MANAGED BY:
RABU
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 09 November 2021 11:41
6 RT Krisis Air Bersih: Tagihan Lancar, Airnya Macet
KERAN MATI: Warga Alalak Tengah menunjukkan keran mati di dapurnya. Sudah tiga bulan distribusi air bersih ke pelanggan di area Banjarmasin Utara tersendat. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PDAM Bandarmasih menuai protes pelanggan. Beberapa bulan terakhir distribusi airnya tak lancar. Bahkan, ada kawasan yang dalam sepekan terakhir mati total.

***

BANJARMASIN - Terjadi di RT 10 hingga RT 15 di Kelurahan Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

"Padahal sudah dibantu pompa air. Tapi air tak kunjung mengalir," ucap Husna, warga RT 14, kemarin (8/11) pagi.

"Tadi malam sempat mengalir. Antara jam 2 sampai jam 4 dini hari. Keluarnya juga kecil sekali," tambah perempuan 49 tahun itu.

Husna tak habis pikir. Padahal ia rutin membayar tagihan bulanan ke PDAM.

"Apa yang kami dapatkan adalah kerannya mati. Kesalahan kami dimana?" tanyanya retoris.

Dalam kondisi darurat, Husna pernah meminta bantuan mobil tangki ke PDAM. Tetap saja, tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

"Ada tiga kali kami dibantu tangki. Satu rumah dijatah satu drum," sebutnya.

Pada kesempatan itu, ia bertanya kepada petugas PDAM, apa penyebab dari masalah ini. "Jawabannya, katanya ada kesalahan. Sampai sekarang tak ada perubahan," lanjutnya.

Sebagian warga setempat kemudian berpaling kepada air sungai. Risikonya terkena penyakit kulit. "Kulit jadi gatal-gatal," keluhnya seraya menunjukkan kulit lengan dan kakinya yang tampak kemerah-merahan.

Sementara itu, Sekretaris Forum Pelanggan Air Minum, Ibrahim menerangkan, kondisi ini sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

"Misalkan dalam satu rukun tetangga ada 100 keluarga, berarti ada 600 keluarga yang terdampak," hitungnya.
Ia juga membenarkan tentang penyakit kulit yang mulai berjangkitan gara-gara penggunaan air sungai.

"Dampak kesehatan juga dirasakan warga. Kalau macetnya cuma satu dua hari, kami masih maklum. Ini sudah berbulan-bulan," tekannya.

Ibrahim dan warga Alalak Tengah pun sepakat untuk mendatangi kantor PDAM. Tujuannya, mendesak agar masalah ini tak dibiarkan berlarut-larut.

"Kami menunggu beberapa hari lagi. Kalau tidak ada perubahan, terpaksa kami ke sana," pungkasnya.

PDAM Temukan 18 Titik Kebocoran

Manajemen PDAM Bandarmasih merespons keluhan warga di Kelurahan Alalak Tengah yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Manajer Senior Produksi dan Distribusi PDAM, Walino menjelaskan, begitu keluhan pelanggan terdengar, ia langsung menurunkan 20 petugas ke lokasi.

"Jumat (5/11) lalu. Dengan data dan asumsi yang ada, kami memeriksa jaringan. Dari situ ketahuan bahwa ada 18 titik kebocoran," sebutnya kemarin (8/11) siang.

Perbaikan sudah digelar. Tapi masih ada dua titik kebocoran yang tak tertangani. "Dua titik ini, masih kami cari-cari di mana lokasi persisnya," jelasnya.

Diakuinya, kawasan terujung seperti Alalak selalu menjadi yang paling terdampak bila terjadi gangguan pada pipa-pipa besar PDAM.

Mengatasi itu, Walino mengklaim sering mengirimkan mobil-mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Kami juga mengevaluasi jaringan pipa yang ada. Lalu mengkoneksikan satu jaringan ke jaringan lainnya," lanjutnya.

"Hasilnya, akhirnya air mengalir, walau pun kecil. Ketimbang sebelumnya tidak mengalir sama sekali," sambungnya.

Lebih teknis lagi, ada perubahan tekanan air. Maksudnya, menyamaratakan distribusi air untuk beberapa area pelanggan.

Disinggung soal upaya jangka panjang agar masalah ini tak berulang-ulang, Walino menjawab, PDAM perlu mengganti pipa lama.

"Saat ini sedang berproses. Jika menunggu pergantian pipa lama rampung, perlu menunggu satu bulan," ungkapnya.

Ditanya adakah dispensasi tagihan bulanan bagi pelanggan yang terdampak gangguan ini, dia menegaskan, pembayaran tetap disesuaikan dengan pemakaian.

"Kalau memakai satu meter kubik air, segitulah yang dibayar. Dispensasi hanya dalam bentuk pengiriman mobil tangki secara gratis," pungkasnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 16 Agustus 2022 11:54

Sudah Empat Bulan, Penyebab Alfamart Ambruk Belum Terungkap

 Sudah empat bulan berlalu, namun penyebab ambruknya Alfamart di Jalan…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:51

Kasus Nenek Asal Martapura yang Dipenjara Arab Saudi Perlu Perhatian Jokowi

 Ketua DPRD Kabupaten Banjar, M Rofiqi memberi pendampingan hukum kepada…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:49

Oknum Sabhara Rampas Motor Warga, Kapolresta Banjarmasin: Hukum Harus Ditegakkan

Radar Banjarmasin menemui RD, 30 tahun. Pria berambut panjang ini…

Selasa, 16 Agustus 2022 11:45

Pemilik Kapal yang Tumpahkan Oli ke Sungai Bisa Dijerat UU Lingkungan Hidup

Tumpahan oli akibat kapal tongkang, Rabu (10/8) malam, di kawasan…

Senin, 15 Agustus 2022 11:08

Pakar Hukum: Perintah Mendagri Sungguh Berlebihan

Polemik pemindahan ibukota Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru masuk dalam…

Senin, 15 Agustus 2022 11:05

Triwulan ke Tiga 2022, Pemrov Kalsel Sudah Raup Pajak 1,9 Triliun

 Memasuki triwulan ketiga 2022, Pemprov Kalsel sudah meraup pendapatan asli…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:43

Cairan Hitam di Sungai Itu Ternyata Karena Tumpahan Minyak

Teka-teki asal muasal cairan hitam itu akhirnya terjawab. Rupanya, berasal…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:41
Mendagri Perintahkan Wali Kota Banjarmasin Cabut Gugatan atas Pemindahan Ibu Kota Kalsel di MK

Dalam Masalah Ini, Mendagri Nilai Wali Kota Banjarmasin Kurang Bijak

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memerintahkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:37

Titik Api Mulai Terpantau Satelit, HSS Berstatus Siaga darurat Karhutla

Memasuki musim kemarau yang saat ini masih terjadi di Kabupaten…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:33

Proyek Jalan Nasional di Tanbu Lamban

Lambannya pengerjaan jalan nasional di Tanah Bumbu membuat kepala daerah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers