MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 28 Juli 2016 10:16
Ada Apa..? Petani Rotan Kalsel Mengancam Akan Hentikan Produksi
CARI NAFKAH - Perajin sedang menganyam rotan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Petani rotan Kalsel mengancam menghentikan produksi dan suplai dalam negeri. Pasalnya, protes mereka terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menyebabkan anjloknya harga rotan tak kunjung ditanggapi.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan memberlakukan Permendag Nomor 35 tahun 2011 tentang Ketentuan Larangan Ekspor Rotan Dan Produk Rotan. Dengan adanya Peraturan tersebut, perekonomian petani dan industri hilir terancam. Selain itu, petani dan pengepul rotan pun merugi karena harga jual tak bisa menutupi operasional.

Sebelumnya, beragam upaya sudah dilakukan para petani lokal, termasuk protes ke Kementerian Perdagangan di Jakarta. Namun, hasilnya belum berimbas, dan taka da sinyal positif bagi pelaku usaha rotan di Kalimantan, khususnya di Kalsel baik di hulu maupun di hilir.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan petani/pedagang dan industri rotan Kalimantan, Irwan Riady menuding, Permendagri tersebut malah menguntungkan kartel rotan yang dikendalikan investor asing. Oleh sebab itu, pihaknya mengancam akan menghentikan suplai rotan ke luar Kalimantan jika regulasi tersebut tak direvisi. “Kita tengarai Singapura dan Malaysia ikut bermain agar rotan dilarang pemerintah. Karena mereka bisa memproduksi rotan sintetis,” kata Irwan.

Sebelum pemberlakuan Permen tersebut terangnya, rotan Kalimantan pernah berjaya. Dari tahun 2010 hingga 2011. Volume ekspor ketika itu sebutnya mencapai 4.500 ton perbulan dengan negara tujuan diantaranya Cina dan India. Namun, pasca terbitnya Permendagri tersebut, bisnis hulu dan hilir rotan langsung anjlok.

Menurunnya produktivitas ini ditakutkan pihaknya, 3-4 tahun lagi rotan akan musnah di bumi Kalimantan. Sebab, para petani enggan untuk budidaya rotan yang sudah mulai tak bisa lagi menghidupi keluarga mereka.

Saat ini saja terangnya, harga rotan keperluyan dalam negeri sangat rendah, terutama jenis 811 harganya sekitar Rp500 per kilogramnya. Itupun harus dibagi dua antara petani dan buruh. “Jika dihitung estimasi pengahasilan per hari tak sampai Rp50 ribu. Sedangkan biaya hidup dan operasional dia atas Rp 100 ribu. Jika di ekspor, harga jual bisa mencapai 9 Dollar Amerika Serikat,” tandasnya.(mof)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers