MANAGED BY:
SELASA
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 27 September 2021 13:05
Cerita Mahasiswa Menjadi Guru di Sekolah Terpencil

Ada Siswa Naik Kelas Mesti Tak Bisa Calistung

MENGABDI: Nurlita Juliana berfoto bersama dengan siswa-siswi SDN Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala.

Bagi Nurlita Juliana, mengajar merupakan aktivitas yang menyenangkan. Melihat senyum para siswanya membuatnya kian bersemangat, walau pun harus mengajar di sekolah yang terpencil, dan jauh dari keramaian, serta sulit mendapatkan sinyal internet.

-- Oleh: JAMALUDDIN, Banjarmasin

Nurlita satu dari puluhan mahasiswa yang mengabdi untuk pendidikan di Kalimantan Selatan. Mahasiswi usia 22 tahun itu kuliah di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Jurusan Progam Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ia mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digalakan Kementerian Pendidikan.

Nurlita mengabdi di SDN Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala. Ia harus pulang pergi dari rumahnya di Desa Jelapat 1, Kecamatan Tamban, Barito Kuala. Jarak yang ditempuh kurang lebih 26 kilometer.

Saat dihubungi via telepon, Minggu (26/9), Nurlita menceritakan pengalamannya mengajar di sekolah terpencil itu.
Setiap pukul 07.00 Wita ia sudah harus berangkat. Dengan sepeda motor, ia harus hati-hati karena akses jalannya rusak dan sempit. Saat berpapasan dengan mobil, salah satunya harus ada yang menepi.

“Memang jalannya tidak menanjak, tapi kalau hujan pasti becek. Kondisi jalan aspal banyak rusak dan amblas,” ceritanya.

Nurlita sudah mengabdi sejak bulan Agustus 2021. Mulanya, ia merasa lelah setiap hari melintasi jalan itu, tapi seiring waktu berjalan, ia mulai terbiasa dengan kondisi tersebut. “Pengabdian ini selesai sampai pertengahan bulan Desember 2021,” katanya.

Nurlita menjelaskan, pertama kali melihat sekolah ia sempat termenung. Melihat potret pendidikan di sekolah terpencil yang masih sangat tertinggal. “Bangunan sekolah memang dari tembok, tapi lantainya kayu dan ada yang berlubang,” katanya.

Ia menceritakan, letak sekolah berada di bantaran Sungai Barito. Hanya terpisahkan oleh akses jalan utama desa tersebut. Sekolah itu memiliki 7 ruangan, kondisi paling mengkhawatirkan ada di ruang kelas 1-3. Lantainya berlubang dan palfon banyak yang jebol. “Jadi di bawah lantai itu air, makanya sekolah didesain seperti rumah panggung,” tambahnya.

Tak jauh beda kondisi ruang kelas 4-6 juga demikian. Cat mulai memudar, ditambah fasilitas sekolah tidak memadai. Di sana masih menggunakan papan tulis kapur, meja dan kursi banyak yang rusak. Buku-buku di perpustakaan juga dimakan rayap. “Padahal, itu buku-buku baru. Mungkin karena tidak pernah dibaca,” ujarnya.

Nurlita mengajar di kelas 1 dan 2. Ia mengajar cara membaca, menulis, dan menghitung (Calistung). Siswanya juga tidak banyak. Satu kelas hanya 9 orang. Ia merasakan di masa pandemi seperti ini proses belajar mengajar jadi terganggu.

Bahkan karena dampak penutupan sekolah, para siswa kelas 1 terpaksa dinaikan kelas 2 walaupun mereka belum bisa membaca dan menulis. “Sedih, di sini juga siswa ada yang pakai seragam dan ada yang pakai baju biasa. Bahkan siswa ada yang pakai sandal,” katanya.

Yang membuatnya masih semangat, antusias para siswa untuk belajar sangat tinggi. Walaupun Nurlita sempat kewalahan karena mengajar siswa SD sangat berbeda dengan SMP atau SLTP. Tak hanya mengajar di kelas, ia juga punya misi lain.

Ada beberapa program kerja yang ia bawa seperti mengajak siswa untuk melek teknologi, kemudian melatih siswa membuat kain sasirangan dari saputangan, membuat hand sanitizer dari daun serai. Kemudian misi sekolah sehat, yakni membiasakan siswa membersihkan halaman sekolah. Semua proker ini diharapakn bisa membentuk karakter para siswa.

“Agar siswa melek teknologi ini yang mengalami kendala karena di sini susah sinyal. Jadi saya harus mencari jaringan yang kuat menggunakan smartphone. Kemudian sinyal disambungkan ke laptop,” ujarnya.

Selama tiga bulan ke depan, Nurlita bertekat membawa perubahan di sekolah ini. Walaupun ia sadar semua itu tidak bisa ia lakukan sendirian. “Kalau tidak bisa membantu dari segi materi, setidaknya saya bisa membagikan ilmu dan pengalaman untuk sekolah dan siswa di sini,” katanya. (*)


BACA JUGA

Selasa, 26 Oktober 2021 10:10

Wujudkan Tanah Bumbu Sebagai Serambi Madinah

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar menghadiri peringatan…

Selasa, 26 Oktober 2021 10:09

Mustika Ikut Lomba Desa Tingkat Provinsi

BATULICIN – Provinsi menggelar Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat…

Selasa, 26 Oktober 2021 10:08

Teladan..! Bupati Tala Ikut Membedah Rumah

TAKISUNG - Gotong royong bedah rumah, peninjauan pelayanan vaksin, penandatanganan…

Selasa, 26 Oktober 2021 10:06

Peran dan Kinerja Himpaudi Diapresiasi

PELAIHARI - Bunda PAUD Kabupaten Tanah Laut (Tala) Hj Nurul…

Selasa, 26 Oktober 2021 09:53

New Normal di Rumah Ibadah, Lepas Batas Saf Tak Dianjurkan Namun Tak Juga Melarang

BANJARMASIN – Menyusul penurunan status PPKM ke level 2, sejumlah…

Selasa, 26 Oktober 2021 09:50

Masih Perkara Sampah, Dari Siring Piere Tendean Hingga Kompleks Pelajar

BANJARMASIN - Petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin,…

Selasa, 26 Oktober 2021 09:45

PUPR Bantah Programnya Merusak Jalan

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Selasa, 26 Oktober 2021 09:01

Lagi, Tambang Emas Karang Intan Kabupaten Banjar Ditertibkan

BANJARBARU - Dinas Kehutanan Kalsel kembali menertibkan aktivitas tambang emas…

Selasa, 26 Oktober 2021 08:59

Guru “Laskar Pelangi” di Pedalaman Pegunungan Meratus, Hanya Lulusan Paket, Selamatkan Satu Generasi

Sahdidin (51) adalah salah satu perintis sekolah dasar di pedalaman…

Senin, 25 Oktober 2021 14:54

Indeks Risiko Bencana Kalsel Tinggi

BANJARBARU - Dihajar banjir besar pada awal 2021, dan rawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers