MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 15 Oktober 2021 14:29
Syarat Wajib Antigen Siswa Diprotes
MEMBERATKAN: Ketua Komisi IV DPRD Kalsel M Lufgi Syuifuddin (kiri) menyampaikan protes atas kebijakan syarat wajib antigen kepada siswa PTM.| FOTO: ENDANG / RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Wajib tes antigen bagi siswa sebagai syarat SMA/SMK bisa menggelar PTM, diprotes keras Komisi IV DPRD Kalsel. Sebab dinilai sangat memberatkan pelajar.

Ketua Komisi IV M Lutfi Syaifuddin, usai pertemuan dengan Disdik Kalsel, menyatakan melayangkan surat kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov Kalsel. "Dalam waktu dekat ini kami akan mengirim surat  protes keras kepada gugus tugas," katanya, Kamis (14/10).

Protes politikus muda Gerindra ini cukup beralasan. Di tengah pandemi,  masyarakat masih kesulitan mencari nafkah. Jangankan untuk keperluan lain, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja susah. Sementara jika siswa ikut PTM, artinya wajib  melakukan rapid tes antigen.

Menurut Lutfi, ongkos paling murah tes antigen Rp 70 ribu, dengan masa berlaku hanya 1 x 24 jam. Mungkin untuk sebagian orang itu tidak mahal. Tapi bagi yang tidak mampu, itu  memberatkan. Mungkin dengan uang tersebut justru lebih berguna untuk keperluan rumah tangga.

"Kalau dilakukan hanya satu kali tidak ada manfaat berkelanjutan, akhirnya hanya menimbulkan beban orang tua murid," ujarnya.

Ia menilai keputusan Pemprov Kalsel juga tidak matang dan bukan menjadi solusi untuk saat ini. Kewajiban tes antigen, manfaat yang didapat tidak seimbang dengan PTM yang digelar berkelanjutan. Harusnya kebijakan yang dikeluarkan gugus tugas tidak memberatkan pelajar yang akan melaksanakan PTM.

"Memangnya PTM hanya digelar sekali saja, tentunya kami tidak setuju adanya kewajiban dari gugus tugas ini," sindirnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel  M Yusuf Effendi kepada awak media menjelaskan,  pemberlakuan antigen hanya sekali pada awal pelaksanaan PTM saja. "Supaya tak menjadi beban, sekolah bisa berkoodinasi dengan Dinkes Kalsel," tegasnya. (gmp)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 08:24

Pemprov Kalsel Siapkan Logistik Bencana Cukup Sampai 2022

BANJARBARU - Pemprov Kalsel melalui Dinas Sosial bakal menyiapkan logistik…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:57

Rp111 Miliar DAK Fisik Kalsel Gagal Terserap

BANJARMASIN - Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:51

Semua SMA/SMK di Kalsel Diusulkan Buka

BANJARBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ingin segera…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:49

Andi Tenri Satu-satunya Wakil Kalsel

BANJARMASIN - Andi Tenri Sompa, akademisi asal Kalsel yang mengajar…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:41

APBD Banjarmasin Defisit Rp291 Miliar

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:39

Libur Akhir Semester Digeser

BANJARMASIN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:36

Taman Satwa Pengin Tambah Koleksi Satwa

BANJARMASIN - Meski masih ditutup, Taman Satwa di Jalan Jahri…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:34

105 Desa Terdampak, Markas Polres HSU Tak Luput Banjir Kiriman

AMUNTAI - Meluapnya tiga aliran sungai yang membelah Kota Amuntai…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:13
Pemkab Tanah Bumbu

Hari PUPR Dirayakan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:12
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Hadiri Musrenbang

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar menghadiri Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers