MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 31 Juli 2016 16:08
Nasib Seni Rupa Kalsel: Melukis Tak Perlu Lama, Cukup Sehari
PAMERAN LUKISAN - Pameran lukisan di Gedung Wargasari yang terletak di area kawasan Taman Budaya Provinsi Kalsel.

Sebuah lukisan, bukan hanya sekadar gambar. Disitu, ada kreasi, kenyamanan, dalam menuangkan ide serta gagasan sang pelukis untuk kemajuan banua tercinta.

----------------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

----------------------------------------------------

Ba'da Jumat (29/7), gedung Wargasari yang terletak di area kawasan Taman Budaya Provinsi Kalsel, dipadati beberapa pengunjung yang ingin melihat ameran seni rupa yang digelar sejak 26-30 Juli 2016. Kebanyakan dari pengunjung adalah anak muda. Ada yang datang bergerombol dan ada juga yang datang sendirian. Di dalam gedung tersebut, terpampang 45 lukisan. Berjejer dan ditata rapi bagaikan huruf U di sepanjang dinding ruangan. Semuanya adalah hasil karya 20 perupa yang tinggal di Kalsel. 

Lukisan yang dipajang bervariatif. Ada lukisan yang menggambarkan pemandangan alam nan indah, satwa-satwa, lukisan abstrak, lukisan bergaya kontemporer dengan tema kekinian dan tak ketinggalan lukisan dengan tema kearifan lokal seperti potret wajah suku Dayak dan Pasar Terapung. Semuanya, dilukis memakai cat minyak di atas kanvas.

Salah seorang pelukis, Fathur Rahmy, 58 tahun, menjelaskan bahwa tema pameran yang digelar oleh pihak Taman Budaya Provinsi Kalsel ini, adalah bebas. Jadi, semua lukisan apa saja bisa dipamerkan. Namun, masih tetap melalui hasil seleksi alias dikurasi. Sedangkan untuk membuat satu lukisan, menurutnya tidak memakan waktu lama. Paling cepat selesai memakan waktu satu hari.

"Tergantung apa yang ingin dilukis. Bahkan bisa saja memakan waktu berbulan-bulan," ucap lelaki berkacamata, yang juga menjadi salah satu pendiri Sanggar Seni Rupa Solihin ini.

Lelaki kelahiran 13 Nopember ini juga membeberkan bahwa dengan adanya gelaran seperti ini, hasil karya perupa Kalsel mempunyai tempat untuk memperlihatkan karyanya. Terlebih lagi ketika ia melihat antusiasme masyarakat yang sejak dibukanya pameran, selalu banyak yang datang. Bahkan, ada yang rela menunggu meskipun belum jam buka.

"Kurangnya event seperti ini menjadi kendala. Jadi perlu adanya "bapak angkat" untuk memfasilitasi. Selain  program Taman Budaya dan Dinas Pariwisata. Dalam tahun ini saja, baru dua kali digelar. Pertama di rumah Anno, Jl Kapten Piere Tendean dan yang kedua disini. Padahal karya pelukis Kalimantan bahkan ada yang sudah sampai ke kancah Nasional," ungkapnya.

Tak adanya galeri khusus seperti di kota luar Kalimantan, menjadi salah satu hal yang paling disayangkan. Menurut salah seorang pelukis lainnya yaitu Akhmad Noor, 42 tahun, adanya sebuah galeri, mampu merangsang minat dan bakat masyarakat yang tertarik dengan seni rupa untuk berkarya. Bahkan, hal itu pula yang menginspirasi lelaki asli Banua Anyar ini kembali melukis.

"Saya suka melukis sejak duduk di bangku SMP. Setelah itu, saya sempat merantau ke Jakarta. Banyaknya berinteraksi dengan pelukis serta mengunjungi galeri-galeri seni rupa disana, kembali membuat saya bergairah untuk melukis," beber lelaki yang mengaku baru kembali satu tahun lalu menggeluti dunia lukis dan menjadi salah satu perwakilan Kalsel yang bakal berangkat ke Manado untuk memamerkan lukisannya.

Menanggapi hal tersebut, Fathur Rahmy juga menambahkan harapan bahwa ke depannya, seni rupa di Kalsel, mampu menjadi primadona. Bukan hanya sekadar meramaikan atau mengisi sebuah acara. Tapi, juga mempunyai posisinya tersendiri sehingga mampu menceritakan bagaimana proses perjalan seni rupa Kalsel dari dulu sampai ke depan nantinya.

"Jangan sampai kurang diperhatikan. Jangan sampai hanya diperhatikan ketika ada acara, namun sesudah itu dibiarkan seperti biasa saja. Seakan-akan para seniman di Kalsel, membina dirinya sendiri," pungkasnya. (ram)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers