MANAGED BY:
RABU
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 09 Oktober 2021 13:20
Otak Perampokan Diduga Bercebur, Satu Pelaku Dibekuk
DIBORGOL: Roni dihadirkan dalam rilis kasus di Polsek Banjarmasin Selatan, kemarin (8/10). | FOTO: MAULANA / RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Satu dari dua pelaku perampokan di Jalan Kelayan B Gang Babussalam sudah ditahan di sel Mapolsek Banjarmasin Selatan.

Korbannya adalah nenek berusia 65 tahun, Salbiah. Warga Jalan Kelayan B Gang Kurnia. Perhiasan emas di tubuhnya dirampas.

Sementara tersangka adalah Roni, 41 tahun, adalah warga Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ditangkap saat dalam menumpang kapal menuju Surabaya oleh tim gabungan pada Rabu (6/10) dini hari, sehari setelah perampokan.

Kemarin (8/10), penyidik menghadirkan Roni dalam rilis kasus di mapolsek. Mengenakan baju tahanan, wajahnya ternyata tak seganas aksi kejahatannya.

“Jam 1 dini hari kami berangkat dari Pelabuhan Trisakti. Kami berkoordinasi dengan awak kapal dan ketemu. Ia menaiki mobil yang dipakainya untuk merampok. Barang bukti juga masih lengkap,” kata Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Ipda Herjunaidi.

Sebelum ke pelabuhan, polisi sempat melacak duo perampok ini dengan menyisir kota.

“Kami akhirnya mengalah, ikut sampai ke Surabaya. Setiba di pelabuhan, kami berkoordinasi dengan kepolisian Surabaya untuk memeriksa setiap kendaraan angkutan di sana. Hasil nihil,” tambahnya.

Lantas, di mana pelaku kedua? “Menurut cerita Roni, rencananya mereka hendak bercebur di Muara Banjar. Tapi Roni akhirnya memilih bertahan di atas kapal,” tambahnya.

Dugaan sementara, pelaku kedua yang berinisial H lolos setelah bercebur ke laut. “Apakah H benar-benar bercebur, yang pasti kami masih memburunya,” tegasnya.

H sendiri seorang residivis. Pemain lama untuk perampokan antar pulau. H pula yang menjadi otak kasus ini. Roni juga sebenarnya sudah beberapa kali beraksi, tapi baru kali ini tertangkap.

“H sering ke Banjarmasin. Modusnya sama, sok kenal sok dekat dengan perempuan yang memakai banyak perhiasan berharga,” lanjut Herjunaidi.

Sebelum beraksi, mereka sudah sepekan tinggal di Banjarmasin. Mencari-cari sasaran empuk.

“Mereka tak melibatkan orang lokal. Mobil disewa dari rental di Jakarta, tarifnya sehari Rp500 ribu. Kalau barbuk diperkirakan bernilai Rp50 juta,” bebernya.

 

Pengakuan Roni

Ini pengalaman pertama Roni mengunjungi Banjarmasin. Diajak H, ia tertarik. Menurutnya, ongkos hidup di Jakarta terlalu tinggi.

“Saya aslinya orang Palembang,” ujarnya.

Rencana awal, setelah kabur, ia hendak kembali ke Duren Sawit. “Uangnya buat bayar kontrakan dan keperluan lainnya,” dalihnya.

Yang memanggil korban dan mengajaknya berbicara adalah H. Ketika korban menyadari telah dijebak, Roni membantu H untuk menyekap dan menganiaya perempuan tua itu.

Setelah cincin dan kalung emasnya dirampas, Salbiah diturunkan di kawasan sepi di Liang Anggang, Banjarbaru. (lan/jy/fud)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers