MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 25 Oktober 2021 14:51
Penumpang Pesawat Wajib PCR, Penumpang Kapal Tidak
MASIH PCR: Suasana di Bandara Internasional Syamsudin Noor beberapa waktu lalu.

BANJARBARU - Meski kasus virus corona sudah melandai, namun syarat bepergian menggunakan pesawat tetap ketat. Terbang ke pulau Jawa dan Bali masih harus membawa vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif RT-PCR 2x24 jam.

Peraturan baru tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, 2, dan 1 Covid-19 di Jawa-Bali yang mulai berlaku hari ini (25/10).

Sayangnya, perketatan angkutan udara tidak sama dengan transportasi lainnya. Untuk moda transportasi darat dan laut dengan tujuan Jawa-Bali maupun non Jawa-Bali berstatus PPKM Level 3 dan 4, tidak diwajibkan membawa hasil negatif RT-PCR 2x24 jam. Namun, hanya hasil rapid test antigen yang berlaku 1x24 jam dan vaksinasi minimal dosis pertama.

Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama mengatakan, berbedanya aturan antara transportasi udara dan yang lain dirasa diskriminatif bagi para penumpang penerbangan. "Karena cuma udara yang ketat, sedangkan transportasi umum lainnya tidak diberlakukan hal yang sama," katanya.

Dia mengungkapkan, masih diwajibkannya calon penumpang udara membawa vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif RT-PCR 2x24 jam ke pulau Jawa dan Bali, serta daerah PPKM level 4 dan 3 membuat peraturan masih sama seperti sebelumnya.

Meski begitu, menurutnya penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor sekarang sedang tumbuh. "Untuk penumpang yang kami layani sekarang mencapai seribuan sehari, sebelumnya hanya sekitar empat ratusan," bebernya.

GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latief jmembenarkan ada peningkatan jumlah penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor. "Ada pergerakan peningkatan penumpang Garuda sekitar 11 persen selama minggu ini, dibandingkan sebelumnya," paparnya.

Selain penumpang, dia menyampaikan bahwa pergerakan kargo yang mereka layani juga mengalami peningkatan. "Kargo naik 23 persen atau rata-rata 3,3 ton per flight," ucapnya.

Ihwal aturan yang baru, Endy menuturkan, sebenarnya ada satu perbedaan dibandingkan sebelumnya. "Sekarang anak di bawah umur 12 tahun boleh berangkat naik pesawat, sebelumnya tidak boleh," tuturnya.

Di sisi lain, Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor tak menampik masih diwajibkannya penumpang pesawat menuju Jawa-Bali membawa hasil tes PCR dan vaksin minimal dosis pertama.

Namun, dia menjelaskan, bagi penumpang dari dan keluar pulau Jawa-Bali kategori PPKM level 2 dan 1, boleh hanya membawa hasil negatif Rapid Antigen 1x24 jam.

Terkait hal itu, sebelumnya Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan tes PCR digunakan sebagai syarat terbang, karena merupakan metode testing yang paling sensitif.

"PCR sebagai metode testing yang lebih sensitif dapat mendeteksi orang terinfeksi lebih baik daripada rapid antigen, sehingga potensi orang terdeteksi untuk lolos dan menulari orang lain dalam setting kapasitas yang padat dapat diminimalisir," ujar Wiku, Jumat (22/10).

Wiku mengatakan syarat tes PCR diberlakukan mengingat tidak lagi diterapkannya seat distancing di dalam pesawat, sehingga diperlukan adanya screening test yang lebih akurat.

"Kapasitasnya dinaikkan dari 70 persen menjadi 100 persen. Maka, untuk memastikan mereka yang bepergian dalam keadaan sehat, dipastikan dengan screening test yang lebih akurat," kata Wiku.

Menurutnya, berbagai penyesuaian kebijakan akan dilakukan. Karena uji coba pelonggaran ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

"Berbagai penyesuaian kebijakan yang dilakukan saat ini pada prinsipnya adalah uji coba pelonggaran mobilitas dalam rangka meningkatkan produktivitas masyarakat dengan penuh kehati-hatian" pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 08:24

Pemprov Kalsel Siapkan Logistik Bencana Cukup Sampai 2022

BANJARBARU - Pemprov Kalsel melalui Dinas Sosial bakal menyiapkan logistik…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:57

Rp111 Miliar DAK Fisik Kalsel Gagal Terserap

BANJARMASIN - Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:51

Semua SMA/SMK di Kalsel Diusulkan Buka

BANJARBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ingin segera…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:49

Andi Tenri Satu-satunya Wakil Kalsel

BANJARMASIN - Andi Tenri Sompa, akademisi asal Kalsel yang mengajar…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:41

APBD Banjarmasin Defisit Rp291 Miliar

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:39

Libur Akhir Semester Digeser

BANJARMASIN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:36

Taman Satwa Pengin Tambah Koleksi Satwa

BANJARMASIN - Meski masih ditutup, Taman Satwa di Jalan Jahri…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:34

105 Desa Terdampak, Markas Polres HSU Tak Luput Banjir Kiriman

AMUNTAI - Meluapnya tiga aliran sungai yang membelah Kota Amuntai…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:13
Pemkab Tanah Bumbu

Hari PUPR Dirayakan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:12
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Hadiri Musrenbang

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar menghadiri Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers