MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 30 Agustus 2021 12:50
Cuaca Buruk, Produksi Ikan Turun
MUSIM OMBAK BESAR: Gelombang besar membuat nelayan tidak melaut yang memicu turunnya produksi ikan. | Foto: IST

BANJARBARU - Akhir-akhir ini cuaca Kalsel kurang bersahabat. Meski berada pada musim kemarau, namun hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir mengguyur sejumlah wilayah.

Buruknya cuaca ternyata berdampak terhadap produksi ikan laut di Banua. Karena, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel lebih selektif mengeluarkan surat persetujuan berlayar bagi para nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin bahwa cuaca saat ini sedang tidak bersahabat. Sehingga bisa memicu tingginya gelombang laut.

"Sehingga, kami harus selektif mengeluarkan surat persetujuan berlayar. Kalau cuaca buruk, nelayan tidak kami izinkan berlayar," katanya.

Dia mengungkapkan, karena ada sejumlah nelayan tidak diperbolehkan melaut, kini produksi ikan laut Kalsel menurun. "Turun sekitar 15 sampai 20 persen," ungkapnya.

Penurunan produksi ikan sendiri menurut Rusdi dapat dilihat dari jumlah kapal nelayan yang tiba di pelabuhan perikanan. "Di pelabuhan Banjarmasin misalnya, biasanya sehari ada 5 sampai 10 kapal nelayan tiba membawa ikan. Sekarang cuma dua sampai tiga kapal," ujarnya.

Kapal nelayan yang tiba sendiri kata dia, biasanya masing-masing membawa 10 hingga 15 ton ikan laut. "Jadi sehari produksi ikan kita turun puluhan ton," katanya.

Namun, Rusdi memastikan, turunnya produksi ikan laut tidak mengganggu ketersediaan di pasaran. "Bahkan masih ada yang dikirim ke Kalteng dan lain-lain," paparnya.

Secara terpisah, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rianita Sekar Utami menyampaikan, berdasarkan pantauan mereka hingga beberapa hari ke depan wilayah Kalsel masih berpotensi diguyur hujan ringan sampai sedang. "Khususnya bagian timur, selatan dan sebagian barat," ucapnya.

Selain itu, dia menuturkan gelombang di Laut Jawa dan perairan Kotabaru juga masih tinggi: antara 1,25 - 2,5 meter. "Ini masih perlu diwaspadai bagi kapal-kapal berukuran kecil," tuturnya.

Cuaca saat ini sendiri menurut Rianita, dipengaruhi oleh adanya Madden Julian Oscillation (MJO). Di mana 26 Agustus 2021 tadi berada pada kuadran 2 (Indian Ocean).

"Ini menunjukkan MJO cukup berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia," bebernya.

Di samping itu, dijelaskannya bahwa model filter spasial MJO menunjukkan adanya gangguan fenomena MJO di wilayah Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Teluk Bone dan Kalimantan Selatan bagian Selatan yang mampu meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah tersebut.

"Serta adanya labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan hujan," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers