MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 06 September 2021 15:56
Ingin Wujudkan Rel Kereta Sampai Brunei

BANJARMASIN - Kembali menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, pada periode kedua ini Sahbirin Noor ternyata masih punya keinginan besar untuk mewujudkan hadirnya moda transportasi kereta api di Banua.

Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Kalsel tengah menjajaki pembangunan rel kereta api yang menghubungkan daratan Kalimantan dengan Negara Brunei Darussalam.

Penjajakan tersebut terungkap dalam pertemuan para gubernur se-Kalimantan, dengan perwakilan Brunei Darussalam dan pihak terkait lainnya melalui zoom meeting di Command Center, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (3/8).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, Pemprov Kalsel ingin terus berupaya memberikan pelayanan transportasi terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dengan mengupayakan kehadiran kereta api di Banua.

Menurut pria yang akrab disapa Paman Birin tersebut, masyarakat Kalsel saat ini sudah sangat merindukan kehadiran kereta api.

Di samping itu, dia menilai, kehadiran kereta api juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian. “Tapi, perlu usaha dan kerja keras dari semua pihak, agar tujuan ini bisa terlaksana segera dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah menyampaikan, pada kegiatan zoom meeting semua kepala daerah menyatakan komitmen mendukung pembangunan jalur kereta api.

Disampaikannya, zoom meeting tersebut merupakan penjajakan awal. Nantinya, bakal ada pertemuan lanjutsn terkait rencana pembangunan rel kereta api. Mulai dari presentasi jalur, mekanisme investasi dan lain-lain.

Khusus untuk jalur kereta api di Kalsel kata Rusdianyah, kajian pembangunannya sudah selesai dan saat ini ada di Kementerian Perhubungan .“Jalurnya dari Banjarmasin sampai Tanjung sepanjang 213 kilometer. Nilai investasi diperlukan sebesar 24 triliun rupiah. Ini jumlah yang sangat besar,” paparnya.

Wacana jalur kereta api di Kalsel sendiri sudah digaungkan sejak 2017 lalu. Namun hingga saat ini masih sebatas angan-angan, lantaran belum ada investor yang berminat.

Besarnya anggaran pembangunan rel kereta api, membuat Pemprov Kalsel menawarkan proyek ini kepada manajemen PT Fasific Global Investment, Korea Selatan.

Penjajakan kerja sama tersebut telah dipertajam dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan di ruang rapat Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Juli 2021 lalu.

Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan, untuk menindaklanjuti MoU itu, Pemprov Kalsel selanjutnya melakukan survei guna mendesain dan melaksanakan studi lapangan terkait kelayakan proyek strategis yang dibangun.

“Baik dari perencanaan dan di lapangannya, hingga calon investor akan menghitung kebutuhan pembiayaannya,” katanya.

Selain rel kereta api sepanjang 23 kilometer yang menghubungkan Kota Banjarmasin – Tanjung, Kabupaten Tabalong dengan perkiraan biaya Rp24 triliun. Ada proyek lain yang juga diitawarkan ke investor Korsel.

Di antaranya, pembangunan Jembatan Pulau Laut - Dataran Kalimantan senilai Rp3,6 triliun. Saat ini, jembatan yang terletak di antara Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu itu sudah terbangun jalan penghubung. Sementara, bentang utama jembatan sepanjang 700 meter belum dibangun.

Kemudian, pembangunan Jalan Lintas Banjarbaru – Batulicin, Tanah Bumbu yang sudah memiliki Kawasan Ekonomi Terpadu (KET). Jalan sepanjang 157 kilometer ini akan melintasi Pegunungan Meratus yang bisa mempercepat jarak tempuh dibanding jalur yang digunakan masyarakat saat ini. Estimasi biaya proyek ini mencapai Rp14,3 triliun, dengan tawaran pola pinjaman daerah kepada investor.

Lalu, pembangunan Pelabuhan Trisakti baru senilai Rp220 miliar di Kota Banjarmasin juga jadi alternatif investor Korsel yang berminat berinvestasi di Kalsel. Jika proyek ini ditambah dengan kawasan industri terpadu di Mantuil, investasi diperkirakan mencapai Rp2 triliun.

Terakhir, pembangunan Pusat Jantung Terpadu di RSUD Ulin Banjarmasin senilai Rp175 miliar dengan pola kerja sama berupa pinjaman.

Terkait pembiayaannya, Fajar memaparkan Pemprov Kalsel dan PT Facifik Global Investment akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas anggaran yang dibutuhkan nanti.

“Nanti akan ketemu dengan timnya Pemprov untuk menanggapi biaya yang dihasilkan dari survei dan penelitian mereka terhadap proyek strategis ini,” jelasnya.

Dia menyebut, setelah PT Pacifik Global Investment melihat sejumlah dokumen perencanaan hingga kajian di lapangan, kemudian pihak perusahaan tersebut akan menghitung berapa besar biaya yang harus dikeluarkan.

“Setelah dapat angkanya, baru mereka akan mengajukan ini ke tim Pemprov Kalsel terkait usulan perencanaan proyek strategis ini,” paparnya.

Dari hasil tersebut, dia mengungkapkan akan terjadi diskusi antara Pemprov Kalsel dan PT Fasicifik Global Investment terkait prosedur pembiayaan. "Seperti proyek ini dibiayai mereka dulu baru setelah itu kita cicil. Atau pemerintah bekerja sama dengan badan usaha, bisa berupa pinjaman maupun konsesi (pengelolaan) pemberlakuan tarif dengan kurun waktu tertentu,” tuturnya.

Terlebih, dirinya menuturkan akan melakukan kesepakatan dengan tenggang waktu yang singkat. Sehingga, proyek ini mampu terlaksana.

“Membahas ini sampai tuntas hingga mufakat yang targetnya kami usahakan secepatnya, minimal 1 hingga 7 bulanan sampai terjadi perjanjian kerjasama,” pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers