MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 25 November 2021 13:04
Alat Tambang Dibawa ke Mapolres
DISITA: Alat berat tambang diduga ilegal diamankan di halaman Mapolres Tanah Bumbu, Rabu (24/11) kemarin. Alat itu dibawa dari lokasi tambang di Mangkalapi.

BANJARMASIN - Sebagian misteri keberadaan dua warga negara Cina yang menambang ilegal di Tanah Bumbu akhirnya terungkap. Keberadaan mereka di Bumi Bersujud atas izin Kantor Imigrasi Batulicin.

"Ke dua orang asing tersebut terdaftar sebagai pemegang ITAS (izin tinggal sementara). Bekerja dengan indeks C312 yang bekerja pada PT Sarabakawa," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin, I Gusti Bagus M Ibrahiem melalui siaran persnya, Rabu (24/11) kemarin.

Pun begitu, menurut Gusti, PT Sarabakawa kepada mereka mengaku bahwa dua warga asing itu tidak menambang ilegal. Seperti yang diinformasikan Polres Tanah Bumbu sebelumnya.

Lebih lanjut dijelaskan Gusti, dua warga asing itu mendapat izin ITAS pada Juli dan September 2021 tadi. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Polres Tanah Bumbu.

Sementara itu, sore kemarin puluhan alat berat tambang di Desa Mangkalapi Kecamatan Teluk Kepayang dibawa polisi ke halaman Mapolres Tanah Bumbu.

Sedikitnya ada empat belas unit dump truk tipe 360 dan enam unit tipe 420. Kemudian tujuh unit ekskavator tipe 500, dan dua unit tipe 330. Terakhir ada satu unit dozer.

Tidak berhenti di sana, polisi juga memberi garis hukum di tongkang berisi penuh batu bara. Pada sebuah pelabuhan yang berada di selatan Tanah Bumbu. Dan beberapa tumpukan batu di slot pelabuhan.

Sayangnya, hingga kemarin Polres Tanah Bumbu belum menetapkan tersangka tambang ilegal di Mangkalapi. "Penyidik masih bekerja," kata Kasi Humas AKP H Ibrahim Made Rasa, malam tadi.

Seperti telah diberitakan, Senin (22/11) malam, Polres Tanah Bumbu menggerebek tambang di kaki Meratus. Kegiatan mengeruk mineral itu diduga dilakukan di kawasan hutan yang dulunya adalah konsesi tambang PT Arutmin Indonesia.

Warga Teluk Kepayang belum lama tadi sempat melontarkan keluhan di sosial media. Jalan mereka rusak, diduga akibat mobilisasi alat berat. (tim/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 10:12

Dituding Tidak Sesuai Prosedur Tilang, Satlantas Polres Batola Beri Penjelasan

MARABAHAN - Sempat viral di Facebook karena proses penilangan yang…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:32

Bos Alat Berat Gelapkan Pajak, Ayah dan Anak Dipenjara

BANJARBARU - Ayah dan anak ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan…

Sabtu, 04 Desember 2021 07:29

Api di Belakang Asrama Haji

BANJARBARU - Warga komplek Mustika Raya Landasan Ulin Timur Banjarbaru…

Jumat, 03 Desember 2021 11:53

Tak Bisa Main Gusur, Pemilik Lahan Siapkan Gugatan

BANJARMASIN - Pembebasan lahan untuk proyek Jembatan HKSN 1 telah…

Jumat, 03 Desember 2021 11:49

Soal Iuran HKN, DPRD Dukung Penyelidikan Kejari

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin memberikan dukungan pada penyelidikan yang sedang…

Jumat, 03 Desember 2021 11:42

Api Nyaris Merembet ke Hotel

BANJARBARU - Tengah malam, warga gang Purnama Banjarbaru dibuat geger.…

Jumat, 03 Desember 2021 10:05

Tiga Jenis Hewan Gagal Diselundupkan dari Surabaya

BANJARMASIN - Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin menggagalkan penyelundupan…

Jumat, 03 Desember 2021 09:48

Purnawirawan Ditemukan Tewas di Sungai Amandit

KANDANGAN – Warga Desa Amawang Kiri Muka, Kecamatan Kandangan, Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 09:45

Mayat Mengapung di Laut

KOTABARU- Mayat pria ditemukan mengapung di perairan laut Sarang Tiung,…

Kamis, 02 Desember 2021 13:27

Terpidana Korupsi PDAM HST Bayar Denda dan Uang Pengganti Rp 348 juta

BARABAI- Tiga terpidana korupsi PDAM HST membayar uang denda dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers