MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 10 September 2021 14:16
Pas Giliran Cabainya Murah dengan Stok Melimpah, Pembelinya yang Tak Bertambah
PEDAS: Lapak pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin Tengah. Pedagang mengkhawatirkan daya beli masyarakat yang menurun selama PPKM. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Sebelumnya harga cabai di Banjarmasin hampir menyusul harga daging sapi. Sekarang malah anjlok. Penyebabnya, stok yang melimpah sementara pembelinya tak bertambah.

 

Seperti yang dikeluhkan sejumlah pedagang di pasar tradisional. Penurunan harga cabai tak berbanding lurus dengan kenaikan daya beli masyarakat.

Pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari, Wati menyebut lapaknya tetap sepi sekalipun harga cabai sudah murah.

“Contoh, cabai rawit semula Rp60 ribu per kilogram. Ini sudah turun separuh, bisa Rp30 ribu,” sebutnya.

Lalu cabai merah besar turun dari Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu. Lalu cabai hijau besar sekarang Rp20 ribu, sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Kemudian cabai tiung turun dari Rp30 ribu menjadi Rp18 ribu. Terakhir, cabe keriting turun dari Rp30 ribu ke Rp20 ribu.

“Sekarang menjualnya yang susah. Paling terasa 10 hari terakhir,” tambah perempuan 51 tahun tersebut.

Wati meyakini, PPKM level 4 turut berdampak pada penurunan kemampuan ekonomi masyarakat. “Sebelum PPKM saja pasarannya sudah kurang, apalagi pas ada PPKM,” sambung Wati yang sudah berdagang sejak tahun 1991 itu.

Menurutnya, selama PPKM wajar bila warga membatasi konsumsi rumah tangganya.

Belum termasuk restoran atau warung makan yang mengurangi pembelian. Selama PPKM, ada pembatasan-pembatasan. Baik soal jam operasional maupun larangan makan di tempat. Sementara sektor kuliner merupakan penyerap stok cabai terbanyak.

Apalagi jika wabah covid ini berkepanjangan. Perekonomian pun semakin babak belur.

Sudah pasti semakin banyak pedagang yang merugi. “Jadi yang biasanya membeli banyak, sekarang kami membeli secukupnya saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengaku belum menerima informasi tersebut.

Setahunya, harga cabai stabil saja. “Cabai rawit malah tetap bertahan di Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram. Begitu laporan petugas saya di lapangan,” sebutnya.

Menurutnya, rawan sekali menggeneralisir harga dari satu lapak atau pasar saja. “Besok saya koordinasikan lagi dengan bagian perdagangan,” tutup Tezar. (gmp/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers