MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16
Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Mengenal Pondok Pesantren Dhiyaul Ulum, Barabai

CERIA: Para santri sangat semangat dan ceria saat mengikuti pelajaran di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Dhiyaul Ulum. | FOTO: JAMALUDDIN / RADAR BANJARMASIN

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi bangunan Ponpes ini, dulunya berdiri kandang itik ukuran 5 x 24 meter yang lama tidak terpakai. Sekarang menjadi tempat melahirkan penghafal Alquran, majelis taklim dan madrasah Ibtidaiyah.

=================== 

JAMALUDDIN, Barabai

=================== 

Ponpes Dhiyaul Ulum berada di Jalan Sarigading, Desa Banua Budi RT 3 RW 2, Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST). Letaknya sedikit masuk ke dalam gang. Bangunan pertama yang dilihat ketika masuk yakni musala. Musala ini gandeng dengan dua ruang kelas untuk belajar dan satu asrama.

Tahun ini merupakan tahun ajaran kedua bagi Ponpes Dhiyaul Ulum. Anak-anak terlihat sedang olahraga bermain bulu tangkis ditemani sang ustaz, Kamis (16/9).

“Kita menampung santri yatim, atau pun yang tidak yatim. Namun anak yatim kita bebaskan biaya,” kata pengasuh Ponpes, Ustaz Muhammad Faidhir Rahman, 31 tahun, alumni Ponpes Darul Ilmi Banjarbaru dan Universitas Al-Ahgaff Hadhramaut Yaman.

Pada tahun ajaran pertama 2019/2020, jumlah santri yang mendaftar hanya tujuh orang. Selang beberapa bulan, guru dari Ustaz Faidhir, yaitu Doktor Alwi dari Hadhramaut Yaman berkunjung dan salat hajat di Ponpes tersebut. “Alhamdulliah sekarang ponpes sudah mulai masyhur,” ceritanya.

Saat awal berdiri, belum ada Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ustaz Faidhir bersama donatur tetap dan keluarga santri bermusyawarah. Akhirnya diputuskan untuk mendirikan MI. “Sekarang masih dalam proses pembuatan izin di Kementerian Agama (Kemenag). Tapi proses belajarnya sudah dimulai,” jelasnya.

Setelah MI dibuka pada tahun ajaran kedua, jumlah santri yang mendaftar sangat banyak. Kuota awal hanya menerima 18 santri, tapi yang mendaftar 30 orang. Akhirnya pengasuh Ponpes membatasi dan menerima santri 25 orang saja. “Kalau kebanyakan fasilitasnya dan ruang kelas tidak cukup,” bebernya.

Namun sampai sekarang masih saja ada orang tua yang memohon untuk menerima anaknya di pesantren. Sebenarnya Ustaz Faidhir tidak enak untuk menolak para santri, namun melihat kapasitas ruangan dan jumlah tenaga pengajar menjadi pertimbangan yang berat.

“Bahkan dari keluarga donatur pun ada yang tidak kita terima. Supaya kita lebih disiplin,” katanya.

Untuk mata pelajaran di MI, Ustaz Faidhir mengikuti kurikulum dari Kemenag. Yang menjadi prioritas yakni penghafal Alquran. “Semua santri kita programkan menjadi tahfiz, Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik,” ceritanya.

Sekarang ada enam santri yang sudah menyelesaikan hafalan juz 30. Sisanya masih dalam tahap menyelesaikan. Untuk santri tahun ajaran pertama tak terlalu ditargetkan berapa jumlah hafalan. ”Karena tidak ada seleksi, jadi yang penting bacaannya bagus dan lancar,” ujarnya.

Baru, untuk santri ajaran tahun kedua ditarget minimal hafal lima juz Alquran. “Untuk tahun selanjutnya terus ditingkatkan. Tenaga pendidik selama ini hanya empat orang, dua ustaz dan dua ustazah,” pungkasnya. (yn/bin)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…

Senin, 27 September 2021 13:11

Geliat Bisnis Benda Pusaka di Banjarmasin, Disukai Tak Sekadar karena Hikmah

Sejak dahulu, lumrah mengaitkan benda pusaka dengan hikmah. Seiring waktu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers