MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 01 Agustus 2016 16:41
Pengalaman Danlanal Saat Menjaga Laut Perbatasan di Filipina
Letkol Laut (P) Oky Iskandar Zulkarnain Dipura

Letkol Laut (P) Oky Iskandar Zulkarnain Dipura, baru dua bulan bertugas di Kalsel mengemban tugas sebagai Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin. Sebelumnya ia menjabat sebagai ILO di Davao Filipina, selama dua tahun. Dia berbagi pengalaman menjaga perbatasan laut Filipina dan Indonesia?

===============================

SUTRISNO, Banjarmasin

===============================


Mengenakan seragam TNI AL lengkap, Letkol Laut (P) Oky Iskandar Zulkarnain Dipura awal pekan tadi berkunjung ke Kantor Pusat Radar Banjarmasin. Di kunjungannya tersebut ia banyak menceritakan tentang pengalamannya kala bertugas di Davao Philipina, mengawasi lalu lintas barang dan manusia di kepulauan Sulawesi berbatasan dengan Filipina.

Ia mengatakan, di Mindanao Selatan. Merupakan pulau yang terletak di bagian selatan Filipina terdapat lima ribu kepala keluarga warga negara Indonesi (WNI). Di sana WNI berbaur dengan penduduk setempat yang merupakan warga negara Filipina (WNF). "WNI sudah beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan memiliki kebiasaan yang sama," katanya.

Oky menjelaskan, WNI di sana sudah turun temurun tinggal di wilayah Filipina. Sampai sekarang, total sudah ada lima generasi WNI. "Mereka di sana sudah diwadahi, karena adanya etikat baik dari pemerintah Filipina dan Indonesia," jelasnya.

Sama halnya dengan wilayah Filipina. Di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud dan Pulau Marore di Kabupaten Sangihe yang notabene wilayah Indonesia. Terdapat ratusan penduduk warga negara Filipina. "Jadi di kepulauan sana, di wilayah Filipina ada orang Indonesia. Sebaliknya di Indonesia ada orang Filipina tinggal," tambah Oky.

Ia menuturkan, meski beda kewarganegaraan. Masyarakat di sana hidup rukun, di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan. Bahkan dikenal sebagai nelayan paling tangguh di dunia. "Nelayan di sana mampu melaut hingga berbulan-bulan baru pulang," ujarnya.

Lebih lanjut Oky mengungkapkan, penduduk di sana akan mudah keluar masuk wilayah perbatasan, hanya dengan menunjukan surat izin PAS lintas batas ke petugas yang berjaga di perbatasan. "Yang melintasi batas secara resmi pasti akan memiliki izin PAS," ungkapnya.

Ia tak menampik, bahwa seringkali terdapat sekelompok orang yang melintasi batas tanpa seizin petugas. Sebab, di daerah sana ada beberapa pelabuhan tikus yang tak dapat dipantau setiap saat. "Namanya juga laut, jadi banyak pelabuhan-pelabuhan tikus yang dapat dimanfaatkan orang-orang untuk melintas tanpa izin dengan menggunakan kapal," ujarnya.

Kapal-kapal yang melintas tanpa izin tersebut, seringkali diketahui sedang melakukan penyelundupan senjata hingga tenaga kerja ilegal. "Pernah ada penyelundup senjata tertangkap di Papua," kata Oky.

Ia menyatakan, pelabuhan-pelabuhan tikus memang menjadi primadona bagi penyelundup. Sehingga petugas harus benar-benar bekerja ekstra dalam melaksanakan patroli. "Laut memang lebih susah dibandingkan di darat, dalam melakukan pengawasan. Tapi hal itu dapat ditangani dengan cara lebih sering melakukan patroli," pungkasnya. (ris)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers