MANAGED BY:
RABU
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 15 November 2021 14:02
Ayah Cabuli Anak Kandung Sendiri

2021, Kasus Kekerasan dan Pencabulan Anak Meningkat

BANJARBARU - Entah apa yang dipikirkan oleh Y, lelaki asal Banjarbaru. Ia tega mencabuli anak kandungnya sendiri ini yang masih di bawah umur. Mirisnya, anaknya ini berjenis kelamin laki-laki.

Ulah bejat lelaki berusia 52 ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak Maret lalu. Namun baru kemarin, warga Kemuning Banjarbaru Selatan ini ditangkap.

"Ibu korban melaporkan pelaku pada Maret 2021 lalu atas kasus pencabulan. Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Banjarbaru," kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.

Dalam hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah tiga kali melancarkan aksinya tersebut. Ketiganya dilakukan di waktu yang berbeda namun dengan modus yang tak jauh beda.

"Rata-rata pelaku melakukan aksi tersebut ketika berada di rumahnya, tepatnya di kamarnya Ia memanfaatkan situasi rumah yang sepi ketika istri dan anaknya yang lain bersantai di kamar lain," cerita Tajuddin.

Aksi bejat sang ayah akhirnya terendus oleh ibunya yang mencurigai gelagat sang buah hati. Dibujuk ibunya, korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya bersama pelaku beberapa waktu terakhir.

"Korban juga dibawa ke psikolog untuk mendapatkan pendampingan, mengingat korban juga masih berusia belia dan perlu pendampingan psikolog untuk memulihkan keadaannya," tegas Tajuddin.

Adapun, pelaku akan disangkakan dijerat Pasal 82 Ayat 2 UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu, kasus kekerasan anak memang mengalami peningkatan pada tahun ini. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalsel mencatat, sejak Januari hingga sudah ada 34 kekerasan terhadap anak yang mereka tangani. Sedangkan, kekerasan perempuan hanya lima kasus.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalsel Riko Ijami mengatakan, 34 kasus kekerasan terhadap anak yang mereka temukan bervariasi. Mulai dari kekerasan fisik, seksual hingga eksploitasi.

Lanjutnya, kasus yang menjadi perhatian saat ini ialah pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Karena, hal tersebut mengakibatkan psikologi seorang anak menjadi terhambat hingga menyebabkan gangguan jiwa. "Ada beberapa yang terpaksa harus kami bawa ke RSJ Sambang Lihum untuk diberikan perawatan sampai dengan penyembuhan," ujarnya.

Namun, Riko membeberkan beberapa kasus kekerasan seksual pada anak juga ada yang berhasil tertangani dan sebagian lagi prosesnya masih berjalan. "Kami mengharapkan pelakunya bisa mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya dari aparat kepolisian," bebernya.

Karena menurutnya, secara hukum anak harus dilindungi dan mendapatkan hak pendampingan utuh. "Trauma yang dialami anak-anak juga harus disembuhkan," tegasnya.

Selain itu, kasus perebutan hak asuh anak juga menjadi penyumbang dalam penambahan kekerasan terhadap anak. Sehingga menurut Riko hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari setiap kalangannya. (rvn/ris/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers