MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 13 September 2021 14:02
Kematian Keluarga Penjaga Gudang Sisakan Misteri, Polisi Panggil Pemilik Gudang
GUDANG MAUT: Inilah TKP yang menewaskan satu keluarga, gudang kaus dan jins di Jalan Ratu Zaleha. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Penyebab kematian satu keluarga penjaga gudang pakaian di Jalan Ratu Zaleha Kompleks Ki Hajar Dewantara 2 Banjarmasin Timur menyisakan misteri.

 

Penyelidikan polisi belum memastikan kematian Achmad Sanubari (40) dan istrinya Sela Fuzita (37) serta anaknya Siti Khadijah (3).

“Olah TKP dan visum tak menunjukkan bahwa mereka korban tindak pidana. Dikuatkan keterangan tiga saksi, termasuk saudara sepupu korban dan anak pemilik gudang,” kata Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Pujie Firmansyah, kemarin (12/9).

Polisi ingin menyelidiki lebih jauh, tapi terganjal izin keluarga yang menolak autopsi.

“Untuk kemungkinan pemilik gudang, kami akan panggil untuk pemeriksaan. Orangnya kebetulan sedang berada di luar kota,” tambahnya.

Berkodi-kodi pakaian runtuh dan menimpa keluarga asal Teluk Kelayan itu. Dugaan sementara, korban tertimpa saat tertidur. “Apakah jatuh sendiri atau bagaimana, belum diketahui. Pastinya, tumpukannya tinggi sekali,” tambahnya.

Jumat (10/9) malam, warga Ratu Zaleha geger. Aroma busuk keluar dari gudang celana jins dan kaus milik Haji Kadir (55) tersebut.

Di bawah tumpukan gunungan pakaian, sang suami ditemukan dalam posisi tengkurap. Sementara istrinya telentang dan putrinya sedang memeluk guling.

Dari kondisi jenazah, mereka sudah meninggal dunia dua hari sebelum ditemukan.

Tetangga sebelah gudang, Gusti Riza (27) mengatakan, para korban terakhir terlihat pada Kamis (9/9) tengah malam.

Setahunya, korban adalah orang kepercayaan Haji Kadir yang merupakan pemilik Raza Jins (distributor celana jins di Kalsel). “Kadang-kadang saja mereka menginap di sini,” kisahnya.

Sementara itu, anak Haji Kadir, Sari (22) mengaku disuruh orang tuanya untuk mengecek ke lokasi. “Selama dua hari, dikontak tak ada respons. Tokonya juga tak kunjung dibuka,” kisahnya.

Kecurigaannya menguat saat melihat sepeda motor terparkir di halaman gudang sekaligus rumah itu.

Pekerja yang menaiki pagar kemudian mendobrak pintu gudang. Aroma busuk pun menguar dari gudang pengap tersebut.

Dia membenarkan, pasangan itu merupakan orang-orang kepercayaan ayahnya. “Sudah lama bekerja di sini makanya dipercaya ayah saya,” akunya.

Barang keluar dan masuk, mereka yang diminta mengurusi. Jika ayahnya sedang keluar kota, mereka pula yang meniduri gudang itu. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers