MANAGED BY:
SENIN
03 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 30 Oktober 2021 20:22
Rekreasi Sepeda Air di Sungai Kelayan

Berawal dari Niat Mencari Keringat

SUNGAI KELAYAN: Ada tiga unit sepeda air yang disewakan Abdussalam. Tarifnya murah meriah, Rp10 ribu per jam. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Sepeda air biasanya dinikmati di danau wisata. Tapi bagaimana bersepeda dengan menyusuri Sungai Kelayan? Sensasinya jelasberbeda.

- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Di tengah aliran anak Sungai Martapura itu, sebuah sepeda air yang dikayuh dua pemuda terombang-ambing dihantam gelombang perahu mesin.

"Mantaaap!" seru keduanya. Gelak tawa terdengar dari kejauhan.

Mengayuh dengan sekuat tenaga, sesekali mereka bermanuver. Menghindari eceng gondok hingga sampah yang hanyut dibawa arus sungai.

Tentu sembari menikmati pemandangan masyarakat di bantaran Sungai Kelayan. Seperti sekumpulan bocah yang asyik berenang hingga orang dewasa yang asyik mencuci.

Sementara sampah-sampah di depan, anggap saja sebagai bonus.

Wahana rekreasi ini memang baru. Dua pekan lalu, kakak beradik yang tinggal di Jalan Kelayan A RT 12 Kelurahan Murung Raya meluncurkannya.

Ditemui penulis kemarin (29/10) petang di kediaman sang adik, Abdussalam, mereka semula tak berniat membuka penyewaan sepeda air tersebut.

Ia dan sang kakak hanya membuat sepeda air untuk berolahraga. Sekadar mencari keringat. Tapi lambat laun malah berubah menjadi rekreasi.

“Ketika pertama kali dibuat, ada banyak anak yang merubung. Bergantian ingin mencoba," ungkapnya.

"Semakin hari, semakin banyak yang mencoba. Kami terpikir, kenapa tak sekalian saja? Hasilnya bisa dilihat sekarang," tambahnya.

Kini ada tiga unit yang bisa disewakan. Satu sepeda bisa ditumpangi dua sampai tiga orang.

Bukan hanya anak-anak, remaja dan dewasa juga bergantian menyewa. Melihat itu, mereka berencana untuk merancang satu unit lagi.

Soal tarif, sewa satu jam dipatok Rp10 ribu. “Tapi kalau anak-anak, ingin menyewa setengah jam pun kami terima,” tukasnya.

Demi keamanan, disyaratkan bagi si calon penyewa harus bisa berenang. Tanpa terkecuali. Mau anak-anak maupun orang dewasa.

"Khusus anak-anak, meskipun lihai berenang, kami tekankan untuk memakai life jacket," ucapnya.

Untuk rute tidak jauh-jauh. Khawatirnya malah keterusan sampai ke Muara Kelayan. Atau bahkan ke Sungai Martapura. "Tapi dijamin aman, karena kami juga mengawasi," jaminnya.

Sepeda air yang dibuat Abdussalam dan kakaknya kokoh. Terbukti, meski terombang-ambing dihantam gelombang, sepeda itu justru tak oleng.

Dari segi bahan yang dipakai, sepeda dibuat dari batang dan pelat besi yang dilas. Lengkap dengan setang sepeda, rantai juga girnya. Agar bisa mengapung dengan stabil, sisi kiri dan kanan dipasangi jeriken.

Jangan khawatir soal ketiadaan rem. Karena bisa dikayuh mundur. Bahkan agar tak kepanasan atau kehujanan, juga dipasangi atap yang bisa buka tutup.

Kemudian, agar lebih menarik, bodi sepeda juga dicat. Ada yang motifnya loreng-loreng, ada pula bergambar superhero seperti Superman.

“Rencananya, sepeda ini nantinya juga dipasangi aki. Biar dipasangi lampu penerangan dan bisa dikayuh malam hari," jelas Abdussalam.

Disinggung soal ongkos dan lama pembuatan, dia hanya menyebutkan jutaan rupiah dan dua pekan.

"Tak apa-apa keluar biaya. Upaya menyemarakkan wisata susur sungai. Syukur-syukur bisa mengenalkan daerah," tuntasnya.

Dari kejauhan, dua pemuda yang tadi menyewa sepeda air itu mendekat. Memarkirkan sepedanya di tepi sungai.

"Seru, tapi capek juga. Ternyata lebih susah bersepeda di air ketimbang di darat. Soalnya melawan arus," kata M Noor, salah seorang pemuda.

Terkait soal keamanan, Noor mengaku tak khawatir. Dia merasakan kekokohan sepeda itu.

"Berdiri di sisi kiri atau kanan sepeda pun tak masalah. Kalau ada waktu senggang, saya ingin mengajak istri kemari. Pacaran dulu," tuntas warga Jalan KS Tubun itu seraya tersenyum. (fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Minggu, 17 April 2022 20:30

Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

Jauh di perbatasan, nasib warga Dusun Munggu Ringkit belum semulus…

Jumat, 18 Maret 2022 12:04

Ini Dia Astakona, Tumpeng Khas Banjar

Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi…

Jumat, 18 Maret 2022 12:00

Menilik Pembuatan Gelang Khas Kalimantan: Ternyata Sepupu Kupiah Jangang dan Dipercaya Penolak Parang Maya

Bermodal akar jangang, sebuah gelang unik pun dihasilkan. Inilah gelang…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11

Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:10

Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar, Kenapa Disebut Demikian?

 Pernah dengar nama teluk miliar? Bagi warga Marabahan nama ini…

Selasa, 08 Februari 2022 11:15

Nekat Terobos Pemukiman, Deti Si Lutung Takkan Selincah Dulu

 Dua ekor lutung yang malang. Asyik mencari makan di atas…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers