MANAGED BY:
MINGGU
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 21 Oktober 2021 10:19
Mohon Bersabar, Insentif Nakes Masih Diproses
Ilustrasi

BANJARMASIN – Insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Banjarmasin yang sempat tertunggak, kini dipastikan sudah dibayarkan oleh Badan Keungan Daerah (Bakeuda).

Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Nor Yaumil menyatakan, insentif nakes sudah dibayarkan sekitar sepekan lalu.

“Semua tunggakan, kami selesaikan tidak lama setelah Surat Permintaan Membayar (SPM) disampaikan oleh Dinas Kesehatan Banjarmasin," ucapnya, (20/10) siang. Bila syarat dan aturannya sudah terpenuhi, maka sebaiknya tak berlama-lama. Sesudah SPM terbit, maka prosedurnya sudah bisa dicairkan dalam kurun waktu 24 jam.

“Jadi tidak ada istilah terlambat, asalkan sudah sesuai prosedur. Langsung kami proses dan selesaikan, tidak ada yang diperlambat," klaimnya.

Tunggakan ini muncul antara April sampai Agustus kemarin. “Sedangkan untuk insentif bulan September dan Oktober, itu belum. Karena masih didata, berapa anggaran yang dikeluarkan," tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi membenarkan pendataan insentif nakes bulan September dan Oktober masih diproses.

"Kami masih memproses. Saya tidak hafal berapa jumlahnya, karena banyak sekali," ujarnya kemarin (20/10).

Diwartakan sebelumnya, total tunggakan insentif nakes di Banjarmasin berjumlah sebesar Rp10 miliar. Kepala Bidang Perbendaharaan Bakeuda Banjarmasin, Apriana Amalia menjelaskan, tunggakan umumnya terjadi akibat dinas terkait terlambat mengajukan SPM. 

Ditambah adanya perubahan aturan. Tahun lalu, insentif diberikan oleh pemerintah pusat. Tahun ini berbeda, pemerintah daerah yang mengalokasikan. Sekalipun tetap mengacu pada kemampuan keuangan daerah.

"Anggarannya bersumber dari hasil refocusing Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH)," jelasnya.

Total untuk insentif nakes selama menghadapi pandemi, pemko menyediakan Rp18 miliar.

Penerimanya sebanyak 5.882 orang. Rinciannya, ASN nakes sebanyak 4.282 orang dan non ASN 1.600 orang.

“Kalau kasus covid tidak ada, ya insentifnya tak bisa diajukan,” pungkas Apriana. (war/at/fud)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 28 Mei 2022 13:04

Bakal Turun Aksi, Buruh: Pengesahan Omnibus Law Sarat Kepentingan Oligarki

Disahkannya revisi Undang-Undang PPP terkait Omnibus Law pada 24 Mei…

Sabtu, 28 Mei 2022 12:55

Serampangan, Banyak BTS Mengakali Aturan di Banjarmasin

 Sejauh menyangkut Base Transceiver Station (BTS) di Kota Banjarmasin, masalahnya…

Sabtu, 28 Mei 2022 12:52

Banjarmasin Disorot, karena Tak Banyak Gunakan Produk Lokal

Pemko Banjarmasin adalah satu dari lima daerah yang disoroti Badan…

Jumat, 27 Mei 2022 09:29
DPRD Banjarbaru

Dewan Dorong ATCS Bisa Dimaksimalkan

BANJARBARU – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Sukardi mengapresiasi pengoperasian Automatic…

Jumat, 27 Mei 2022 09:27
Pemko Banjarbaru

Wawali Tekankan Komitmen Pemko Turunkan Angka Stunting

BANJARBARU - Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono didampingi Kepala DP2KBPMP2A,…

Jumat, 27 Mei 2022 09:25
Pemkab Tanah Laut

Sinergi PA Pelaihari Edukasi di Radio

PELAIHARI - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanah Laut melakukan…

Jumat, 27 Mei 2022 09:24
Pemkab Tanah Laut

Dorong Pengelola KIJ Mantapkan Persiapan

PELAIHARI - Kawasan Industri Jorong (KIJ) di Kabupaten Tanah Laut masuk…

Jumat, 27 Mei 2022 09:23
Pemkab Tanah Laut

Kemenag Beri Bimbingan 137 CJH Tala

PELAIHARI - Sebanyak 137 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Tanah…

Jumat, 27 Mei 2022 09:21
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Bantu Korban Kebakaran

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Sekretaris Daerah (Sekda)…

Jumat, 27 Mei 2022 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Mappanretasi Resmi Dihilangkan

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar kembali menegaskan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers