MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 25 September 2021 06:29
Ketika Pamor Pasar Terapung Muara Kuin Meredup: Puas di Air Pindah ke Darat
JUKUNG DORONG: Fahrul, 55 tahun, berpose di samping jukung darat kebanggaannya. Selama 20 tahun ia berdagang di Pasar Terapung. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Ketika pamor Pasar Terapung di Muara Kuin perlahan meredup, Fahrul memilih membuat jukung dorong. Kini, jukungnya itu bisa melibas jalanan.

-- Penulis: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

PERAHU kecil yang dibuat lelaki 55 tahun itu panjangnya hampir dua meter. Dibuat lengkap dengan atap. Tampilannya mencolok, lantaran jukung itu hanya bisa berjalan apabila didorong.

Mengapa tak dikayuh? Fahrul mengganti dayung dengan roda. Persis di bawah lambung jukung. Detail lain, ada tungkai besi di bagian bawah depan jukung. Kegunaannya untuk tumpuan. Agar jukung bisa berdiri sempurna ketika berhenti didorong.

“Kalau mau jalan, cukup tarik tali ini. Tiang besinya otomatis masuk ke badan jukung. Tinggal dorong lagi,” ujarnya. Ditemui Jumat (24/9) pagi, tak jauh dari Makam Sultan Suriansyah di Jalan Kuin Utara, Fahrul tampak asyik menjajakan buah-buahan. Jukungnya penuh dengan barang dagangan.

Ada nenas, pisang, rambutan, jeruk, hingga kecapi. Ada pula kerajinan tangan, berupa miniatur jukung pedagang Pasar Terapung.

Jauh sebelum membuat jukung dorong, tak kurang dua dekade ia berdagang di perairan Muara Kuin. Tiap hari mengayuh jukung dari rumahnya di kawasan Jalan Pangeran. Menawarkan ragam buah-buahan kepada para wisatawan.

Kini, pamor Pasar Terapung Muara Kuin kian meredup. Sekarang, jumlah pedagang lebih banyak dari pengunjungnya. Turis sudah beralih ke Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean atau di Lok Baintan, Kabupaten Banjar.

Saat itulah ia memutuskan untuk berjualan di darat. Tujuannya agar dagangannya cepat laku. Agar tak menghilangkan identitas, ia membuat gerobak dorong dari jukung. “Rampung dibuat awal tahun tadi. Tepatnya ketika banjir melanda Banjarmasin," ingatnya.

“Dibuat pas waktu senggang saja dan ada rezeki lebih. Sekarang kalau ingin berjualan di sungai, saya tinggal pakai jukung beneran. Kalau di darat, saya pakai yang satu ini," lanjutnya.

Fahrul memang tak lantas meninggalkan Muara Kuin. Sesekali ia masih mengayuh jukung ke sana. Terutama pada akhir pekan.

“Lebih banyak berkeliling dengan jukung dorong ini. Hampir tiap hari, dari pagi sampai sore,” ungkapnya.

Sejak Muara Kuin terus ditinggalkan pelancong, Pemko Banjarmasin bertindak. Pada 11 Januari 2020 lalu, diresmikan Pasar Terapung yang baru di dermaga Makam Sultan Suriansyah.

Pedagang dari Muara Kuin direlokasi ke sana. Lokasi baru ini diberi nama Pasar Terapung Muara Alalak.
Pemko memilih lokasi itu lantaran persis di pertemuan Kampung Kuin dan Kampung Alalak.

Saat peresmian, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebutnya sebagai upaya pelestarian. “Kan sudah branding-nya kota ini. Kalau bicara Pasar Terapung, orang pasti datangnya ke Banjarmasin,” ujarnya.

Sayang, Pasar Terapung Muara Alalak juga tak bertahan lama. Tak sampai setahun, akhirnya bubar.

Warga setempat, Fahim mengatakan, penyebabnya masih sama. Yakni sepinya pembeli. “Jadi sebagian kembali lagi ke Muara Kuin,” kisahnya.

Senada dengan Fahrul. Ia juga tak lama berjualan di Muara Alalak. “Apalagi masih musim covid. Tapi walau sepi pembeli, saya bersyukur masih ada pemasukan yang bisa dibawa pulang ke rumah,” tutupnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Januari 2023 14:24

35 Dapur Umum dan 21 Ekor Sapi Disiapkan di Haul Abah Guru Sekumpul Tahun Ini

Panitia haul ke-18 Guru Sekumpul di rumah pribadi Gubernur Kalsel…

Jumat, 06 Januari 2023 12:49

Mobil Komisioner KPU Murung Raya Terbakar, Ada yang Menduga Sengaja Dibakar

PADA zaman Kesultanan Banjar, rumah adat tipe balai bini dihuni…

Jumat, 06 Januari 2023 12:30

Balangan Punya Tradisi Unik Perkawinan Duda dan Janda, "Takumpul Sama Pada Balu Jangan Bahiri Nang Bujang"

Kabupaten Balangan memiliki sebuah tradisi dalam perkawinan antara duda dan…

Jumat, 06 Januari 2023 12:27

“Karena Mereka Adalah Kita” dari Film Tegar dan Realitanya di Banjarmasin

Dibuka dengan tangisan bayi, film berjudul Tegar menyadarkan kita semua.…

Selasa, 27 Desember 2022 10:37

Ketika Kampung Artis di Marabahan Ditinggal Pesohor

PERNAH mendengar nama Kampung Artis? Kampung ini berada di RT…

Senin, 12 Desember 2022 10:54

Walaupun Alurnya Berlika-liku

Usianya masih sangat muda, baru 18 tahun. Tapi umur tak…

Jumat, 04 November 2022 09:48

Banjarbaru 23 Tahun jadi Kota Administratif, Terlama di Indonesia

Sebelum akhirnya menjadi Kotamadya di penghujung tahun sembilan puluhan. Ada…

Jumat, 04 November 2022 09:45

Banjarbaru, Nama Sementara yang Dicetuskan Van der Pijl yang Kemudian Langgeng

Nama itu keluar secara spontan dari Van der Pijl ketika…

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers