MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:29
Bando Segera Dieksekusi, Ahmad Muzaiyin: Tunggu Penunjukan Pihak Ketiga
MENUNGGU WAKTU: Puing-puing bando yang berada di ruas Jalan Ahmad Yani Banjarmasin bakal dibongkar. | Foto: Wahyu Ramadhan / Radar Banjarmasin

BANJARMASIN - Meski proses eksekusi puing baliho bando yang masih melintang di kawasan Jalan Ahmad Yani Banjarmasin belum dilakukan, setidaknya sudah mulai nampak titik terang.

Kepala Satpol PP Pamong Praja dan Damkar Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin menyatakan, eksekusinya ditargetkan dilakukan di bulan Oktober ini. "Untuk kapan waktu persisnya belum," ucapnya, Jumat (15/10).

Muzaiyin menjelaskan, saat ini pihaknya masih melalukan persiapan penunjukan pihak ketiga, yang bakal bertindak sebagai eksekutor. "Sementara ini, kendala kami itu saja. Karena itu memang menjadi tahapan yang mesti kami lalui. Tak ada kendala lain," tambahnya.

Begitu proses penunjukan pihak ketiga selesai, maka pihaknya berjanji akan langsung melakukan eksekusi.

Disinggung mengapa harus menunjuk pihak ketiga. Muzaiyin menjelaskan, itu perlu dilakukan lantaran secara teknis di lapangan, pihaknya tidak memiliki fasilitas atau tenaga ahli untuk mengeksekusi bando-bando itu.

"Itu perlu keahlian khusus. Peralatannya kami tidak punya. Kemudian faktor keselamatan juga mesti diperhatikan. Tapi di satpol pp, anggaran untuk menangani hal seperti itu memang sudah disediakan," tekannya.

Di sisi lain, segala prosedur, menurutnya, sudah dilaksanakan. Mulai dari Surat Peringatan (SP) pertama hingga SP tiga. Itu ditujukan kepada masing-masing pengusaha periklanan alias pemilik bando.

"Ketika pihak ketiga yang bakal melakukan eksekusi sudah didapatkan, kami akan melaporkan kembali ke pak wali kota Kota. Di situ nantinya, dijabarkan lagi bahwa segala tahapan sudah kami lakukan," bebernya.

Ia menekankan, begitu secara keseluruhan prosedurnya sudah dilakukan, maka eksekusi akan langsung dilaksanakan. "Eksekusi kami lakukan malam hari. Menghindari adanya kemacetan, atau gangguan arus lalulintas. Kami juga akan berkoordinasi dengan jajaran aparat kepolisian, TNI, dan Dishub," tuntasnya.

Mengingatkan pembaca. Eksekusi bando ini sudah menjadi kisah lama yang berlarut-larut. Mulanya, eksekusi digagas pemko melalui jajaran anggota Satpol PP pada 19 Juni 2020 lalu. Tak lama, eksekusi menuai konflik dengan pihak pengusaha periklanan di Kota Banjarmasin.

Bahkan, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar yang saat itu menjabat, Ichwan Noor Khalik, dilaporkan ke Polda Kalsel dengan tuduhan pengrusakan. Padahal, menurut Ichwan, pembongkaran bando itu dilakukan karena dianggap melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Undang Undang (UU) Lalu Lintas.

Kemudian,  Peraturan Daerah (Perda) 2014 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) 2016. Di sisi lain, bando yang dibongkar juga diketahui bahwa sejak tahun 2018 lalu,  perpanjangan izinnya pun sudah tak lagi diberikan.

Seiring berjalannya waktu, eksekusi bando sempat terhenti lantaran pelaporan atas pembongkaran masih berproses di polisi. Hingga akhirnya, Ditreskrimum Polda Kalsel mengeluarkan surat terkait penjelasan posisi kasus polemik baliho bando.

Diketahui, dalam surat itu tak ada bukti yang menyatakan bahwa pembongkaran bando mengarah ke kasus pidana. Maka kasus pun dihentikan. Dan pemko kini bisa melanjutkan pembongkaran.

Kendati demikian, rupanya ganjalan demi ganjalan kian merintangi proses eksekusi. Bahkan, polemik ini juga turut menyeret keberadaan bangunan gerbang Kota Banjarmasin yang berada di kilometer enam.

Muncul desas-desus yang mengaitkan gerbang yang dibangun sebagai batas kota itu, dianggap melintang di atas badan jalan. Dan juga mesti dibongkar apabila baliho jadi dibongkar.

Dasar desas-desus itu pun sama, yakni Peraturan Menteri PU Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian Jalan serta PP Nomor 20 tahun 2010 tentang Jalan.

Menanggapi persoalan itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan, pemanfaatan antara pintu gerbang dengan baliho bando jelas berbeda. "Itu kan beda kasus. Kalau bando ini jelas tujuannya untuk iklan dan pemasangannya melintang," jelasnya.

Ibnu menegaskan, saat ini pemerintah kota sedang fokus untuk menata kawasan Ahmad Yani Banjarmasin. Terlebih rencana ini sudah tertunda selama satu tahun. "Kami minta lagi kepada masyarakat dan pengusaha periklanan untuk bisa memahami," imbaunya.

Ibnu membantah isu yang saat ini berkembang. Bahwa pemko mendikotomikan atau membagi dua kelompok antara pengusaha lokal dan luar daerah, dalam dunia usaha. Padahal, ketika bando-bando sudah ditertibkan, semua titik itu akan kembali diserahkan kepada pengusaha bersangkutan. Sebagaimana kesepakatan yang diambil. Seperti misalnya keinginan untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

"Jadi tidak ada isu pemko tidak perhatian dengan pengusaha lokal. Itu hanya isu yang  dikembangkan. Dan hanya untuk mencari-cari alasan saja," tutupnya. (war)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 08:24

Pemprov Kalsel Siapkan Logistik Bencana Cukup Sampai 2022

BANJARBARU - Pemprov Kalsel melalui Dinas Sosial bakal menyiapkan logistik…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:57

Rp111 Miliar DAK Fisik Kalsel Gagal Terserap

BANJARMASIN - Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:51

Semua SMA/SMK di Kalsel Diusulkan Buka

BANJARBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ingin segera…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:49

Andi Tenri Satu-satunya Wakil Kalsel

BANJARMASIN - Andi Tenri Sompa, akademisi asal Kalsel yang mengajar…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:41

APBD Banjarmasin Defisit Rp291 Miliar

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:39

Libur Akhir Semester Digeser

BANJARMASIN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:36

Taman Satwa Pengin Tambah Koleksi Satwa

BANJARMASIN - Meski masih ditutup, Taman Satwa di Jalan Jahri…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:34

105 Desa Terdampak, Markas Polres HSU Tak Luput Banjir Kiriman

AMUNTAI - Meluapnya tiga aliran sungai yang membelah Kota Amuntai…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:13
Pemkab Tanah Bumbu

Hari PUPR Dirayakan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:12
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Hadiri Musrenbang

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar menghadiri Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers