MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 16 September 2021 15:58
Mitigasi

DI SETIAP persimpangan lampu merah di Banjarmasin, ada saja yang menadahkan kardus. Pengendara, baik yang menaiki mobil mewah atau motor butut memasukkan recehan.

Oleh: Muhammad Syarafuddin

Ini gerakan yang luar biasa. Tanpa disuruh atau diimbau, semua berlomba untuk turun ke jalan.

Dari relawan damkar, mahasiswa, pramuka, ojol, dan bahkan para penyanyi dangdut.

Sumbangan yang terkumpul kemudian dibelikan mi instan, susu, popok dan selimut untuk dikirimkan ke Kalimantan Tengah.

Sementara pemko mengirim personel BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terlatih dengan peralatan lengkap untuk membantu evakuasi.

Mungkin karena ingin membalas budi. Awal tahun 2021, saat Kalimantan Selatan dilanda banjir, tetangga banyak membantu.

Mungkin karena ikatan sebagai sesama orang pesisir Sungai Barito. Toh, batasan provinsi cuma sekat imajiner di atas dokumen administrasi.

Yang pasti karena masyarakat kita memang baik hati. Mudah iba.

Di tengah pandemi, ketika ekonomi semakin payah, kita masih memikirkan orang lain. Ada perasaan bersalah kalau tak bisa menolong.

Banjirnya memang tidak main-main. Jalan Trans Kalimantan di Pulau Pisau terputus sejauh 3,5 kilometer karena direndam air setinggi 50 sentimeter hingga 1 meter.

Data pada Senin 13 September, banjir di empat kabupaten belum surut. Mencakup Katingan, Lamandau, Seruyan dan Kotawaringin Timur.

Berdampak pada 4.004 keluarga di belasan kecamatan. Ada 79 keluarga atau 249 jiwa yang terpaksa mengungsi.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran pun marah-marah di media. Menuding penebangan hutan sebagai pemicu banjir. Sementara pakar dari Universitas Palangka Raya menyebut perubahan iklim sebagai penyebab.
Setengah tahun yang lewat, perdebatan serupa juga pernah menyibukkan masyarakat Kalsel. Bedanya kita mencurigai pertambangan batu bara.

Bukan tuduhan siapa yang paling benar. Sulit dipercaya bencana seluas ini lantaran faktor tunggal.
Sebelum ada penelitian yang mantap, lebih aman menjelaskannya secara kombinasi. Bahwa pertambangan dan penebangan hutan membuat lingkungan tak siap menghadapi anomali cuaca.

Tapi ada yang lebih penting, bahwa banjir Kalteng merupakan sebuah peringatan dini.

Saya sendiri agak trauma melihat bekas batas air di tembok kamar (digosok dan disikat tak mau hilang). Cukup sekali saja. Karena saya bukan orang Jakarta yang terlatih menghadapi banjir saban tahun.

Respons pemko sebenarnya sudah keren. Sungai-sungai di kawasan Banjarmasin Timur dibenahi. Bangunan dan jembatan yang mengganggu aliran sungai dibongkar. Lumpur dikeruk dan sampah diangkut.

Sayang, semangat itu keburu surut sebelum pekerjaan rampung.

Belakangan, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) mengakui ada sedikit keterlambatan. Tapi dijanjikan, normalisasi sungai kembali digenjot bulan ini. Semoga tak molor lagi.

Mengingat pada akhir Agustus lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sudah memperingatkan bahwa musim hujan bakal datang lebih awal. Bukan hujan biasa, tapi cuaca ekstrem.

Dari rilis BMKG pula, Kalteng dan Kalsel dimasukkan pada daftar yang sama. Yakni daerah dengan status waspada bencana banjir.

Namun, beginilah keadaannya. Pemerintah tampak tak terbiasa bekerja dengan mitigasi. Kita baru bekerja setelah ditimpa bencana. (*)


BACA JUGA

Kamis, 07 Oktober 2021 14:26

Arba Mustamir

Oleh Muhammad Syarafuddin ORANG Banjar menamai Rabu terakhir di bulan…

Rabu, 29 September 2021 12:37

Jembatan Basit

Pemerintah boleh berencana menamai jembatan alalak itu apa saja, tapi…

Selasa, 28 September 2021 06:45
Opini

Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara bagi Generasi Millennial di Era Society 5.0

  Rifani Agnes Eka Wahyuni, S.IP., M. Han Dunia sedang…

Minggu, 26 September 2021 08:33
Opini

Covid-19 dan Tantangan Kebangsaan Kita

Oleh: Dimas Oky Nugroho, Ketua Perkumpulan Kader Bangsa   Pandemi…

Jumat, 24 September 2021 08:02

Strategi Bela Negara untuk Menyiapkan Generasi Berkualitas di Era Society 5.0

Oleh: R.M. Wibawanto Nugroho Widodo, M.A., M.A., War College Dip.,…

Kamis, 23 September 2021 15:18

Singkatan dan Akronim

ORANG Indonesia memiliki kecenderungan untuk menciptakan singkatan dan akronim baru…

Kamis, 16 September 2021 15:58

Mitigasi

DI SETIAP persimpangan lampu merah di Banjarmasin, ada saja yang…

Sabtu, 11 September 2021 22:50

Yang Keliru dari Pesan Pandemi Kita

Yang paling rawan dalam penanganan pandemi di Indonesia adalah kemalasan…

Kamis, 09 September 2021 12:13

Terdengar Fals

TANGGAL 3 September kemarin, Virgiawan Listanto genap berumur 60 tahun.…

Selasa, 07 September 2021 13:25

Militer dalam Pandemi

Dari semua aspek terkait pandemi, keterlibatan polisi dan tentara dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers