Kami sekeluarga langsung was-was. Soalnya memang ada mendengar tentang PPKM dan larangan masuk mall tanpa syarat kartu vaksin. Tapi yang kami dengar hal itu baru rencana dan belum diterapkan.

Ternyata, kami salah. Peraturan itu sudah diterapkan. Begitu tiba gilirannya, kami langsung ditanyai sertifikat vaksin. Kami tidak ada yang bawa. Soalnya memang semua keluarga belum ada yang vaksin. Kami sudah mendaftar, namun vaksinnya belum datang.

Kami pun pulang dengan jengkel. Sepanjang jalan, anak-anak tak semangat karena harapan mereka untuk jalan-jalan ke mall hilang. Kami pulang dengan membawa kekecewaan.

Saya ikut sumbang saran, mungkin ada kebijakan dari pemerintah untuk mereka yang belum vaksin. Bukannya tidak mau, tetapi pemerintah sendiri yang belum mampu menyediakan vaksin ke semua orang. Untuk itu, syarat vaksinasi masuk mall seharusnya tidak langsung diterapkan sekarang.

Sedih sekali sebenarnya dengan kebijakan seperti ini. Apalagi saya dengar dari tetangga yang berhasil masuk mall, mall ternyata sepi. pengunjung sedikit sekali. Banyak yang enggan datang ke mall karena harus dilengkapi syarat kartu vaksin.

Dampak dari kebijakan ini banyak toko-toko di mall yang tutup. Pemiliknya tak bisa lagi menutupi biaya operasional dan membayar gaji karyawan. Banyak yang dirumahkan. Kasihan kalau mereka punya keluarga yang harus dinafkahi. Siapa yang akan menanggung?


PPKM ini sebaiknya tidak membuat rakyat yang menderita, semakin menderita. Ya, mungkin tujuannya untuk memutus penularan, tapi kalau cara-caranya membuat ekonomi rakyat mati, sia-sia juga.

Ibaratnya kalau sehat pun tak ada gunanya kalau semua serba susah. Tak ada uang, tak ada pekerjaan. Akibatnya pengangguran bertambah dan angka kejahatan meningkat. Semua bakal susah.

Itu saja curhat dari saya. Semoga pandemi segera berlalu.()


BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers