MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 28 Juli 2016 10:05
Lagi Trend Pokemon Go, Penjualan Boneka Pokemon Laku Keras
DEMAM POKEMON - Maraknya games pokemon turut berdampak pada penjualan boneka. Dalam satu hari penjualan mencapai 10 boneka.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Marakya games Pokemon saat ini berdampak pada penjulan boneka. Khususnya boneka jenis Pikachu. Wulan, salah satu pedagang boneka di bilangan jalan Veteran Banjarmasin, mengaku bahwa permintaan boneka Pikachu sangat tinggi. Dalam sehari bisa mencapai 10 boneka.

Sebelum ramai games Pokemon sekarang terangnya, konsumen tak pernah sama sekali mencari boneka Pokemon. Ia bersyukur, maraknya games ini turut menaikkan omzet jualannya. Yang biasa pendapatan rata-rata hanya Rp500 ribu sampai Rp1 juta sehari, meningkat mencapai Rp2 juta dalam sehari.

Ia berharap, demam games Pokemon ini tak sebentar. Pasalnya, boneka yang dicari saat ini lebih di dominasi Hello Kitty permintaanya sedikit beralih ke boneka Pikachu. “Sebelumnya, yang paling banyak dicari dan dibeli konsumen boneka Hello Kitty. Sekarang malah menurun,” bebernya.

Untuk memenuhi permintaan, ia secara khusus mendatangkan dari luar Kalsel. Pasalnya, di distributor lokal masih belum banyak boneka Pokemon. “Saya harus pesan ke pedagang di Pulau Jawa untuk menambah koleksi Pokemon. Di Banjarmasin tak banyak model dan stoknya,” sebutnya.

Di Banjarmasin terangnya, hanya menjual jenis Pokemon Pikachu saja. Untuk model lain tak ada yang masuk. Untuk harga, boneka Pikachu kecil dijualnya seharga Rp35 ribu. Sedangkan untuk ukuran besar seharga Rp75 ribu. “Lumayan lah games Pokemon membawa berkah bagi penjual boneka,” selorohnya.

Hal senada dituturkan, Akbar, pedagang boneka dibilangan Jalan Tembus kilometer 6 Banjarmasin. Permintaan masyarakat saat ini lebih banyak mencari boneka Pokemon daripada boneka lain. “Ini saja saya lagi kosong. Kemarin habis 1 lusin,” ungkapnya.

Pembeli sendiri sebutnya, lebih banyak datang dari perempuan remaja selain anak-anak. Berdagang boneka tuturnya perlu mengikuti perkembangan yang sedang ramai di masyarakat. Ketika marak Hello Kitty, penjualan boneka berwana merah muda tersebut sangat tinggi. Begitu pula saat demam Pokemon. Permintaan pun berdampak. “Biasanya omzet penjualan boneka naik, ketika musim valentine. Namun, ketika ada demam yang sedang marak. Penjualan pun akan mengikuti. Contohnya seperti demam Pokemon sekarang,” ujarnya.(mof) 


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers