MANAGED BY:
SELASA
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 25 September 2021 06:29
Ketika Pamor Pasar Terapung Muara Kuin Meredup: Puas di Air Pindah ke Darat
JUKUNG DORONG: Fahrul, 55 tahun, berpose di samping jukung darat kebanggaannya. Selama 20 tahun ia berdagang di Pasar Terapung. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Ketika pamor Pasar Terapung di Muara Kuin perlahan meredup, Fahrul memilih membuat jukung dorong. Kini, jukungnya itu bisa melibas jalanan.

-- Penulis: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

PERAHU kecil yang dibuat lelaki 55 tahun itu panjangnya hampir dua meter. Dibuat lengkap dengan atap. Tampilannya mencolok, lantaran jukung itu hanya bisa berjalan apabila didorong.

Mengapa tak dikayuh? Fahrul mengganti dayung dengan roda. Persis di bawah lambung jukung. Detail lain, ada tungkai besi di bagian bawah depan jukung. Kegunaannya untuk tumpuan. Agar jukung bisa berdiri sempurna ketika berhenti didorong.

“Kalau mau jalan, cukup tarik tali ini. Tiang besinya otomatis masuk ke badan jukung. Tinggal dorong lagi,” ujarnya. Ditemui Jumat (24/9) pagi, tak jauh dari Makam Sultan Suriansyah di Jalan Kuin Utara, Fahrul tampak asyik menjajakan buah-buahan. Jukungnya penuh dengan barang dagangan.

Ada nenas, pisang, rambutan, jeruk, hingga kecapi. Ada pula kerajinan tangan, berupa miniatur jukung pedagang Pasar Terapung.

Jauh sebelum membuat jukung dorong, tak kurang dua dekade ia berdagang di perairan Muara Kuin. Tiap hari mengayuh jukung dari rumahnya di kawasan Jalan Pangeran. Menawarkan ragam buah-buahan kepada para wisatawan.

Kini, pamor Pasar Terapung Muara Kuin kian meredup. Sekarang, jumlah pedagang lebih banyak dari pengunjungnya. Turis sudah beralih ke Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean atau di Lok Baintan, Kabupaten Banjar.

Saat itulah ia memutuskan untuk berjualan di darat. Tujuannya agar dagangannya cepat laku. Agar tak menghilangkan identitas, ia membuat gerobak dorong dari jukung. “Rampung dibuat awal tahun tadi. Tepatnya ketika banjir melanda Banjarmasin," ingatnya.

“Dibuat pas waktu senggang saja dan ada rezeki lebih. Sekarang kalau ingin berjualan di sungai, saya tinggal pakai jukung beneran. Kalau di darat, saya pakai yang satu ini," lanjutnya.

Fahrul memang tak lantas meninggalkan Muara Kuin. Sesekali ia masih mengayuh jukung ke sana. Terutama pada akhir pekan.

“Lebih banyak berkeliling dengan jukung dorong ini. Hampir tiap hari, dari pagi sampai sore,” ungkapnya.

Sejak Muara Kuin terus ditinggalkan pelancong, Pemko Banjarmasin bertindak. Pada 11 Januari 2020 lalu, diresmikan Pasar Terapung yang baru di dermaga Makam Sultan Suriansyah.

Pedagang dari Muara Kuin direlokasi ke sana. Lokasi baru ini diberi nama Pasar Terapung Muara Alalak.
Pemko memilih lokasi itu lantaran persis di pertemuan Kampung Kuin dan Kampung Alalak.

Saat peresmian, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebutnya sebagai upaya pelestarian. “Kan sudah branding-nya kota ini. Kalau bicara Pasar Terapung, orang pasti datangnya ke Banjarmasin,” ujarnya.

Sayang, Pasar Terapung Muara Alalak juga tak bertahan lama. Tak sampai setahun, akhirnya bubar.

Warga setempat, Fahim mengatakan, penyebabnya masih sama. Yakni sepinya pembeli. “Jadi sebagian kembali lagi ke Muara Kuin,” kisahnya.

Senada dengan Fahrul. Ia juga tak lama berjualan di Muara Alalak. “Apalagi masih musim covid. Tapi walau sepi pembeli, saya bersyukur masih ada pemasukan yang bisa dibawa pulang ke rumah,” tutupnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 17:21

Cerita Jarkuni si Penarik Becak, Wong Cilik dengan Pesan Besar

Sebagai penarik becak, kehidupan Jarkuni memang serba sulit. Tapi bukan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers