MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 22 September 2021 13:47
Indikator Berganti Tanpa Dikabari, Masuk Level 4 Karena Vaksinasi Masih Rendah
INSPIRATIF: Harmawati menjahit kain sasirangan di Pulau Burung, Kotabaru. Dia menjadi tokoh penggerak pendidikan di pulaunya. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin dan Banjarbaru menjadi faktor diperpanjangnya PPKM level 4 oleh pemerintah pusat. Ini adalah indikator yang belum ada sebelumnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim mengatakan surat Permendagri terbaru mencantumkan capaian vaksinasi sebagai salah satu indikator penilaian level PPKM di daerah. “Indikator terbaru adalah capaian vaksinasi yang harus dikejar pemerintah daerah,” ujarnya kemarin.

Hal ini sebenarnya tidak serta-merta disalahkan ke daerah. Saat jumlah vaksin yang didatangkan terbatas, daerah akan kesusahan mengejar angka 50 persen. “Kalau indikator capaian cukup berat dalam penurunan level. Besok (hari ini) akan ada rapat koordinasi percepatan dengan pemerintah pusat. Akan kami sampaikan soal kondisi vaksin ini,” janjinya.

Diterangkannya, vaksin yang diterima Kalsel dari pemerintah pusat dalam seminggu rata-rata sekitar 74 ribu dosis. Sementara mengejar target 18 ribu vaksinasi dalam sehari, membutuhkan 120 ribu lebih dosis.

Saat ini Kalsel sudah menghabiskan 85 persen dari total suplai vaksin yang dikirimkan pemerintah pusat ke Kalsel. “Sebenarnya jika vaksin cukup. Apalagi vaksinasi semakin masif dilakukan, capaian 50 persen yang ditarget pemerintah pusat bisa cepat terkejar,” yakinnya.

Soal capaian vaksinasi ini, di Banjarmasin sendiri hingga Senin (20/9) tadi, vaksinasi pertama baru terlaksana 43,81 persen. Sementara vaksin kedua hanya terlaksana 25,55 persen. “Sekali lagi, jika indikator ini diberlakukan vaksin harus banyak,” tekan Muslim.

Banjarmasin dan Banjarbaru harus gigit jari, PPKM level 4 resmi diperpanjang hingga 4 Oktober mendatang. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto menyampaikan Banjarmasin dan Banjarbaru masih berstatus level 4 setelah sebelumnya sempat turun di level 3.

Meski demikian, angka vaksinasi juga terasa janggal untuk indikator level PPKM. Pasalnya daerah lain di Kalsel tak lebih baik dari Banjarmasin dan Banjarbaru.

Hal inilah yang diherankan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. "Kabupaten lainnya capaian masih di bawah kita, tapi kenapa berada di level 2-3," ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina kepada awak media, Selasa (21/9).

Namun ia tidak menyoal terlalu jauh. Ibnu mengatakan meski Banjarmasin masih level 4, berbagai aktivitas sudah dapat berjalan normal, tapi tetap mengikuti aturan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang dianjurkan pemerintah."Aktivitas ekonomi tetap bisa dilaksanakan, sebab memang ada ruang di dalam Inmendagri itu," jelasnya.

Ibnu mengatakan sudah mencermati isi Inmendagri Nomor 44 Tahun 2021 tentang PPKM. Dalam aturan tersebut ada yang diperbolehkan dan dilarang. "Jadi ini Level 4 rasa level 3 Sebetulnya," ucapnya.

Lalu bagaimana agar Banjarmasin bisa lepas dari pemberlakuan pembatasan Level 4? Salah satu kriteria dari pusat adalah capaian vaksinasi harus di atas 50 persen."Vaksinasi masyarakat Banjarmasin akan lebih masif lagi kedepannya," cetus Ibnu. (mof/gmp/ran/ema)

CAPAIAN VAKSINASI DI KALSEL

Banjarmasin : 73 persen
Banjarbaru : 41 persen
HSS : 38 persen
Balangan : 28 persen
Tabalong : 23 persen
HSU : 20 persen
Tapin : 15 persen
Banjar : 12 persen
Tanah Laut : 12 persen
Kotabaru : 11 persen


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers