MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 10 November 2021 13:24
Pejuang Banua Bertarung di Semua Sektor
Wajidi Amberi

Melihat catatan sejarah, para pejuang di Kalimantan Selatan punya peran besar dalam masa perjuangan melawan para penjajah.

Ahli Sejarah Kalsel, Wajidi Amberi mengatakan, salah satu bukti peran besar para pejuang Banua ialah peristiwa Perang Banjar pada masa Kesultanan Banjar. "Ini menjadi perang yang terpanjang atau terlama di Indonesia. Karena berlangsung selama 40 tahun, sejak 1859 sampai 1905," katanya.

Dalam perang melawan kolonial Belanda tersebut, dia menuturkan, heroisme para pejuang dalam memperjuangkan Indonesia sangat terlihat. "Karena perang ini sangat dahsyat," tuturnya.

Dalam Perang Banjar sendiri melibatkan sejumlah tokoh pejuang, salah satunya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari. Kemudian, Tumenggung Jalil, Demang Lehman, Pangeran Hidayatullah, Panglima Batur, dan lain-lain.

Selain Perang Banjar, Wajidi menuturkan, pada periode revolusi kemerdekaan sejak 1945 hingga 1949 perjuangan para pejuang Kalsel dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan juga luar biasa. Baik melalui perjuangan bersenjata maupun perjuangan di jalur politik.

Dia menuturkan, pada masa revolusi kemerdekaan ada sejumlah peristiwa terjadi. Di antaranya, Pertempuran Batakan atau Palagan Batakan yang terjadi pada 12 April 1946.

Saat itu, ujar Wajidi, tentara Netherlands Indies Civil Administration (NICA) menyerbu dari arah Pelaihari ketika rakyat sedang memutuskan hubungan dengan cara merusak jembatan di daerah Kandangan Lama. "Pertempuran berkobar dengan sengit. Namun, tentara NICA yang hanya berkekuatan 15 orang berhasil dikalahkan hingga mengundurkan diri," ujarnya.

Tiga hari kemudian yakni tanggal 14 April 1946, NICA kembali menyerang Batakan dengan menggunakan pesawat terbang yang dilengkapi bom api. Rakyat Batakan melakukan perlawanan dengan gagah berani.

Pertempuran terjadi di semua sektor. Sektor laut menghadapi 2 buah kapal NICA di Muara Batakan, sedangkan pesawat terbang berputar-putar menembaki dari udara sehingga rumah penduduk berlubang-lubang.

"Namun di sektor utara pejuang kita berhasil menghancurkan kekuatan NICA. Sebuah truk yang penuh dengan tentara NICA terbalik dan puluhan tentaranya menjadi korban," paparnya.

Setelah peristiwa itu, Wajidi menyampaikan, terjadi lagi beberapa pertempuran. Salah satunya, Pertempuran di Ambilik (di kaki gunung Ambulung Haruyan) pada 3 Agustus 1948.

Dalam pertempuran itu, para pejuang dipimpin Hassan Basry yang semula berencana meyerang militer Belanda, ternyata mereka lebih dahulu diserang dan dikepung Belanda. Sehingga sejumlan tokoh gugur dalam pertempuran itu, yakni Aseri dan Maseri. "Sedangkan yang luka tembak antara lain Ibat, Mustafa, Tulamak dan Japau," ucap Wajidi.

Pada tahun yang sama, Wajidi menyebut, terjadi Pertempuran Anjir pada bulan Maret. Yakni, antara pasukan BN 10 dari ALRI Divisi IV dengan tentara Belanda. "Saat itu, pasukan ALRI Divisi IV BN 10 dipimpin oleh Abdurrahman Lubis berangkat menuju Anjir Pasar sebab mendapat laporan bahwa polisi kilat Belanda datang dari Banjarmasin," sebutnua.

Ketika berada di Anjir Pasar, pasukan ALRI Divisi IV BN 10 ternyata dicegat oleh pasukan gerilya. Sehingga terjadilah pertempuran. Dalam peristiwa itu, Abdurrahman Lubis dan Tarlan gugur sebagai kesuma bangsa. Sedangkan di pihak Belanda tewas 4 orang dan sisanya melarikan diri. "Kemudian pimpinan pasukan diambilalih oleh Atak Imberansyah, dan selanjutnya mengatur strategi untuk perjuangan berikutnya," ucap Wajidi.

Lanjutnya, kemudian pada 21 Desember 1948 terjadi Pertempuran Hawang antara anggota ALRI dan Belanda. Dalam peristiwa itu mengakibatkan korban 6 orang anggota ALRI gugur, 11 orang di pihak rakyat, 5 rumah terbakar. Sedangkan di pihak Belanda 99 orang serdadu mati dan 6 orang luka-luka. "Namun ada versi lain, sebagaimana informasi yang diperoleh penduduk Hawang, korban di pihak ALRI dan rakyat 16 orang. Dari pihak Belanda, yang mati dan luka berat puluhan orang," ujarnya.

Wajidi melanjutkan, pada 2 Januari 1949 kembali terjadi pertempuran. Yakni, Pertempuran Negara yang dilaksanakan atas dasar Surat Instruksi Pimpinan Umum ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Hassan Basry tanggal 25 Desember 1948.

Akibat pertempuran dengan Belanda tersebut banyak korban dari ALRI yang gugur dan cacat akibat pukulan atau siksaan. Selain itu, ada juga harta benda yang disita ataupun dihancurkan. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 08:24

Pemprov Kalsel Siapkan Logistik Bencana Cukup Sampai 2022

BANJARBARU - Pemprov Kalsel melalui Dinas Sosial bakal menyiapkan logistik…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:57

Rp111 Miliar DAK Fisik Kalsel Gagal Terserap

BANJARMASIN - Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) dan alokasi Transfer…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:51

Semua SMA/SMK di Kalsel Diusulkan Buka

BANJARBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel ingin segera…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:49

Andi Tenri Satu-satunya Wakil Kalsel

BANJARMASIN - Andi Tenri Sompa, akademisi asal Kalsel yang mengajar…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:41

APBD Banjarmasin Defisit Rp291 Miliar

BANJARMASIN - DPRD Banjarmasin sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:39

Libur Akhir Semester Digeser

BANJARMASIN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:36

Taman Satwa Pengin Tambah Koleksi Satwa

BANJARMASIN - Meski masih ditutup, Taman Satwa di Jalan Jahri…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:34

105 Desa Terdampak, Markas Polres HSU Tak Luput Banjir Kiriman

AMUNTAI - Meluapnya tiga aliran sungai yang membelah Kota Amuntai…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:13
Pemkab Tanah Bumbu

Hari PUPR Dirayakan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:12
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Hadiri Musrenbang

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar menghadiri Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers