MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 27 September 2021 08:51
Jembatan Alalak Dibuka Tanpa Ruwet-Ruwet

Presiden Jokowi Dengar Aspirasi Warga Kalsel

SUDUT BAGUS: Warga berpose di jembatan Sungai Alalak yang dibuka kemarin sore. Desakan warga mendapat perhatian pemerintah pusat yang langsung menyuruh otoritas setempat untuk membuka jembatan. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin akhirnya menyerah. Mereka membuka secara perdana Jembatan Sungai Alalak, Minggu (25/9) sore.

Rupanya Presiden Joko Widodo akhirnya mengetahui aspirasi masyarakat ini melalui media. Dia memberikan perhatian dan meminta jembatan ini dibuka segera. “Ada arahan langsung dari pak Presiden,” ujar Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syauqi Kamal kemarin.

Syauqi mengatakan jembatan akan terus beroperasi hingga diresmikan nanti. Meski dibuka, yang boleh melintas hanya pengguna roda dua dan roda empat atau kendaraan pribadi. Truk atau angkutan berat masih tidak diperbolehkan melintas. “Petugas dari Kepolisan dan Dinas Perhubungan akan berjaga 1x24 jam. Ini menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” sebutnya.

Meski jembatan ini sudah dinyatakan laik fungsi dengan keluarnya sertifikat dari tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), BPJN tak ingin gegabah memberi izin angkutan besar melintas. 

Soal peresmian, dia belum bisa menjanjikan kapan dilaksanakan. Yang pasti sebutnya, ketika akan diresmikan nanti, jembatan akan ditutup sementara. Pasalnya, di bagian jembatan akan ada panggung peresmian. Maklum, yang meresmikan Jembatan Sungai Alalak ini dikabarkan adalah Presiden Joko Widodo. “Hanya saat peresmian nanti ditutup sementara. Setelah itu akan dibuka normal kembali,” tambahnya.

Seperti diketahui, desakan untuk segara membuka jembatan Sungai Alalak datang dari warga Kalsel. Pasalnya, kemacetan parah tak pernah terselesaikan karena proyek jembatan ini. Terlebih, Jalan Lingkar Utara (Jalan Gubernur Syarkawie) yang menjadi jalur alternatif kondisinya rusak pasca Banjir lalu.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, kemarin menyampaikan, Presiden Jokowi langsung meminta agar Jembatan Alalak ini segera dibuka. “Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembukaan Jembatan Sungai Alalak dapat dilakukan dengan ujicoba operasional secara terbatas hingga pelaksanaan peresmian. “Jenis kendaraan yang diizinkan hanya untuk roda dua dan mobil penumpang,” tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyatakan kesiapan pihaknya untuk melaksanakan arahan tersebut. “Kami telah melakukan pengecekan akhir kondisi jembatan tersebut dan siap dibuka sesuai arahan Presiden,” katanya.

Meski dibuka, Basuki meminta agar masyarakat mentaati aturan lalu lintas di area jembatan. Khususnya agar kendaraan roda dua dan mobil penumpang tidak parkir atau berhenti di atas jembatan. “Kami khawatir karena jembatan baru, masyarakat ingin berhenti untuk melihat jembatan atau berfoto. Mohon untuk kepentingan bersama kita tertib dan mentaati aturan lalu lintas,” pesannya.

Jembatan Sungai Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun. Pembangunan Jembatan Sungai Alalak menelan dana senilai Rp278 miliar yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Pekerja proyek ini dikerjakan bersama dengan konsep kerja sama operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Pandji yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears) sejak tahun 2019 lalu.

Dibangun dengan model cable stayed dan struktur melengkung sebagai rancang bentang utama jembatan, jembatan ini didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Selain itu, jembatan ini juga dipersiapkan dengan konstruksi tahan gempa dengan masa fungsi hingga 100 tahun.

Jembatan Sungai Alalak diyakini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Khususnya di sektor arus transportasi ekonomi antar Kalsel dengan Kalteng.

TENTANG JEMBATAN SUNGAI ALALAK

- Dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun

- Pembangunan Jembatan Sungai Alalak menelan dana senilai Rp278 miliar yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

- Proyek dikerjakan tahun 2019 bersama dengan konsep kerja sama operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Pandji yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

- Model cable stayed dan struktur melengkung sebagai rancang bentang utama jembatan disebut-sebut sebagai yang pertama di Indnesia.

- Jembatan didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Konstruksi dibangun tahan gempa dengan masa fungsi jembatan hingga 100 tahun.

 

Sudah Ramai Sebelum Dibuka

Kabar dibukanya Jembatan Sungai Alalak kemarin sore, begitu cepat tersebar. Bahkan belum dibuka, sudah banyak warga yang datang ke lokasi.

Begitu Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin membuka pagar yang menutup jembatan itu, warga langsung menaiki jalur pejalan kaki yang berada di bagian sisi jembatan.

Banyak yang kagun dengan struktur tiang utama jembatan yang melengkung. Mereka tak henti mengabadikan dengan kamera smartphonenya. “Bagus banar (sekali), alhamdulillah sudah bisa dilintasi,” ujar Husni, warga Alalak Banjarmasin kemarin.

Dia mengaku mendapat kabar dari rekannya yang bekerja disana menyebut jembatan akan dibuka sore hari itu. “Ternyata memang sudah selesai dan dibuka,” imbuhnya.

Kabar dibukanya jembatan ini kemarin, didengar pula oleh Yadi. Warga Jalan Pramuka itu sengaja membawa anak dan istrinya demi melihat langsung. “Memang bagus ternyata. Wajar saja pekerjaanya lama sekali,” ucapnya.

Warga lain, Farid mengaku bersyukur dia tak lagi harus berjuang menembus kemacetan saat turun maupun pulang kerja. “Alhamdulillah kada lagi terjebak macet. Sadang menikmati macet tiga tahun,” tuturnya.

Dia sendiri sempat menyayangkan lambannya jembatan ini dibuka. "Menunggu peresmian bisa dua atau tiga bulan lagi. Mending seperti ini. Peresmian juga hanya seremoni dan menghabiskan uang,” cecarnya.

Tak hanya warga dari Batola dan Banjarmasin, rasa penasaran juga dituturkan Wildan. Warga Banjarbaru itu sengaja datang ke Banjarmasin untuk melihat dan merasakan langusng melintasi jembatan. “Sayan dapat kabar sejak pagi. Tadi datang dari mall dan melihat di media sosial sudah dibuka. Langsung saja kesini (jembatan) melihat,” katanya.

Sementara, Kepala BPJN Wilayah XI Banjarmasin Syauqi Kamal meminta kepada masyarakat agar menjaga jembatan. Dia tak ingin ada kejadian yang diluar kendali pihaknya sebelum peresmian. “Meski sudah dibuka, saya berpesan agar masyarakat juga tertib dan tak melakukan hal-hal yang tak diinginkan,” pintanya.

Dia senang antusias warga yang ingin melihat secara langsung jembatan. Menurutnya, hal ini sangat wajar. Pasalnya informasi terkait model jembatan lengkung dengan penopang kabel ini adalah yang pertama di Indonesia.

“Pasti warga penasaran dan ingin melihat langsung. Kami harap mereka mentaati peraturan di jembatan, seperti tak berhenti di tengah jembatan yang bisa mengganggu kelancaran lalulintas,” pesannya lagi.
(mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers