MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 30 Agustus 2021 12:49
Sempat Terpuruk, Ekspor Sawit dan Karet Mulai Membaik

BANJARBARU - Sempat terpuruk selama 2020 lantaran pandemi Covid-19, sekarang nilai ekspor produk kelapa sawit dan karet dari Kalimantan Selatan (Kalsel) ke sejumlah negara mulai membaik.

Khusus untuk ekspor produk kelapa sawit, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mencatat pada Juli 2021 nilainya mencapai USD119.762.213, dengan volume 129.524.362 kilogram.

Jumlah tersebut naik 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencatatkan ekspor sebanyak 62.855.961 kilogram, dengan nilai USD59.345.544.

Sedangkan untuk ekspor produk karet, pada Juli nilainya sekitar USD1.910.128, dengan volume 1.115.982 kilogram. Padahal, Juni cuma USD756.653 dengan jumlah eskpor sebanyak 41.038 kilogram.

Kepala Disbunak Kalsel, Suparmi melalui Kasi Pemasaran dan Promosi, Heri Purwanto menyampaikan, ekspor produk kelapa sawit dan karet dari Kalsel membaik, lantaran permintaan dari negara tujuan meningkat. "Peningkatan ekspor ini berdasarkan data yang kami terima dari Bea Cukai Kalsel," katanya.

Dia mengungkapkan, negara yang banyak mengimpor produk kelapa sawit dan karet dari Banua ialah Thailand, Vietnam, serta negara Asia Tenggara lainnya. "Beberapa negara dari Eropa juga ada yang mengimpor produk karet dan kelapa sawit kita," ungkapnya.

Menurutnya, meningkatnya permintaan ekspor produk kelapa sawit dan karet menjadi peluang bagi perusahaan di Kalsel. "Permintaan selalu banyak. Peluang bagi Kalsel sangat besar untuk menopang ketersediaan," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani membenarkan, komoditas/produk dari perkebunan: kelapa sawit dan karet nilai ekspornya naik signifikan pada Juli 2021. "Produk kayu dan perikanan juga ekspornya naik," ucapnya.

Dijelaskannya, ekspor dari perkebunan, kehutanan dan perikanan mengalami kenaikan dikarenakan adanya berbagai temuan produk baru. "Salah satunya menjadikan sawit sebagai bahan bakunya dan tentunya produk sawit kita yang punya daya saing kualitas," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, nilai ekspor Banua Juli 2021 mencapai USD712,16 juta atau naik 1,93 persen dibandingkan Juni 2021 yang mencapai USD698,70 juta.

Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, kelompok komoditas barang yang paling banyak diekspor ialah bahan bakar mineral: sebesar USD511,10 juta. "Nilai tersebut mengalami penurunan 12,62 persen dibanding ekspor Juni 2021," katanya.

Lanjutnya, pada urutan kedua ialah kelompok lemak dan minyak hewan/nabati yang menyumbang ekspor sebesar USD124,72 juta. "Ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 127,24 persen," ujarnya.

Lalu, di urutan ketiga ada kelompok kayu, barang dari kayu dengan nilai ekspor USD29,14 juta. Nilai ini turun sebesar 2,08 persen dibandingkan Juni.

Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan Juli 2021, Yos menuturkan, kelompok bahan bakar mineral masih memberikan andil terbesar yaitu 71,77 persen.

Kemudian diikuti kelompok lemak & minyak hewan/nabati dan kelompok kayu, barang dari kayu dengan kontribusi masing-masing sebesar 17,51 persen dan 4,09 persen.

"Urutan keempat dan kelima terdapat kelompok karet dan barang dari karet, serta kelompok perhiasan/permata dengan kontribusi masing-masing sebesar 2,27 persen dan 1,36 persen," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers