MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 18 September 2021 18:35
Gampang Tergiur, Pejabat Daerah Rentan Korupsi Komitmen Proyek
TAK BISA MASUK: Ruang kerja Bupati HSU Abdul Wahid di lantai dua bangunan Sekretariat daerah disegel tim KPK untuk pengembangan kasus korupsi Dinas Pekerjaam Umum.

AMUNTAI - Tertangkapnya Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum HSU, Maliki beserta tersangka lain pada Rabu (15/9) tadi mengingatkan dua kasus sama yang berhasil diungkap oleh KPK di Banua. 

Sebagai pengingat, pada September 2017 lalu, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua DPRD Banjarmasin kala itu, Iwan Rusmali. Dia dibekuk dalam kasus suap raperda penyertaan modal pemerintah kota Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih. Kasus ini juga menyeret Direktur PDAM Bandarmasih saat itu, Muslih.

Saat itu, tim Satgas KPK menyita uang tunai sebesar Rp48 juta yang diduga merupakan bagian dari commitmen fee sebesar Rp150 juta dari nilai penyertaan modal Pemko Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih sebesar Rp50,5 miliar.

Berselang satu tahun setelahnya, Januari 2018 lalu, KPK kembali berhasil mengungkap kasus suap di Banua. Saat iru Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif ditangkap karena menerima uang commitmen fee sebesar Rp3,6 miliar proyek pembangunan ruangan RSUD Damanhuri Barabai, dengan total anggaran senilai Rp70 miliar.

Dua kasus tersebut, seakan tak membuat jera dan pelajaran pelaku korupsi. “Kita patut mengapresiasi kinerja KPK yang masuk ke HSU,” ujar dosen Fakultas Hukum ULM, Ahmad Fikri Hadin kemarin.

Menurutnya, iming-iming biaya koimtmen proyek kerap terjadi dan tak sekali dua berhasil menyeret para tersangka. “Ini seharusnya menjadi pembelajaran,” tambah Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance (Parang) ULM itu.

Fikri mengingatkan, inilah pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan negara. “Ini yang kesekian kalinya. Bagi penyelenggara negara mesti mawas diri dan balik lagi kepada tujuan pengabdian kepada negara dan pelayanan publik,” ingatnya.

Meski sistem sudah baik tapi para pelaku bisa mengakali sistem setiap saat. “Kembali ke subjeknya, sebaik apa pun sistem, jika subjeknya tak baik, maka akan berpengaruh terhadap sistem itu,” paparnya.

Sementara itu, ruang kerja Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara, Abdul Wahid, ikut disegel tim KPK. Hal ini diduga demi kepentingan pengembangan kasus korupsi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maliki, dan dua orang rekanan proyeknya.

Tiga anggota KPK datang ke kantor bupati di lantai dua didampingi salah satu ajudan bupati dari Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten HSU.

Penyegelan ruang kerja Abdul Wahid itu juga melibatkan pengamanan dari Polres HSU.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan menyatakan penyegelan ruangan Bupati HSU benar dilakukan KPK. "Apakah berkaitan dengan OTT KPK pada Rabu 15 September 2021 tadi, kami belum tahu. Polres hanya dilibatkan pengaman dan pengawal saja," jawabnya.

Untuk waktu, kapolres jebolan Akpol 2001 ini menjawab segel dilakukan pukul 22.00 Wita oleh tim KPK yang masih berada di HSU. "Ini saja yang bisa saya sampaikan," ucapnya.

Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi Lc mengaku tidak tahu ada penyegelan. "Saya tahunya dari televisi," singkat Husairi pamit dari wartawan.

Sebelumnya, KPK menangkap 7 orang di HSU, Rabu malam lalu. Mereka adalah, Plt Kadis PU Maliki, Marhain Dirut CV Hanamasa, Fachriadi Dirut CV Kalpataru, Latif mantan ajudan Bupati HSU, KI selaku PPTK, MP Kasi di salah satu bidang di Dinas PU, dan MJ anak buah Marhain.

Sejauh ini baru tiga tersangka yang diumumkan--Maliki, Marhain dan Fachriadi. KPK melakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung mulai 16 September 2021 hingga 5 Oktober 2021 di Rutan KPK. Ketiganya ditahan di ruang terpisah.

Sementara itu, Bupati HSU Abdul Wahid menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat Kalsel dan HSU. "Sekali lagi minta maaf karena bisa jadi membuat citra kurang baik," ucapnya.

Dia mengatakan di beberapa kesempatan secara pribadi dan sebagai kepala daerah dia selalu mengingatkan jajarannya untuk hati-hati dan melakukan kegiatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Untuk menggantikan Maliki, Wahid megatakan akan menunjuk pejabat sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum.

Lalu bagaimana dengan ruangan bupati yang disegel KPK? Kami menyerahkan sepenuhnya ke pihak KPK," ucapnya. 

GARA-GARA TERGIUR FEE PROYEK

- 15 September 2017, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali. Dia dibekuk dalam kasus suap raperda penyertaan modal pemerintah kota Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih. Kasus ini juga menyeret Direktur PDAM Bandarmasih saat itu, Muslih.

- 4 Januari 2018, KPK menangkap Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latief, Ketua Kadin Hulu Sungai Tengah Fauzan Rifani dan Direktur
Utama PT Sugriwa Agung, Abdul Basit. Latif diduga menerima komitmen fee sebesar Rp3,6 miliar dari proyek pengerjaan ruang perawatan di RSUD Damanhuri dengan total anggaran senilai Rp70 miliar.

- 15 September 2021, KPK menangkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum HSU Maliki, Dirut CV Hanamasa Marhain, Dirut CV Kalpataru Fachriadi. Maliki diduga telah menerima uang sebesar Rp345 juta dari Marhaini dan Fachriadi sebagai komitmen fee untuk dua proyek irigasi. (mar/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 20:37

Sindikat Penagihan Online Dibongkar Polisi

KOTABARU- Sindikat kantor penagihan di Desa Semayap, Kotabaru, digulung polisi,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:22

Nenek Tanpa Identitas Tewas Ditabrak, Sehari Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Rantau

RANTAU – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi lagi di Tapin,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:17

Yaa Allah..! Pengendara Masuk Kolong Mini Bus

BARABAI - Seorang pengendara motor bernama Misransyah (54) mengalami kecelakaan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:09

1.640,14 gram Sabu Dilarutkan ke Drainase, Hasil Tangkapan Dua Bulan

BANJARMASIN - Barang bukti hasil tangkapan Satres Narkoba Polresta Banjarmasin…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:41

Dipukul, Balas Menikam Hingga Tewas, Satu Persatu Pelaku Dicokok

BANJARMASIN - Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir…

Senin, 18 Oktober 2021 21:50

Heboh..! Fortuner Remuk Ditimpa Kontainer

  BANJARBARU - Warga Banjarbaru dibuat heboh. Pasalnya, satu unit…

Senin, 18 Oktober 2021 16:11

Mayat Bayi Ditemukan di Tepi Laut

KOTABARU -  Temuan mayat bayi di pinggir laut Desa Hilir…

Senin, 18 Oktober 2021 16:10

Ditinggal Pergi, Rumah Ludes Terbakar

PELAIHARI - Rumah yang dihuni Rafi'i di Jalan Lok Serapang…

Senin, 18 Oktober 2021 15:47

Mahasiswi Korban Jambret Luka di Pipi, Tiga Hari Pelaku dan Penadah Berhasil Diringkus

BANJARBARU - Sepekan silam, tepatnya Ahad (10/10) dinihari, Gang Purnama…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:52

Puluhan Kasus Narkoba Diungkap Polres Kotabaru

KOTABARU- Dalam lima bulan terakhir, jajaran Polres Kotabaru gencar memerangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers