MANAGED BY:
MINGGU
28 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 29 September 2021 11:47
Muncul 344 Ha Kawasan Kumuh Baru di Banjarmasin
KUMUH: Permukiman penduduk di bantaran Sungai Pekapuran, foto diambil di Jalan Pangeran Antasari, kemarin (28/9) siang. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Semestinya penanganan permukiman kumuh di Kota Banjarmasin rampung tahun ini. Alih-alih selesai, kawasan kumuh justru malah bertambah.

Mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2015 lalu, ada seluas 549 hektare kawasan kumuh di kota ini.

Selama lima tahun pembenahan, pemko bisa menekan hingga hanya tersisa 36 hektare kawasan kumuh. Kala itu, kawasan yang paling banyak dibenahi berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Namun, rupanya di tahun 2021 ini, menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Banjarmasin, Ahmad Fanani, luasan permukiman kumuh malah bertambah menjadi 380 hektare. Sebarannya merata di lima kecamatan.

Ditanya mengapa, Fanani menjawabnya sebagai dampak dari perubahan RTRW 2021. “Yang dulunya jalur hijau, sebagian diubah menjadi kuning seiring revisi RTRW ini. Maka bermunculan lah kawasan kumuh baru," ungkapnya kemarin (28/9).

Sekarang, pemko diberi waktu lima tahun untuk mengentaskan kawasan kumuh baru tersebut.

Kumuh atau tidak kumuh, ditentukan oleh tujuh indikator. Sebagian di antaranya adalah tata bangunan, jalan lingkungan, sanitasi dan kerawanan bahaya kebakaran.

“Yang paling berat adalah mengatasi sampahnya. Maka harus bekerja sama dengan dinas lain untuk menyelesaikanya. Semoga lima tahun mendatang, target nol kawasan kumuh bisa tercapai,” harapnya.

Mengingat pandemi, Disperkim tak bisa terlalu mengandalkan APBD. Anggarannya sudah sangat terbatas. Maka, tak ada pilihan kecuali melobi ke sejumlah program yang tersedia di pemerintah pusat.

“Ambil contoh penanganan kawasan kumuh di Kelayan. APBD hanya menggelontorkan Rp41 miliar. Padahal, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp125 miliar. Jadi meminta bantuan ke pemerintah pusat jauh lebih realistis,” pungkasnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 10:38

Baru 3 Hari Dibangun, Jembatan Desa Alat Rusak Lagi

BARABAI - Hujan mengguyur Hulu Sungai Tengah sejak Minggu (28/11)…

Sabtu, 27 November 2021 12:20
Pemkab Tanah Laut

Wakil Bupati dan Kapolres Tala Lakukan Monitoring Vaksinasi

PELAIHARI - Hujan tidak menghalangi antusias warga Pelaihari untuk mengikuti…

Sabtu, 27 November 2021 09:40

Mobil Pejabat Dilarang Pakai Solar Bersubsidi

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kelangkaan…

Sabtu, 27 November 2021 09:36

Cuaca Ekstrem, PLN Pastikan Listrik Aman

BANJARBARU - Setiap kali musim hujan, ditambah dengan cuaca ekstrem…

Sabtu, 27 November 2021 09:25

Penyakit Pipa Tua PDAM: Maaf Saja Tak Cukup

Pipa besar di Jalan Ahmad Yani kilometer satu retak pada…

Sabtu, 27 November 2021 09:22

Sekdako Banjarmasin Dilantik 30 November

BANJARMASIN - Pemko sudah menjadwalkan pelantikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako)…

Sabtu, 27 November 2021 09:11

Belasan Miliar untuk Dana Darurat

BANJARBARU - Sejak pandemi merebak, Pemko Banjarbaru sudah menggelontorkan anggaran…

Sabtu, 27 November 2021 09:09

Program RT Mandiri di Banjarbaru: Satu RT Rp75 Juta

BANJARBARU - Sempat ditunggu-tunggu nyaris satu tahun. Program RT Mandiri…

Sabtu, 27 November 2021 08:54
Pemkab Tanah Bumbu

Tanbu Bertahan di Level Satu

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu resmi bertahan di PPKM level…

Sabtu, 27 November 2021 08:54
Pemkab Tanah Bumbu

PPKM Satu, Tetap Waspada

BATULICIN - Bertahan di PPKM level 1, Kabupaten Tanah Bumbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers