MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 13 September 2021 14:26
Gampang Sekali Banjir, Dampak Kualitas Lingkungan Kalsel yang Menurun?
BERPERAHU: Warga melintasi banjir di Jorong Talut dengan perahu. Daerah tenggara Kalsel selalu menjadi langganan banjir. | FOTO: NORSALIM YAHYA/RADAR BANJARMASIN

JORONG - Banjir yang melanda bagian tenggara Kalsel berangsur-angsur surut. Meski intensitas hujan menjadi faktor utama, banjir tahun ini juga menandai kualitas lingkungan yang menurun sejak beberapa tahun terakhir.

Buruknya kualitas lingkungan membuat warga cemas. Pasalnya banjir gampang sekali terjadi. "Kalau ada lagi hujan deras yang lama, ya tenggelam lagi," kata Saidah warga Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, Minggu (12/9) kemarin.

Dalam 2021 ini, beberapa kali banjir melanda daerah di tenggara Kalsel.Sungai Danau dan sekitarnya. Juga beberapa desa yang berada di dekat aliran Sungai Kusan. "Pokoknya kalau sudah hujan dua malam berturut, alamat sudah. Alam sudah rusak parah," jelas Randi warga di Satui.

Memburuknya kualitas lingkungan mudah ditemukan faktanya di lapangan. Aktivitas pertambangan terlihat berbanding terbalik dengan kegiatan penghijauan.

Di Kecamatan Satui misalnya, di beberapa titik mudah melihat konvoi tronton pengangkut batubara di jalan hauling. Sementara kegiatan merawat lingkungan hampir tidak terlihat geliatnya."Dulu sungai di Satui ini jernih airnya. Bisa pakai mandi dan cuci. Coba lihat sekarang, kayak warna lumpur," kata Fery.

Belum lama tadi Radar Banjarmasin berbincang dengan beberapa pegawai di Kantor Kecamatan Satui. Mereka bercerita. Sejak awal tambang mengeliat di sana, banyak warga protes. Organisasi kemasyarakat atau LSM pun tumbuh subur.

Namun dalam perjalanannya, suara-suara protes makin ke sini semakin kecil. "Ada yang protes dulu. Sekarang sudah diam. Sudah kerja di perusahaan," kata si pegawai.

Rapuhnya perjuangan ketika dihadapkan dengan rupiah, membuat generasi sekarang yang merasakan dampak dari kerusakan alam. "Iya memang banjir karena hujan. Tapi juga dampak banjir tidak bisa diabaikan, karena turunnya kualitas lingkungan kita," bebernya.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, air yang sempat meluap Sabtu (11/9) memang berangsur surut. "Saat ini sudah turun kurang lebih 30 senti permukiman penduduk," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Tanah Bumbu, Hamka.

Sejauh ini jelasnya ada ribuan warga terdampak. Mereka berada di kawasan rawan banjir. Mulai dari Kecamatan Satui dan Angsana yang berbatasan dengan Tanah Laut. Juga beberapa wilayah yang berada di dekat bantaran Sungai Kusan, seperti Kecamatan Kusan Tengah, Teluk Kepayang dan Kusan Hulu.

Banjir juga merendam hampir seribu hektare tanaman padi. "Di Desa Salimuran ada 605 hektare, Desa Pulau Tanjung 235 hektare. Desa Karya Bakti ada 80 hektare," jelasnya.

Sama dengan pola penanganan banjir tiap tahun jelas Hamka, mereka mendata semua kerugian warga. Saat ini, BPBD dan Dinsos secara berkala menyuplai bahan makanan ke lokasi banjir."Baru saja kami masukkan 732 paket ke Kusan Tengah," jelasnya.

Bupati Zairullah Azhar kepada Radar Banjarmasin, Senin (30/8) mengatakan, dia sudah menggali informasi di lapangan. Untuk solusi jangka pendek, beberapa sungai di desa perlu dinormalisasi, pembangunan parit dan seterusnya.

"Tapi untuk jangka panjang, kita perlu membangun bendungan Sungai Kusan. Ini nanti yang menjadi solusi komperhensif terhadap masalah banjir tahunan yang kita hadapi," ujarnya.

Banjir Tanah Laut Mulai Surut

Empat kecamatan di Tanah Laut yang terdampar banjir juga mulai melewati krisis seiring genangan air yang mulai turun. Empat kecamatan itu adalah Kintap, Jorong, Panyipatan, dan Batu Ampar. Banjir melanda sejak Jumat (10/9).

Bupati Tanah Laut Sukamta menjelaskan sekarang tinggal tiga desa di sepanjang sungai Kintap, yakni desa Kintapura, Kintap dan Kintap Kecil yang masih tergenang. Banjir di desa Damit Hulu dan Desa Jilatan Kecamatan Batu Ampar air sudah surut."Demikian pula di Kecamatan Panyipatan dan Jorong," ucapnya.

Sukamta juga mengatakan bendungan yang jebol di Desa Banua Tengah Kecamatan Takisung sedang dalam penanganan."Air sudah bisa dikendalikan dan tidak lagi menggenangi persawahan," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut menurunkan Tim BPBD, Damkar, Kesehatan dan Dinsos untuk siaga di lapangan memitigasi banjir dan dampak sosialnya. "Bantuan logistik untuk korban banjir sudah disiapkan oleh Dinsos," tutupnya.

Pantauan Radar Banjarmasin di Kecamatan Jorong masih ada beberapa desa yang masih mengalami banjir yaitu Desa Asam-asam dan Desa Jorong yang berada di RT 10.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Datu Pungur Desa Asam-asam Ahmad Fauzi mengatakan Desa Asam-asam memang menjadi langganan banjir karena letaknya berada di pinggir sungai. "Warga yang terdampak banjir ada di RT satu, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sepuluh dan dua belas," sebutnya.

Warga banyak yang memilih tetap bertahan di rumah. Beberapa mendekam di tingkat atas rumah sambil menunggu air menurut.

Terpantau banjir yang terjadi di Desa Asam-asam kecamatan Jorong memiliki ketinggian kurang lebih 40 sampai 50 sentimeter atau sepinggang orang dewasa. 

Tujuh Daerah di Kalsel Berpotensi Banjir

Cuaca akhir-akhir ini tengah mengancam Banua. Intensitas hujan tinggi dengan durasi cukup lama berulang kali mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Melihat kondisi ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor kemarin (12/9), mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya bencana di Kalsel.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rizki Nur Fitriani mengatakan, ada tujuh daerah di Banua yang saat ini berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Ketujuh daerah tersebut yakni, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

"Pada wilayah yang diprakirakan hujan ringan hingga sedang ini juga terdapat potensi banjir," kata Rizki kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Namun dia mengungkapkan, kalau pun banjir nanti terjadi kemungkinan hanya genangan ringan. Tidak seperti banjir besar yang terjadi di sejumlah daerah pada awal 2021. "Karena pada bulan September ini masih masuk bulan-bulan musim kemarau," ungkapnya.

Potensi hujan sendiri ucap dia, diprediksi masih ada hingga tiga hari ke depan. Yakni, berupa hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari.

Dijelaskannya, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir dikarenakan adanya gelombang atmosfer Tipe Low Frequency di wilayah Kalimantan. Serta, munculnya belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalimantan Selatan.

"Adanya gelombang ekuator tipe low frequency meningkatkan aktifitas konvektif di Kalsel. Selain itu didukung juga dengan kelembaban udara yang cukup basah pada lapisan atmosfer rendah. Kondisi-kondisi ini cukup mendukung pertumbuhan awan," jelasnya.

Sementara itu, terkait musim Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto melalui Staf Data dan Informasi, Khairullah menyatakan, wilayah Kalimantan Selatan saat ini sebenarnya masih musim Kemarau. Hanya saja, adanya beberapa fenomena alam membuat curah hujan kadang tinggi.

Untuk prakiraan kapan musim hujan tiba, dia menuturkan bahwa saat ini masih dalam draft. Jika sudah fix akan segera mereka sosialisasikan ke masyarakat.

"Namun jika dilihat dari normalnya, secara umum awal musim hujan untuk wilayah Kalimantan Selatan berkisar antara awal Oktober sampai awal November," tuturnya.

Terkait sifat musim sekarang, Khairullah menuturkan, panas pada musim kemarau tahun ini memang berada di atas normal. "Tahun ini musim kemarau secara umum di atas normal dibandingkan biasanya (normalnya). Jika dibandingkan, tahun 2020 masih lebih basah," pungkasnya. (ris/by/ran)

BPBD Siagakan Petugas di Posko

Sementara itu, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel bersiaga.

"Saat ini petugas kami tetap siaga sepanjang hari di Posko Induk BPBD Kalsel. Apabila ada apa-apa, maka segera meluncur," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kalsel, Abriansyah Alam.

Terkait kondisi saat ini, dia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir banjir terjadi di Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Namun, debit airnya sudah mulai menurun.

"Kami sudah mengirim tim reaksi cepat untuk melakukan kaji cepat di sana. Saat ini tim kami masih di lapangan bersama dengan tim dari BPBD Tanah Laut," ungkapnya.

Disampaikan Abri, walaupun banjir di Kintap mulai turun, namun BPBD provinsi beserta BPBD kabupaten/kota selalu mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman bencana banjir. "Mengingat cuaca saat ini, cenderung hujan turun dengan durasi yang cukup lama," ucapnya.

Di sisi lain,melihat curah hujan yang meninggi beberapa hari terakhir, Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel juga mulai bergerak menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi bencana alam.

Sekretaris Dinsos Kalsel, Diyah Anur Yani mengatakan, Pemprov Kalsel akan mendukung dan mendampingi kabupaten/kota yang daerahnya tertimpa bencana alam.

“Apabila masuk kategori awal masih ditangani oleh kabupaten/kota dan provinsi tetap mendukung. Tapi, apabila kategori tanggap darurat baru dari pusat bisa membantu,” katanya.

Ditambahkannya, Dinsos Kalsel beserta tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan selalu bersiaga. Terlebih, cuaca dalam beberapa hari terakhir tidak menentu.

Secara terpisah, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinsos Kalsel, Achmadi menuturkan, langkah cepat yang diambil ketika cuaca mulai mengkhawatirkan ialah memperkuat logistik di gudang setempat.

“Seperti, makanan siap saji, makanan tambahan anak, sandang, lauk pauk, keperluan keluarga, kasur dan terpal,” kata Achmadi.

Disamping itu, pihaknya juga akan mendekatkan bantuan ke kantong-kantong logistik di Dinsos kabupaten/kota yang sering terdampak banjir dengan bantuan lauk pauk.

Kemudian juga, mempersiapkan Tagana, pelopor perdamaian, pendamping PKH dan relawan sosial lainnya untuk membantu posko-posko bilamana terjadi bencana.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan kabupaten/kota, serta BMKG untuk memonitor cuaca dan rencana real di lapangan,” pungkas Achmadi. (zal/sal/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers