MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 16 September 2021 19:08
Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan
MASIH MENUNGGU: Pekerja mengecat trotoar jembatan, kemarin. Meski diklaim sudah selesai, jembatan belum juga dibuka. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir kemarin. Meski diklaim sudah selesai, jembatan tak serta-merta dibuka. Pasalnya, sertifikat uji laik fungsi belum ditandatangi Menteri PUPR.

Dari hasil pleno uji laik fungsi yang dilakukan oleh tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) terungkap, jembatan sudah memenuhi syarat. “Pekerjaan fisik sudah tuntas, tinggal menunggu sertifikatnya yang ditandatangani oleh pak Menteri,” beber Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Sauqi Kamal kemarin. 

Ditambahkannya, masih ada beberapa pekerjaan di luar fisik yang masih dikerjakan. Seperti pembersihan material hingga pengecatan. “Harus dibersihkan dulu sebelum dapat dilintasi. Memang kontraknya sudah berakhir hari ini (kemarin),” imbuhnya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan Jembatan Sungai Alalak dibuka untuk umum. Syauqi menerangkan, dia baru akan membuka dan bisa dilintasi oleh masyarakat setelah jembatan ini diresmikan.

Soal siapa yang meresmikan, dia belum bisa memastikan. Apakah Presiden Joko Widodo atau hanya Menteri PUPR. “ Saya juga menunggu dari Kementerian PUPR,” tambahnya.

Terpisah, PPK Jembatan Sungai Alalak, Andika Mulrosha mengatakan ada beberapa item pekerjaan yang masih dilakukan. Salah satunya pengecatan. “Pengecatan ini di luar kontrak kerja, jembatan harus benar-benar cantik,” terangnya. “Untuk fisik jembatan tak ada lagi dikerjakan. Tinggal dibersihkan,” tambahnya. 

Dengan nantinya dibuka, jembatan ini akan menjadi jalur utama yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala menuju Provinsi Kalteng. Dampaknya pun akan sangat besar bagi masyarakat bagi perekonomian masyarakat di sekitar.

Sebelumnya kawasan ini terkenal karena macetnya. Yang paling parah adalah di Jalan Gubernur Syarkawi atau Lingkar Utara. Pasalnya, truk bermuatan besar tak bisa melintas di jembatan alternatif di Jalan Cemara. Mereka pun harus bersabar melintas di Jalan Lingkar Utara yang kondisinya rusak parak pasca diterjang banjir.

Tak hanya di kawasan itu. Kemacetan kerap terjadi di kawasan Jalan Sultan Adam, Cemara dan H Hasan Basri Banjarmasin dan Jalan Handil Bakti, Barito Kuala. Jembatan Sungai Alalak akan menjadi pemecah kemacetan di banyak ruas jalan ini 

Di sisi lain, salah seorang warga Handi Bakti, Roby mengharapkan, jembatan bisa secepatnya di buka tanpa diresmikan terlebih dulu. Terlebih sebutnya jika sertifikat dari KKJTJ sudah keluar. “Buat apa menunggu diresmikan. Warga sudah tak sabar,” ucapnya kemarin.

Dia khawatir, jika menunggu diresmikan waktunya akan lebih lama. Apalagi jika Presiden yang meresmikan. “Kan sudah dikatakan selesai. Siapa tahu jika Presiden yang meresmikan akan terlaksana bulan depan. Ini kan sama saja membuat kami yang tiap hari melintas diminta menunggu lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui, pekerjaan Jembatan Sungai Alalak menelan dana senilai Rp278 miliar yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pekerja proyek ini dikerjakan bersama dengan konsep kerja sama operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Pandji yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears). 

Jembatan dibangun dengan model cable stayed dan struktur melengkung sebagai rancang bentang utama jembatan. Jembatan ini didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Konstruksi jembatan didesain tahan gempa dengan masa fungsi hingga 100 tahun. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers