MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 18 September 2021 19:02
Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Gara-Gara Share Video ke Media Sosial

KREATIF: Misran di kebun hidroponik Desa Mekar Sari. Dia menjadi pembicara tentang pekarangan pangan lestari di desa. | FOTO: IST

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Media Sosial, Kepala Desa Mekarsari Kecamatan Binuang menjadi pembicara nasional.

-- Oleh: RASIDI FADLI, Rantau.

Wajah penuh kepuasan terpancar dari Misran Misdi saat keluar Aula Bappelitbang Tapin, Kamis (16/9) sore. Ia baru saja mempresentasikan pekarangan pangan lestari (P2L) berfokus tentang usaha BUMDes miliknya yakni hidroponik.

Kegiatan sendiri merupakan Webinar kebijakan dan strategi program ketahanan pangan untuk percepatan penurunan stunting yang diadakan Kementrian Sekretariat Negara RI melalui Sekretariat Wakil Presiden.

Ada ratusan peserta yang hadir secara daring. Terdiri dari jajaran Kementerian, para Gubernur se-Indonesia dan Bupati atau Walikota se-Indonesia.

Misran merupakan satu-satunya pembicaraan dari Kalimantan Selatan dan narasumber yang statusnya kepala desa alis pembakal. Ia mengaku gugup, pengalaman menjadi narasumber baru pertama kali, sudah langsung nasional.

"Sebelumnya tidak pernah, Alhamdulillah walaupun sedikit gugup presentasi yang saya bawakan lancar," ucap pria yang sudah menjabat sebagai Kepala desa selama 5 tahun.

Pengalaman jadi narasumber apalagi tingkat nasional, tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Karena menjadi kebanggaan tersendiri."Akan selalu saya kenang, ini pengalaman yang luar biasa," tuturnya.

Lantas inovasi apa yang membuatnya bisa jadi narasumber. Pria kelahiran 19 Maret 1974 silam ini bercerita, itu semua berkat pengembangan tanaman hidroponik yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)."Ada 5 macam sayuran yang ditanam. Sawi, selada, bayam, kangkung dan pakcuy," katanya.

Kebun hidroponik ini baru satu tahun dikembangkan, panen perdana sejak dua bulan lalu. Hasilnya sudah jadi pendapatan asli desa, totalnya omzetnya 25 juta rupiah.

"Pemasaran sudah ada. Sering menjual ke Banjarbaru dan cafe atau penjual kebab di Kecamatan Binuang. Ke masyarakat juga kami jual, tapi harganya lebih murah," tuturnya. "Karena pengembangan hidroponik, dari segi perawatan lebih mudah, lebih sehat dan tidak mengandung obat-obatan kimia. Di samping itu bagus untuk asupan gizi. Hasilnya juga sangat memuaskan," tambahnya.

Suami Najatul Fitri ini mengaku video yang dibuat tentang kebun hidroponik hanya untuk promosi. Setelah dikirim ke dinas PMD Kabupaten, ternyata diteruskan ke Provinsi lalu ke Nasional."Dari situ saya kaget, karena pas dihubungi langsung disuruh jadi pembicaraan nasional," ucapnya.

Karena dianggap berhasil, ayah dua orang anak ini lebih termotivasi mengembangkan potensi desanya. Dalam waktu dekat ini akan mengembangkan potensi wisata berupa memanfaatkan bendungan dan pengembangan itik petelur."Supaya nanti desa bisa jadi agrowisata," ucapnya yang 2022 nanti habis masa jabatannya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin Rahmadi mengatakan video tentang BUMDes hidroponik Desa Mekarsari memang banyak dibagikan. Pusat kemudian meminta kepala desa Mekarsari untuk jadi narasumber. "Tidak banyak pikir saya iyakan langsung," ucapnya.

Diceritakan Rahmadi, sebenarnya narasumber diundang presentasi ke Sekretariat Negara pada tanggal 30 Juli. Namun karena ada PPKM tiga hari sebelunnya, acara ditunda."Jadi ditunda sampai waktu tak ditentukan. Baru lima hari tadi dikabari secara Webinar saja," jelasnya.

Sementara Camat Binuang, Eko Haryono sangat mengapresiasi pencapaian kepala desa Mekarsari. Selama ini koordinasi dengan desa untuk pengembangan tanaman sayuran hidroponik selalu terjaga dengan baik."Kedepannya kita akan terus mendorong setiap desa di Kecamatan Binuang mempunyai unggulan. Sehingga pengelolaan dana desa akan lebih berdayaguna untuk kemandirian desa," janjinya. (ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…

Senin, 27 September 2021 13:11

Geliat Bisnis Benda Pusaka di Banjarmasin, Disukai Tak Sekadar karena Hikmah

Sejak dahulu, lumrah mengaitkan benda pusaka dengan hikmah. Seiring waktu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers