MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 16 September 2021 18:58
Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi
MASIH SAMA: Petugas Polsek Kota Banjarbaru membubarkan pengunjung kafe di Banjarbaru. | FOTO: IST

BANJARMASIN - Turunnya level PPKM di Banjarmasin dan Banjarbaru disambut hangat pelaku bisnis. Mereka berharap kelonggaran akan diberlakukan untuk menolong ekonomi masyarakat.

Salah satu pelaku UMKM di Banjarmasin, Yudi mengaku sangat terpukul ketika PPKM level 4 lalu. Usaha kopinya yang biasanya ramai kini megap-megap. Ada kesegaran baru seiring dengan turunnya level PPKM. “Semoga tak lagi naik ke level 4. Ini sebuah kabar baik bagi usaha saya,” ucapnya. 

Bagaimana tidak, saat PPKM level 4 lalu, pengunjung di kedai kopinya bisa dihitung dengan jari. Bahkan, dia sempat merumahkan dua orang anak buahnya karena tak mampu membayar upah lantaran selalu tak menutup modal.

Seperti diketahui, di surat edaran pemerintah, untuk usaha seperti yang digelutinya, hanya boleh buka sampai pukul 20.00 Wita. Di atas itu, mereka sudah wajib tutup. “Hanya efektif 3-4 jam saja saya beroperasi. Karena saya buka mulai sore yang memang pangsa pasarnya saat itu,” tutur Yudi.

Dengan turunya status level PPKM di Banjarmasin, dia meminta kepada Pemko agar memberi kelonggaran beroperasionalnya jam usaha seperti dirinya. “Saya sangat berharap jam operasional tak dibatasi lagi meski PPKM sudah turun ke level 3,” harapnya. 

Hal senada dituturkan Norhasanah, pemilik kedai makanan di bilangan Jalan Belitung ini berharap pemerintah akan melonggarkan aktivitas kegiatan usaha di malam hari. Menurutnya, meski masih bisa beroperasi dengan melayani bungkus, namun hal ini berdampak ke perilaku pembeli. Pasalnya, tak sedikit sebutnya pengunjung yang datang ingin makan di tempat.

“Jangan lagi dibatas-batasi, kasihan kami yang punya usaha kecil seperti ini. Mengharap melayani bungkus, tapi tak sebanyak yang ingin makan di tempat,” ujarnya sembari mengungkapkan tetap saja melayani makan di tempat jumlah pembelinya tak banyak.

Di Banjarbaru, pengusaha kafe Muhammad Arif berharap polisi dan Satpol PP tidak lagi melakukan razia dan pembatasan. Dia mengatakan saat ini turunnya level masih belum ada bedanya. "Polisi masih keliling menutup kafe, katanya sudah turun level?" ucapnya.

Padahal menurutnya, sebagai aparat dan abdi negara, polisi harusnya melindungi orang-orang agar beraktivitas dengan aman. "Ini malah dilarang beraktivitas, dibubar-bubarkan," ucapnya.

Turunnya level PPKM di Banjarmasin disambut hangat pelaku usaha perhotelan. General Manajer Pyramid Suite Hotel Banjarmasin, Wayan Rudiana menuturkan ini berita baik bagi dunia usaha.

Bagaimana tidak, selama PPKM level 4 lalu, jumlah hunian hotel di tempatnya hanya bisa terisi 10-15 persen. Berbeda sebelum PPKM level 4, jumlah hunian rata-rata 70-75 persen dari total 115 kamar. “Ini angin segar terhadap pelaku usaha perhotelan,” ujarnya kemarin.

Dia menerangkan, pengunjung hotelnya sebagian besar dari luar Kalsel, bahkan rata-rata dari Pulau Jawa. Dengan penerapan PPKM level 4 lalu, orang-orang pun tak banyak datang dan menginap di hotelnya. “Kami sangat terpukul, susah sekali mencari tamu hotel, orang-orang juga terbatas untuk masuk ke Kalsel, khususnya ke Banjarmasin,” sebut Wayan kemarin.

Tak hanya jumlah tamu hotel yang mengalami penurunan drastis. Saat PPKM level 4 lalu, ballroom yang sedianya ramai dipakai untuk kegiatan baik dinas dan pihak swasta, tak bisa beroperasi karena aturan PPKM. Padahal sebelum PPKM ballroom tiap hari sebutnya selalu terisi. “Semoga saja turunnya level ini bisa kembali menggelar kegiatan di hotel,” harapnya.

Untuk diketahui, pada Senin (13/9) malam, Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyampaikan hasil evaluasi mingguan, hanya Kotabaru di Kalsel yang masih berstatus PPKM level 4. Sementara Banjarmasin dan Banjarbaru dinyatakan turun ke level 3. 

Kotabaru Level 3 Karena Petugas Lalai Update

SEMENTARA ITU, Kotabaru menjadi satu satunya kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan yang masih berada di PPKM level 4. Sekretaris Daerah Kotabaru berdalih ada kesalahan dalam pelaporan data perkembangan Covid yang diupdate oleh petugas di Dinas Kesehatan."Padahal perkembangan kesembuhan untuk Kotabaru sudah jauh menurun," jelasnya yang juga menjabat juru bicara gugus Covid 19 itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Suprapti Tri Astuti mengatakan kondisi level PPKM di Kotabaru berdasarkan assasment dari Kementrian Kesehatan meliputi parameter kasus terkonfirmasi, tingkat kematian, tingkat rawat inap dan tingkat transmisi.

Menurutnya, tingkat terkonfirmasi dan tingkat kematian sudah berada level satu, tapi tingkat rawat inap dan tingkat transmisi masih berada di level empat, dikarenakan rawat inap dan transmisi masih dianggap tinggi. "Padahal tingkat kematian dan tingkat terkonfirmasi sudah sangat rendah," ujarnya.

Hasil investigasi intern didapati ada data yang salah dari RSDC terkait data pasien yang terkonfirmasi dan sudah dinyatakan sembuh dan keluar RSDC. Menurutnya data tersebut tidak diupdate secara rutin, bahkan ada beberapa data yang ternyata tidak diupdate sejak bulan Januari dan baru diupdate di bulan September.

Atas dasar tersebut makanya berdasarkan data tersebutlah maka rawat inap di Kotabaru masih dinyatakan level empat."Kami sudah melakukan perbaikan data- data tersebut dengan mensinkronkan data RSDC dan Dinkes, dan memberikan teguran kepada bidang terkait, dan penanggung jawab RSDC," tutupnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:03

Suplai Normal, Harga Gas 3 Kg Eceran Malah Mahal, Tanggungjawab Siapa ?

BANJARMASIN - Harga gas elpiji 3 kilogram di eceran masih…

Senin, 18 Oktober 2021 06:25

Kemeja Thrift Shop Masih Digemari

BANJARMASIN - Thrift shop menjadi kian ramai belakangan ini. Terutama…

Senin, 18 Oktober 2021 06:22

Raup Jutaan Perbulan dari Copotan Onderdil Kendaraan

BANJARMASIN - Bisnis otomotif bukan sekadar jual beli motor atau…

Senin, 18 Oktober 2021 06:17

Potensi Industri Halal Sangat Besar

BANJARBARU - Besarnya jumlah konsumen produk halal di Indonesia dapat…

Senin, 18 Oktober 2021 06:14

Waspada..! Jangan Tertipu Pinjaman Koperasi

BANJARBARU - Layanan pinjaman online (pinjol) ilegal semakin mengkhawatirkan. Terbaru,…

Senin, 18 Oktober 2021 06:08

Pertalite Sering Kosong di SPBU Banjarbaru

BANJARBARU - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite akhir-akhir ini…

Minggu, 17 Oktober 2021 08:01

Dongkrak Literasi Perbankan Syariah, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Awak Media

BANJARBARU - PT Bank Syariah Indonesia Regional Banjarmasin, Rabu (13/10)…

Sabtu, 16 Oktober 2021 06:54

Kominfo Dorong Peralihan ke TV Digital di Provinsi Bali

BALI - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar koordinasi dengan Dinas…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:19

Jasa Kontruksi juga Dapat Insentif PPh Final

BANJARBARU - Salah satu insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:18

OJK Dorong Bank Kalsel Percepat Isi Kekosongan Dirut

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama Bank Kalsel masih kosong sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers