MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 16 September 2021 19:11
Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur
MELEDAK-LEDAK: Menteri Sosial Tri Rismaharin memimpin pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin di Jalan Trikora, Banjarbaru, kemarin (15/9) pagi. Dia sempat marah lantaran mengetahui banyaknya bansos yang belum tersalurkan. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika memimpin pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin di Jalan Trikora, Banjarbaru, kemarin (15/9) pagi.

Ekspresi kemarahan mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur itu sangat terlihat. Sampai-sampai dia sempat menumpahkan amarahnya dengan memukul meja.

Risma juga sampai harus menenangkan diri ke luar ruangan dan santai sejenak di balkon gedung demi bisa meredam amarahnya.

Penyebab kemarahan Risma tak lain ialah banyaknya bantuan sosial (Bansos) yang belum terserap di Kalsel. Salah satunya, Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara itu, masih ada 888 PKH di Kalsel statusnya tidak transaksi. Serta, 130 lainnya tidak distribusi.

Setelah beberapa jam berdiskusi, terungkaplah sejumlah akar masalah terlambatnya penyaluran Bansos tersebut. Di antaranya ialah sulitnya akses transportasi para keluarga penerima manfaat (KPM).

Beberapa pendamping PKH menyatakan, penyaluran bantuan untuk KPM ada yang ditempuh dengan menumpang perahu klotok menyusuri sungai. Biaya yang dikeluarkan untuk keperluan itu, bisa lebih besar dari indeks bantuan.

Melihat permasalahan itu, Risma meminta Bank Himbara di Kalsel untuk mendekatkan layanan kepada penerima manfaat bantuan sosial.

Menurutnya, bank perlu mengambil inisiatif untuk jemput bola ke lokasi terdekat dari domisili penerima manfaat, agar bantuan segera bisa diterima.

"Saya minta Bank Himbara untuk mendekatkan layanan ke keluarga penerima manfaat. Karena kalau harus datang ke kota, bisa habis biaya transport. Kasihan KPM-nya," pintanya.

Apalagi jika penyaluran bantuan memakan waktu tempuh hingga 15 jam, menurut Risma kondisi itu tidak memungkinkan bagi penerima manfaat untuk mengambil bansos.

"Tidak fair kalau mereka mendapat Rp300 ribu, sementara biaya yang harus dikeluarkan sampai ke lokasi transaksi bisa sampai Rp500 ribu," ujarnya.

Dia pun memerintahkan agar bank yang menyerahkan bantuan ke tempat penerima manfaat. Bukan penerima manfaat yang datang ke lokasi transaksi. "Bank nanti yang mendatangi mereka dikasih cash saja, karena mereka terpencil tidak ada ATM," papar Risma.

Dalam jangka panjang, dia mengaku telah menyiapkan peraturan khusus. Supaya bisa menjadi payung hukum Himbara untuk menyalurkan bansos sekaligus.

"Untuk kawasan dengan tantangan alam, seperti di Kalsel memang perlu pendekatan khusus. Saya akan siapkan aturan dimana dalam penyaluran bansos menggunakan pendekatan geografis, bukan sekedar administratif," kata Mensos.

Dia juga mengaku ingin berbicara dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor agar masyarakat di daerah terpencil ditetapkan menjadi komunitas adat terpencil. "Sehingga Kemensos dapat membuat treatment berbeda dengan daerah lain dalam penyaluran bansos," paparnya.

Usai menghadiri pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Risma selanjutnya menyerahkan bantuan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (PSBL) Budi Luhur Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih kepada Mensos yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Banua. "Bantuan ini sangat penting bagi masyarakat," ucapnya.

Dia berharap, sinergitas antara pemerintah provinsi dan pusat selalu terjalin. Sehingga, program di daerah berjalan dengan baik. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers