MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52
Si Pencabut 40 Nyawa

Hari Museum Nasional di Banjarmasin

PAMERAN PUSAKA: Pusaka-pusaka yang dipamerkan dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional di Banjarmasin. \ FOTO: WAHYU RAMADHAN / RADAR BANJARMASIN

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang dan sarung, di belakangnya tertulis, parang itu sekurang-kurangnya sudah mencabut 40 nyawa.

 

Penulis, WAHYU RAMADHAN

 

Puluhan senjata tradisional tersusun rapi di balik etalase kaca. Jenis dan ukurannya beragam. Mulai dari keris, belati, badik, tombak, hingga parang.

Tak sedikit senjata yang terbuat dari besi itu tampak korosi lantaran dimakan usia. Seperti misalkan parang milik pejuang bernama Bakri bin Haji Husin itu.

Bakri merupakan seorang komandan pejuang di wilayah Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan.

Konon, parang itu pernah dipakai Bakri pada masa revolusi fisik periode 1945-1949. Kemudian, mengeksekusi setidaknya 40 orang. Dari pengkhianat bangsa hingga penjajah Belanda.

Bergeser ke koleksi yang lain. Ada keris peninggalan Panglima Ulin, pengawal utama Patih Muhur asal Belandean. Sebuah desa di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Bentuk kerisnya berkelok-kelok. Jumlah keloknya ada lima, pas dengan namanya Keris Pandawa.

Itu baru sebagian koleksi yang ditampilkan pada pameran temporer memperingati Hari Museum Nasional.

Dihelat Pemprov Kalsel, menggandeng komunitas pencinta senjata tradisi, Wasi Pusaka Banua (Wasaka).

Pameran digelar pada 11-14 Oktober di halaman Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka), Jalan Kampung Kenanga, Sungai Jingah.

Salah seorang anggota Komunitas Wasaka, Faisal Embron menjelaskan, selain koleksi milik anggota komunitas, ada pula koleksi dari tiga museum di Kalsel yang ditampilkan.

Dari koleksi Museum Lambung Mangkurat, Museum Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Museum Wasaka sendiri. Umumnya senjata khas tradisional. Bentuknya tidak melulu senjata tajam.

Ada yang berbentuk kaus rajah, azimat, tongkat cemeti, hingga replika pakaian perang yang dikenakan Pangeran Antasari.

“Sebenarnya, bisa saja kami tampilkan lebih banyak dari ini. Tapi lantaran ruangnya terbatas, kemudian juga masih pandemi jadi kami batasi,” jelasnya kemarin (11/10) siang.

Di samping memperingati Hari Museum Nasional, pameran itu juga sebagai ajang silaturahmi antar sesama pegiat hingga penghobi benda pusaka.

“Tujuannya tak lain untuk melestarikan, mencintai dan mengenal benda-benda berikut sejarah yang menyertainya," tambahnya.

Pameran itu memang belum banyak menyita perhatian warga. Kendati demikian, bukan berarti tak ada pengunjung yang datang.

Seorang pengunjung, Jailani Hasan tampak antusias. Bahkan, warga asal Sungai Miai itu aktif bertanya tentang sejarah dan asal usul benda yang dipamerkan.

Salah satunya senjata yang bernama Sungga. Terbuat dari besi baja dengan ujung lancip. Bentuknya pun lumayan besar dibandingkan senjata lainnya. Untuk mengangkatnya saja memerlukan tenaga dua orang dewasa.

"Saya baru tahu, itu biasa digunakan pejuang untuk menjebak musuh. Kata panitia pameran, biasanya diletakkan di bawah jembatan yang bakal dilintasi serdadu Belanda," jelasnya.

"Bayangkan saja ketika jembatan dirobohkan oleh pejuang, penjajah yang terjatuh sudah diadang Sungga," tambahnya.

Melihat pameran ini, semangat nasionalisme Hasan sontak membara. Baginya, senjata-senjata itu merupakan kawan setia pejuang saat mempertahankan harga diri bangsa.

"Pameran seperti ini mesti digelar sesering mungkin. Agar kita bisa lebih mengenal budaya dan sejarah. Membuat kita lebih menghargai jerih payah pendahulu," tutupnya. (jy/fud)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…

Senin, 27 September 2021 13:11

Geliat Bisnis Benda Pusaka di Banjarmasin, Disukai Tak Sekadar karena Hikmah

Sejak dahulu, lumrah mengaitkan benda pusaka dengan hikmah. Seiring waktu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers